Indolucky

Vivi, Kecewa dengan Suami – 1

615611

Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun, saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota “B”. Seperti kebanyakan orang bekerja yang kadang membuat kita jenuh, untuk mengatasinya aku sering mengunjungi situs Ceritapanas.com, sampai akhirnya saya terobsesi untuk menulis cerita ini.

Cerita ini berawal dari pulang kemalaman dengan seorang sekretaris teman sekantor di bagian lain, namanya Vivi berperawakan sintal dengan kulit putih dan tinggi badan yang sedang-sedang saja sekitar 165 cm. Sebetulnya Vivi bukanlah tipe orang yang ramah walaupun dia seorang sekretaris, mungkin karena om-nyalah dia ada di posisi tersebut. Oh ya, Vivi juga sudah menikah kira-kira satu setengah tahun yang lalu, dan saya pernah beberapa kali ketemu dengan suaminya.

*****

Pagi itu pada saat jam masuk kantor aku berpapasan dengannya di pintu masuk, seperti biasa kita saling tersenyum dan mengucapkan selamat pagi. Ah lucu juga kita yang sudah kenal beberapa tahun masih melakukan kebiasaan seperti itu, padahal untuk hitungan waktu selama tiga tahun kita harus lebih akrab dari itu, tapi mau bagaimana lagi karena Vivi orangnya memang seperti itu jadi akupun terbawa-bawa, aku sendiri bertanya-tanya apakah sifatnya yang seperti itu hanya untuk menjaga jarak dengan orang-orang di lingkungan kerja atau memang dia punya pembawaan seperti itu sejak lahir.

Mungkin saat itu aku sedang ketiban mujur, tepat di pintu masuk entah apa penyebabnya tiba-tiba saja Vivi seperti akan terjatuh dan refleks aku meraih tubuhnya dengan maksud untuk menahan supaya dia tidak benar-benar terjatuh, tapi tanpa sengaja tanganku menyentuh sesuatu di bagian dadanya. Setelah dapat berdiri dengan sempurna Vivi memandang ke arahku sambil tersenyum, ya ampun menurutku itu merupakan sesuatu yang istimewa mengingat sifatnya yang kuketahui selama ini.

“Terima kasih pak nendi, hampir saja aku terjatuh.”
“Oh, nggak apa-apa, maaf barusan tidak sengaja.”
“Tidak apa-apa.”

Seperti itulah dialog yang terjadi pagi itu. Walaupun nggak mau mikirin terus kejadian tersebut tapi aku tetap merasa kurang enak karena telah menyentuh sesuatu pada tubuhnya walaupun nggak sengaja, waktu kutengok ke arah meja kerjanya melalui kaca pintu ruanganku dia juga kelihatannya kepikiran dengan kejadian tersebut, untung waktu masuk kerja masih empat puluh lima menit lagi jadi belum ada orang, seandainya pada saat itu sudah banyak orang mungkin dia selain merasa kaget juga akan merasa malu.

Aku kembali melakukan rutinitas keseharian menggeluti angka-angka yang yang nggak ada ujungnya. Sudah kebiasaanku setiap tiga puluh menit memandang gambar panorama yang kutempel dikaca pintu ruanganku untuk menghindari kelelahan pada mata, tapi ternyata ada sesuatu yang lain di seberang pintu ruanganku pada hari itu, aku melihat Vivi sedang memandang ke arah yang sama sehingga pandangan kami bertemu. Lagi, dia tersenyum kearahku, aku malah jadi bertanya-tanya ada apa gerangan dengan cewek itu, aku yang geer atau memang dia jadi lain hari ini, ah mungkin hanya pikiranku saja yang ngelantur.

Jam istirahat makan seperti biasa semua orang ngumpul di EDR untuk makan siang, dan suatu kebetulan lagi waktu nyari tempat duduk ternyata kursi yang kosong ada di sebelah Vivi, akhirnya aku duduk disana dan menyantap makanan yang sudah kuambil. Setelah selesai makan, kebiasaan kami ngobrol ngalor-ngidul sambil menunggu waktu istirahat habis, karena aku duduk disebelah dia jadi aku ngobrol sama dia, padahal sebelumnya aku males ngobrol sama dia.

“Gimana kabar suaminya vi?” aku memulai percakapan
“Baik pak.”
“Trus gimana kerjaannya? masih di tempat yang dulu?”
“Sekarang sedang meneruskan studi di amerika, baru berangkat satu bulan yang lalu.”
“Oh begitu, baru tahu aku.”
“Ingin lebih pintar katanya pak.”
“Ya baguslah kalau begitu, kan nantinya juga untuk mesa depan berdua.”
“Iya pak.”

Setelah jam istirahat habis semua kembali ke ruangan masing-masing untuk meneruskan kerjaan yang tadi terhenti. Akupun kembali hanyut dengan kerjaanku.

Pukul setengah tujuh aku bermaksud beres-beres karena penat juga kerja terus, tanpa sengaja aku nengok ke arah pintu ruanganku ternyata Vivi masih ada di mejanya. Setelah semua beres akupun keluar dari ruangan dan bermaksud untuk pulang, aku melewati mejanya dan iseng aku nyapa dia.

“Kok tumben hari gini masih belum pulang?”
“Iya pak, ini baru mau pulang, baru beres, banyak kerjaan hari ini”

Aku merasakan gaya bicaranya lain hari ini, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang kalau bicara selalu kedengaran resmi, yang menimbulkan rasa tidak akrab.

“Ya udah kalo begitu kita bareng aja.” ajakku menawarkan.
“Tidak usah pak, biar aku pulang sendiri saja.”
“Nggak apa-apa, ayo kita bareng, ini udah terlalu malam.”
“Baik pak kalau begitu.”

Sambil berjalan menuju tempat parkir kembali kutawarkan jasa yang walaupun sebetulnya niatnya hanya iseng saja.

“Gimana kalo vivi bareng aku, kita kan searah.”
“Nggak usah pak, biar aku pakai angkutan umum atau taksi saja.”
“Lho, jangan gitu, ini udah malem, nggak baik perempuan jalan sendiri malem-malem.”
“Baik kalau begitu pak.”

Di sepanjang jalan yang dilalui kami tidak banyak bicara sampai akhirnya aku perhatikan dia agak lain, dia kelihatan murung, kenapa ini cewek.

“Lho kok kelihatannya murung, kenapa?” tanyaku penasaran.
“Nggak apa-apa pak.”
“Nggak apa-apa kok ngelamun begitu, perlu teman buat ngobrol?” tanyaku memancing.
“Nggak ah pak, malu.”
“Kok malu sih, nggak apa-apa kok, ngobrol aja aku dengerin, kalo bisa dan perlu mungkin aku akan bantu.”
“Susah mulainya pak, soalnya ini terlalu pribadi.”
“Oh begitu, ya kalo nggak mau ya nggak usah, aku nggak akan maksa.”
“Tapi sebetulnya memang aku perlu orang untuk teman ngobrol tentang masalah ini.”
“Ya udah kalo begitu obrolin aja sama aku, rahasia dijamin kok.”

“Ini soal suami aku pak.”
“Ada apa dengan suaminya?”
“Itu yang bikin aku malu untuk meneruskannya.”
“Nggak usah malu, kan udah aku bilang dijamin kerahasiaannya kalo vivi ngobrol ke aku.”
“Anu, aku sering baca buku-buku mengenai hubungan suami istri.”
“Trus kenapa?”
“aku baca, akhir dari hubungan badan antara suami istri yang bagus adalah orgasme yang dialami oleh keduanya.”
“Trus letak permasalahannya dimana?”
“Mengenai orgasme, aku sampai dengan saat ini aku hanya sempat membacanya tanpa pernah merasakannya.”

Aku sama sekali nggak pernah menduga kalo pembicaraannya akan mengarah kesana, dalam hati aku membatin, masa sih kawin satu setengah tahun sama sekali belum pernah mengalami orgasme? timbul niatku untuk beramal 🙂

“Masa sih vi, apa betul kamu belum pernah merasakan orgasme seperti yang barusan kamu bilang?”
“Betul pak, kebetulan aku ngobrolin masalah ini dengan bapak, jadi setidaknya bapak bisa memberi masukan karena mungkin ini adalah masalah laki-laki.”
“Ya, gimana ya, sekarang kan suami vivi lagi nggak ada, seharusnya waktu suami vivi ada barengan pergi ke ahlinya untuk konsultasi masalah itu”
“Pernah beberapa kali aku ajak suami aku, tapi menolak dan akhirnya kalau aku singgung masalah itu hanya menimbulkan pertengkaran diantara kami.”

Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan tanpa terasa pula kami sudah sampai didepan rumah Vivi, Aku bermaksud mengantar dia sampai depan pintu rumahnya.

“Tidak usah pak, biar sampai sini saja.”
“Nggak apa-apa, takut ada apa-apa biar aku antar sampai depan pintu.”

Dasar, kakiku menginjak sesuatu yang lembek ditanah dan hampir saja terpeleset karena penerangan di depan rumahnya agak kurang. Setelah sampai di teras rumahnya kulihat kakiku, ternya yang kunjak tadi adalah sesuatu yang kurang enak untuk disebutkan, sampai-sampai sepatuku sebelah kiri hampir setengahnya kena.

“Aduh pak nendi, gimana dong itu kakinya.”
“Nggak apa-apa, nanti aku cuci kalo udah nyampe rumah.”
“Dicuci disini aja pak, nanti nggak enak sepanjang jalan kecium baunya.”
“Ya udah, kalo begitu aku ikut ke toilet.”

Setelah membersihkan kaki aku diperliahkan duduk di ruang tamunya, dan ternyata disana sudah menunggu segelas kopi hanngat. Sambil menunggu kakiku kering kami berbincang lagi.

“Oh ya vi, mengenai yang kamu ceritakan tadi di jalan, gimana cara kamu mengatasinya?”
“aku sendiri bingung pak harus bagaimana.”

Mendengar jawaban seperti itu dalam otakku timbul pikiran kotor lelaki.

“Gimana kalau besok-besok aku kasih apa yang kamu pengen?”
“Yang aku mau yang mana pak.”
“Lho, itu yang sepanjang jalan kamu bilang belum pernah ngalamin.”
“Ah bapak bisa aja.”
“Bener kok, aku bersedia ngasih itu ke kamu.”

Termenung dia mendengar perkataanku tadi, melihat dia yang sedang menerawang aku berpikir kenapa juga harus besok-besok, kenapa nggak sekarang aja selagi ada kesempatan.

Kudekati dia dan kupegang tangannya, tersentak juga dia dari lamunannya sambil menatap kearahku dengan penuh tanda tanya. Kudekatkan wajahku ke wajahnya dan kukecup pipi sebelah kanannya, dia diam tidak bereaksi. Ku kecup bibirnya, dia menarik napas dalam entah apa yang ada dipikirannya dan tetap diam, kulanjutkan mencium hidungnya dan dia memejamkan mata.

Ternyata napsu sudah menggerogoti kepalaku, kulumat bibirnya yang tipis dan ternyata dia membalas lumatanku, bibir kami saling berpagut dan kulihat dia begitu meresapi dan menikmati adegan itu. Kitarik tangannya untuk duduk disebelahku di sofa yang lebih panjang, dia hanya mengikuti sambil menatapku. Kembali kulumat bibirnya, lagi, dia membalasnya dengan penuh semangat.

Dengan posisi duduk seperti itu tanganku bisa mulai bekerja dan bergerilya. Kuraba bagian dadanya, dia malah bergerak seolah-olah menyodorkan dadanya untuk kukerjain. Kuremas dadanya dari luar bajunya, tangan kirinya membuka kancing baju bagian atasnya kemudian membimbing tangan kananku untuk masuk kedalam bhnya. Ya ampun bener-bener udah nggak tahan dia rupanya.

Kulepas tangan dan bibirku dari tubuhnya, aku berpindah posisi bersandar pada pegangan sofa tempatku duduk dan membuka kalkiku lebar-lebar. Kutarik dia untuk duduk membelakangiku, dari belakang kubuka baju dan bhnya yang saat itu sudah nempel nggak karuan, kuciumi leher bagian belakang Vivi dan tangan kiri kananku memegang gunung di dadanya masing-masing satu, dia bersandar ketubuhku seperti lemas tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuhnya sendiri dan mulai kuremas payudaranya sambil terus kuciumi tengkuknya.

Setelah cukup lama meremas buah dadanya tangan kiriku mulai berpindah kebawah menyusuri bagian perutnya dan berhenti di tengah selangkangannya, dia melenguh waktu kuraba bagian itu. Kusingkap roknya dan tanganku langsung masuk ke celana dalamnya, kutemukan sesuatu yang hangat-hangat lembab disana, sudah basah rupanya. Kutekan klitorisnya dengan jari tengah tangan kiriku.

“Ohhh … ehhhh …”

Aku semakin bernapsu mendengan rintihannya dan kumasukkan jariku ke vaginanya, suaranya semakin menjadi. Kukeluar masukkan jariku disana, tubuhnya semakin melenting seperti batang plastik kepanasan, terus kukucek-kucek semakin cepat tubuhnya bergetar menerima perlakuanku. Dua puluh menit lamanya kulakukan itu dan akhirnya keluar suara dari mulutnya.

“Udah dulu pak, aku nggak tahan pengen pipis.”
“Jangan ditahan, biarkan aja lepas.”
“Aduh pak, nggak tahan, vivi mau pipis … ohhh … ahhh.”

Badanya semakin bergetar, dan akhirnya.

“Ahhhhh …. uhhhhhh.”

Badanya mengejang beberapa saat sebelum akhirnya dia lunglai bersender kedadaku.

“Gimana vi rasanya?”
“Enak pak.”

Kulihat air matanya berlinang.

“Kenapa kamu menangis vi.”

Dia diam tidak menyahut.

“Kamu nyesel udah melakukan ini?” tanyaku.
“Bukan pak.”
“Lantas?”
“aku bahagia, akhirnya aku mendapatkan apa yang aku idam-idamkan selama ini yang seharusnya datang dari suami aku.”
“Oh begitu.”

Kami saling terdiam beberapa saat sampai aku lupa bahwa jari tengah tangan kiriku masih bersarang didalam vaginanya dan aku cabut perlahan, dia menggeliat waktu kutarik jari tanganku, dan aku masih tercenung dengan kata-kata terakhir yang terlontar dari mulutnya, benar rupanya … dia belum pernah merasakan orgasme.

“Mau ke kamar mandi pak?”

Tiba-tiba suara itu menyadarkanku dari lamunan …

“Oh ya, sebelah mana kamar mandinya?”
“Sebelah sini pak”, sahutnya sambil menunjukkan jalan menuju kamar mandi.

Dia kembali ke ruang tamu sementara aku mencuci bagian tangan yang tadi sudah melaksanakan tugas sebagai seorang laki-laki terhadap seorang perempuan. Tak habisnya aku berpikir, kenapa orang berumah tangga sudah sekian lama tapi si perempuan baru mengalami orgasme satu kali saja dan itupun bukan oleh suaminya.


Ke bagian 2

30 Comments on "Vivi, Kecewa dengan Suami – 1"

  1. Paquita Widjaya | 18/11/2009 at 17:06 | Balas

    Cerita dewasa Vivi kecewa dengan suami 2. Selesai dari kamar mandi aku kembali ke ruang tamu dan kutemukan dia sedang melihat acara di televisi tapi kulihat dari wajahnya seakan pikirannya sedang .

  2. Waty Siregar | 18/11/2009 at 17:24 | Balas

    Kumpulan cerita hot selingkuh dengan teman suami. vivikecewadengansuami cerita hot mama Ini adalah cerita nyata perselingkuhanku dengan suami orang yang kusesali .

  3. Ita Mustafa | 18/11/2009 at 17:55 | Balas

    ceritasexdewasa Vivi Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami. Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota B Seperti kebanyakan orang bekerja yang kadang .

  4. Mulan Jameela | 19/11/2009 at 07:51 | Balas

    Vivi kecewa dengan suami 2 Cerita Sex. Selesai dari kamar mandi aku kembali ke ruang tamu dan kutemukan dia sedang melihat acara di televisi tapi kulihat dari wajahnya seakan pikirannya sedang .

  5. Angelica Faustina | 19/11/2009 at 12:49 | Balas

    Vivi Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami Film bokep . Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota B Seperti kebanyakan orang bekerja yang kadang membuat .

  6. Kenes Andari | 19/11/2009 at 18:52 | Balas

    Cerita Dewasa Vivi Kecewa Dengan Suami Cerita Panas Top . Cerita Dewasa Vivi Kecewa Dengan Suami Cerita Panas Cerita ini terjadi karena kepindahanku ke jakarta kerumah salah satu adik papa.

  7. Ayu Azhari | 20/11/2009 at 05:09 | Balas

    cerita seks vivi istri cantik yang kecewa dengan . Cerita Seks Vivi Istri Cantik Yang Kecewa Dengan Suamicerita dipublish ALASAN KENAPA SUAMI SELINGKUH SEBUAH SURVEI Theopage Compiled by Theeas.

  8. Cerita dewasa bibi kecewa dengan suami. Cerita dewasa bibi kecewa dengan suami 2010 0 Vivi kecewa dengan suami tapi suami saya nggak pernah mau diperlakukan begini com .

  9. Yuki Kato | 20/11/2009 at 07:26 | Balas

    Kumpulan Cerita 17 Tahun ML alias mau lagi Kisah Asmara . Ya gimana ya sekarang kan suami vivi lagi nggak ada 3 komentar to Kisah Asmara Vivi Istri yang Kecewa dengan Suami .

  10. Ayu Azhari | 20/11/2009 at 09:35 | Balas

    Vivi Kecewa dengan Suami Cerita Dan Komik Dewasa Blog. Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota Bandung Seperti kebanyakan orang bekerja yang kadang membuat kita .

  11. Ana Pinem | 20/11/2009 at 10:02 | Balas

    Vivi Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami. Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota B Seperti kebanyakan orang bekerja yang kadang .

  12. Suti Karno | 20/11/2009 at 11:04 | Balas

    Vivi kecewa dengan suami 1 Cerita Dewasa. Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota B Seperti kebanyakan orang bekerja yang kadang membuat kita jenuh .

  13. Cerita sex hot selingkuh istri teman suami bapak. ceritadewasa infoceritavivikecewadengansuami Cerita sex hot selingkuh istri teman suami Istri Selingkuh Dengan Teman Kantor More info about .

  14. Cerita dewasa Vivi kecewa dengan suami 1. VIMAX PEMBESAR PENIS CANADA Bikin Penis Besar Panjang Kuat Keras Dengan Hasil Permanent isi 30 cpsl Untuk 1Bulan Hanya500000 Promo 3 Botol Hanya1 .

  15. Syifa Hadju | 20/11/2009 at 19:38 | Balas

    Tentang KIMPET. Apa kamu bersedia tanyaku begitu berada di atas ranjang br br Aku bersedia jawabnya segera dengan tangga suami isteri itu 1 siang nanti .

  16. Shandy Ishabella | 21/11/2009 at 01:49 | Balas

    Vivi Istri Cantik Yang Kecewa Dengan Suami Top News . Vivi Istri Cantik Yang Kecewa Dengan SuamiAku punya adik ipar Ayu namanya Orangnya cantik masi di SMU Bodinya.

  17. Titien Sumarni | 21/11/2009 at 19:19 | Balas

    Bagaimana Melakukan Seks Dengan Isteri. Ini kerana pada saat itulah terletaknya punca kenikmatan yang amat sangat bagi pasangan suami dengan suamiisteri dan kecewa kerana .

  18. Anya Dwinov | 22/11/2009 at 10:01 | Balas

    Kecewa dengan suami nya Vivi akhirnya selingkuh Kaskus . Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun saya bekerja di sebuah auberge berbintang tiga di kota B Seperti kebanyakan orang bekerja yang kadang membuat kita .

  19. Dominique Sanda | 23/11/2009 at 05:38 | Balas

    Vivi Istri Cantik Yang Kecewa Dengan Suami Cerita Sex . Vivi Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami Cerita Sex Dewasa Kumpulan Foto dan Gambar Vivi Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami Cerita Sex Dewasa.

  20. Vista Putri | 23/11/2009 at 08:27 | Balas

    Kata kata Kecewa kata mutiara dan cinta. Kata kata Kecewa yang terbaru di blog riantocha Sedang merasa kecewa karena cinta dengan mantan pacar blog ini punya kata kata untuk mengungkapkannya.

  21. Gista Putri | 23/11/2009 at 16:11 | Balas

    Cerita Sex Terbaru Vivi Istri Cakep yang Kecewa dengan . Ya gimana ya sekarang kan suami vivi lagi nggak ada Vivi Istri Cakep yang Kecewa dengan Suami Baca atau Masukkan Komentar Post a Comment.

  22. Devi Noviaty | 23/11/2009 at 20:30 | Balas

    Isteri kecewa suami persiakan kesetiaan Motivasi Minda. Saya bersemuka dengan suami dan dia mengaku ada hubungan dengan Wan dan akan menikah dengannya Saya tanya bagaimana dengan Sofia Kecewa dengan sikap suami .

  23. Metta Permadi | 24/11/2009 at 09:11 | Balas

    Kisah suami isteri Facebook. Kisah suami isteri 24028 likes 158 talking about this Mampukah kita melakukannya walaupun 1 bulan saja untuk bertukar peranan dengan istri .

  24. Mariana Renata | 24/11/2009 at 14:36 | Balas

    Keluarga Penumpang Kecewa dengan Malaysia Airlines YouTube. Keluarga serta kerabat penumpang pesawat Malaysia Airlines menumpahkan kemarahan mereka kepada pihak maskapai Mereka menuntut kejelasan nasib dari .

  25. Dianeersky | 24/11/2009 at 23:38 | Balas

    Selingkuh Cerita Seks Dewasa. Vivi Istri Cantik Yang Kecewa Dengan Suami Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota B.

  26. Imel Putri Cahyati | 25/11/2009 at 00:35 | Balas

    Vivi Istri Cantik Yang Kecewa Dengan Suami Mimik Susu. mimik susu istri cerita umum istri ngentot dengan suami cerita ngentot suami orang ku raba saat tidur kuremas pantat susunya melihat istri di ngentot di dalam air .

  27. Erna Santoso | 25/11/2009 at 00:40 | Balas

    Cerita dewasa bibi kecewa dengan suami. Senin Vivi kecewa dengan suami 1 Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota B.

  28. Maia Estianty | 25/11/2009 at 04:10 | Balas

    Cerita Sex Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami. Cerita ini berawal dari pulang kemalaman dengan seorang sekretaris teman sekantor di bagian lain namanya Vivi berperawakan sintal dengan kulit putih dan .

  29. Jill Gladys | 25/11/2009 at 04:59 | Balas

    Ayah Shandy Aulia sangat kecewa dengan Pernikahannya YouTube. Rating is available when the video has been rented httpwwwcumicumicomvideos20111.

  30. Rita Zahara | 25/11/2009 at 11:12 | Balas

    Vivi Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami Cerita Seks. Vivi Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami Cerita Seks Vivi Istri Cantik yang Kecewa dengan Suami.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*