Indolucky

Maafkan Aku, Sobat 01

176hu

Nama saya Bernard, usia saya kini 29 tahun. Istri saya (yang saya nikahi tiga tahun yang lalu) bernama Dina. Kami bertemu saat kuliah, dia lebih muda dua tahun dari saya. Manis menurut saya dengan tinggi 160 cm. Saya sangat mencintai istri saya karena sangat pengertian. Kami sudah mempunyai anak (laki-laki) berumur 1,5 tahun, lucunya anak saya ini, saya bisa tahan bermain dengannya sampai berjam-jam. Itulah sebabnya saya sering berkata kepada teman-teman saya bahwa kebahagiaan abadi adalah jika kamu pulang dari kantor kemudian bermain bersama anakmu. Namanya Jason, sengaja saya namakan demikian karena saya sangat suka dengan point guard Phoenix Sun yaitu Jason Kidd. Untungnya dia juga sudah mulai suka memantul-mantulkan bola ke tanah, sebuah dasar permainan basket.

Saya bekerja disebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Jerman. Penghasilan saya lumayan, lebih dari cukup malah, sehingga saya bisa tinggal di perumahan elite di pinggir kota Jakarta. Namun saya lebih suka hidup sederhana, mobilpun hanya punya satu.

Saya punya sobat kental yang bernama Irvan. Persahabatan saya dengan Irvan sudah terbina sejak kami masih sama-sama TK. Usianya sama dengan saya, kami hanya berbeda satu bulan (saya lebih tua). Perkenalan saya dengan Irvan terjadi karena kami saling berebut kue ulang tahun yang dibawa oleh teman kami. Saat itu, seperti layaknya anak kecil kami bertengkar yang kemudian berkembang menjadi perkelahian ala anak kecil. Irvan sempat terjengkang saat itu, demikian juga saya yang terjatuh karena kaki saya ditendangnya setelah ia terjatuh kena pukulan saya. Dilerai oleh guru, kamipun akhirnya berkenalan. Hukuman yang diberikan Ibu Yanti adalah selama satu bulan selama di sekolah, kami harus bersama terus. Ternyata hukuman seperti ini sangat efektif karena sejak saat itu pula kami selalu bersama.

Kebersamaan kami tidak hanya di TK. Ketika masuk SD, kami ingin sekali untuk tetap bersama. Kebetulan niat kami ini menjadi kenyataan. Kami masuk ke sebuah SD swasta yang terkenal amat disiplin. Seingat saya, kami hanya sekali terpisah selama SD, SMP dan SMA, yaitu kelas empat SD. Sisanya kami selalu sekelas. Hingga SMA kami selalu mempunyai prestasi di sekolah yang hampir sama. Jika Irvan dapat ranking tiga maka saya dipastikan akan berada di peringkat dua atau empat. Terhitung saya unggul lima kali dan Irvan tujuh kali.

Kedekatan saya dengan Irvan juga mengimbas ke kedua orang tua kami. Saya sudah seperti anak sendiri di depan orang tuanya demikian pula sebaliknya. Ketika kecil, kami sering bergantian menginap. Ini memang memudahkan kedua orang tua kami untuk mengontrol kami. Kalau saya menginap di rumah Irvan, maka ibunya segera menelepon ibu saya dan mengatakan bahwa saya menginap di rumahnya. Hal serupa juga terjadi pada Irvan.

Satu-satunya yang berbeda pada kami hanya sifat. Saya orang yang mudah sekali bergaul. Setiap ada pertemuan, hampir dapat dipastikan saya menjadi centre of attention karena kemampuan saya untuk berbicara. Irvan sebetulnya bukannya tidak baik berkomunikasi, ia hanya lebih pendiam, itu pula yang membuatnya tampak lebih berwibawa dibanding saya.

Hobi kamipun sama yaitu main sepakbola dan basket. Jika main sepakbola, Irvan biasa menempati posisi wingback kanan, sedang saya gelandang bertahan. Karena wibawanyalah, Irvan selalu menjadi kapten saat bermain sepak bola. Di basket, posisi yang sering di tempatinya adalah posisi small forward. Saya sendiri biasa di posisi shooting guard.

Kami memang ditakdirkan untuk bersahabat. Selain hobi dan tetek bengek lain yang sama, kami sama-sama bungsu dari empat bersaudara. Jumlah kakak perempuan dan laki-laki pun sama, hanya berbeda urutan. Keluarga Irvan, laki-laki-perempuan-perempuan-laki-laki sedang saya, perempuan-laki-laki-perempuan-laki-laki. Tinggi kami berdua tidak berbeda jauh yaitu sekitar 180 cm, hanya saja Irvan lebih tinggi dari saya sekitar satu cm. Penampilan fisik kami, kalau boleh saya sedikit sombong, sangat OK. Banyak teman-teman wanita kami yang tertarik kepada kami.

Ketika kuliah (tempatnya juga sama di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, jurusan manajemen), kami tetap satu kost. Tapi karena namanya juga kost-kostan, kami tidak bisa memilih untuk bersebelahan kamar. Irvan mendapat kamar di lantai dua sedang saya dilantai satu.

Prestasi kami saat kuliah juga hampir mirip dengan prestasi kami di TK-SD-SMP-SMA, hanya saja kali ini karena kuliah kami tidak mungkin sekelas terus. IP kami yang selalu mirip, kisarannya sekitar 2,7-2,8. Yang ajaib, saat sebelum sidang sarjana, IPK kami sama persis yaitu 2,76. Karena malam sebelum sidang (kami sidang berbarengan) saya sibuk menjadi mentor bagi Irvan, akhirnya saat sidang sesungguhnya saya hanya mendapat nilai B dan Irvan justru A. Akan tetapi, hal ini bukanlah masalah bagi saya.

Dua tahun terakhir sebelum lulus, Irvan tertarik dengan gadis sekampus kami yang berada di angkatan dua tahun lebih muda. Nama gadis tersebut Sheila. Rupanya sangat cantik, berhidung mancung, berkulit putih mulus, berdarah bule sedikit (ayahnya indo-belanda). Tingginya sekitar 175 cm dengan berat badan yang sangat proporsional. Yang kurang proporsional menurut saya hanyalah dadanya yang sedikit kebesaran. Singkat kata Sheila sangat seksi. Jujur saja, saya sempat suka dengannya.

Awal-awal pendekatan, Irvan selalu mengajak saya bila apel ke rumah Sheila. Alasannya singkat saja “Loe khan pinter ngomong…”. Karena saat itu saya juga belum punya pacar, kami sering sekali jalan bertiga. Tak heran jika Sheila kemudian dekat juga dengan saya. Kedekatan saya dengan Sheila bahkan sudah melebihi kedekatannya dengan Irvan. Ini saya anggap sudah sangat berbahaya, jadi akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi menemani Irvan.

Pendekatan Irvan untuk mencairkan hati Sheila berlangsung cukup lama, kurang lebih 1,5 tahun. Malah akhirnya saya yang lebih dahulu mendapat pacar, yaitu Dina yang saya dekati selama kurang lebih enam bulan. Dan tak lama (kurang lebih satu bulan) setelah saya dan Dina resmi pacaran, merekapun menyusul resmi berpacaran. Bahagianya hati kami saat itu.

Sheila juga yang mempunyai usul agar kami mengontrak rumah bersama (maksudnya saya dan Irvan). Dan usulan ini kami anggap sangat bagus dan enam bulan sebelum lulus, kami pindah ke rumah kontrakan kecil berkamar dua. Sheila dan Dina sering datang dan mengurusi segala kebutuhan kami, dari mulai makan hingga keperluan kami sehari-hari. Saat itu kami merasa sebagai dua cowok paling beruntung di dunia. Kebiasaan kami untuk menjaga keamanan adalah sistem bawa kunci sendiri-sendiri. Setiap saat pagar rumah di gembok dan pintu rumah dikunci, ada atau tidak ada orang. Kebiasaan Irvan jika pulang ke rumah adalah teriakannya yang khas “Permisi…!”, saya tidak mempunyai kebiasaan itu. Ini pula akhirnya yang menjadi tanda siapa yang pulang.

Setelah lulus, kami sibuk mencari kerja ke sana ke mari. Irvanlah yang paling beruntung di antara kami. Baru sebulan lulus, dia sudah menerima panggilan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, sedang saya juga sudah sering terima surat balasan, tapi isinya kerap berisi penolakan.

Sebulan setelah dipanggil, Irvan dinyatakan diterima di perusahaan tersebut. Inilah yang membuatnya menjadi sering bolak balik Jakarta-Bandung. Saya menjadi sering sendirian di rumah, walaupun Dina masih sering datang dan menemani saya. Saya dan Irvan walaupun mempunyai pacar yang sering berkunjung ke rumah, sangat menjaga pergaulan. Saya dan Dina kerap hanya berciuman dan berpelukan jika di rumah, demikian pula dengan Irvan dan Sheila. Kami juga menjunjung sopan santun yang menjadi dasar budaya suku kami.

Suatu hari, saat saya sedang sendirian di rumah, Sheila menelepon. Saya katakan bahwa Irvan belum pulang dari Jakarta. Namun, rupanya Sheila justru ingin berbicara dengan saya. Mulanya saya pikir hanya akan berbicara di telepon, paling nanya soal Irvan, pikir saya. Rupanya Sheila ingin berbicara langsung dengan saya dan meminta ijin untuk datang. Saya ijinkan, kebetulan Dina kuliah sampai malam dan baru besok datang ke rumah kontrakan ini.

Kira-kira pukul satu, dengan mukanya yang ceria Sheila datang. Setelah mengunci pagar dan pintu kami duduk di ruang tamu (kebetulan, ruangan di rumah ini selain dua kamar tidur, hanya ruang tamu ini). Sheila saat itu mengenakan pakaian yang sudah menjadi ciri khasnya, jeans ketat, kaus juga ketat dengan rompi diluarnya.

Kami berbincang-bincang dan bercanda cukup lama. Kami memang sangat nyambung jika ngobrol, jadi obrolan seakan mengalir tanpa diatur. Sampai tiba-tiba Sheila menundukan kepalanya dan ketika kepalanya terangkat lagi, saya lihat butiran airmata mengambang disudut matanya.
“Sel, kenapa…?”, aku segera bertanya sambil berjalan mendekatinya. Dengan mata merah dan airmata yang siap meleleh, Sheila berkata bahwa suasana seperti ini sudah lama ia harapkan. Saya jadi bingung akan maksudnya berkata seperti itu.
“Gue sangat mengharapkan bisa ngobrol berdua sama loe sudah sejak lama Nard”, ucap Sheila sambil menyeka air matanya. Saya berlutut di depannya sambil bertanya lagi maksudnya apa. Ia mengulangi perkataannya dan menambahkan bahwa maksudnya adalah ngobrol berdua dengan saya.
Saya masih kebingungan dan tak bisa berbicara ketika dari mulut Sheila keluar pernyataan yang mengagetkan, “Gue sebetulnya suka sama loe, Nard”.
Hah? Saya terlonjak kaget dan tetap tak mampu berkata-kata. Kemudian Sheila menambahkan bahwa dirinya sangat terpukul ketika tahu bahwa saya dan Dina resmi pacaran. Harapannya musnah, impiannya melayang, angannya terbang yang berakibat ia akhir luluh di depan Irvan. Bersedianya ia menjadi pacar Irvan rupanya terdorong rasa kecewanya gagal mendapatkan saya. Atas dasar itu juga Sheila memberikan usul agar saya dan Irvan tinggal di rumah kontrakan ini, maksudnya agar ia bisa setiap hari melihat saya, sekedar melihat saya.

Semakin lama berpacaran dengan Irvan, hatinya justru semakin kuat melekat pada diri saya. Ia tahan berada di rumah ini hanya untuk melihat segala aktivitas saya seharian, walaupun itu dilakukannya dalam pelukan dan belaian Irvan. Tak dipungkirinya, Irvan sangat ia sayangi, tapi cintanya tetaplah pada saya. Ia membutuhkan orang yang mampu menjadi tempat bertanya, Irvan tidak memiliki itu. Sifat dasar kamilah yang akhirnya menjadi penentu bagi Sheila.
“Nard, maukah kamu peluk Sheila?” Saya terdiam sejenak, sungguh tak mampu berkata-kata.
Memeluk Sheila? Bagi laki-laki lain kesempatan ini tidak akan dibiarkan hilang, tapi bagi saya, memeluk Sheila dengan kehangatan cinta adalah pengkhianatan terhadap Dina dan Irvan.

Akhirnya segala perdebatan di kepala saya perlahan-perlahan saya singkirkan. Pelan-pelan tangan saya mencari pinggang Sheila dan mendekatkan tubuh saya kepadanya. Sejenak saya merasakan dada saya menabrak segumpal benda kenyal di dada Sheila. Tangan Sheila kemudian melingkar dipundak saya dan segera menarik saya agar lebih menempel pada tubuhnya. Seketika saya merasakan himpitan kekenyalan dadanya di dada saya. Sheila memeluk saya dengan kuat dan mulai mencium leher saya sambil berkata pelan di telinga saya, “Terima kasih Nard, Saya mencintaimu”,.

Bersambung ke bagian 02

25 Comments on "Maafkan Aku, Sobat 01"

  1. Risa Umami | 18/11/2009 at 09:39 | Balas

    Maafkan Aku Sobat. Wisnu besok anterin aku cari motor ya ucap Frans kepada ku oke besok aku anter deh kataku kepada wisnu wisnu adalah sahabat karibku di kantor.

  2. Marina Gardena | 18/11/2009 at 21:05 | Balas

    Mutiara Diatas Pasir. Mengapa Kamu Masih Menggunakan Telepon Ketika Berkendara Mutiara Diatas Pasir Enter Slide 3 Title Here.

  3. Nagita Slavina | 18/11/2009 at 21:19 | Balas

    Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru 2014. Singkat cerita sampailah dia di Maafkan aku tong terpaksa harus Maka ijinkanlah manajemen emosi memberikan award kepada sobat semua yang bersedia untuk .

  4. Monique Henry | 19/11/2009 at 00:18 | Balas

    DBagindas Maafkan Aku HerryLagu. herrylagu lagu bisa menghilangkan stres dengan lagu hidup jadi semangat tanpa lagu dunia terasa sepi.

  5. Merry Putrian | 19/11/2009 at 17:56 | Balas

    Dolphin IBU MAAFKAN AKU. Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danauditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga Si ibu bertanya itu burung apa yg .

  6. Angel Lelga | 19/11/2009 at 20:35 | Balas

    Padi Sobat lyrics Musixmatch. Lyrics for Sobat by Padi Sobat Sobat aku sungguh tak mengerti Semua ini bisa terjadi Setelah perkenalan itu Aku terhanyut Aku sebenarbenarnya .

  7. Yunita David | 20/11/2009 at 06:31 | Balas

    Sobat Lirik. Oh sobat maafkan aku mencintainya Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti Mencoba menahan himpitan rasa itu merajam keruhnya jiwaku.

  8. Eva Celia | 20/11/2009 at 07:43 | Balas

    Puisi Maafkan Aku Meninggalkanmu Info Terbaru 2014. Puisi Maafkan Aku Meninggalkanmu Informasi Terbaru update Puisi Maafkan Aku Meninggalkanmu Terbaru 2012Kali ini saya akan sedikit berbagi satu puisi yang sangat .

  9. Mellissa Grace | 20/11/2009 at 14:07 | Balas

    cerita abg seru bergetar menahan nafsu yang semakin . aku udah ngga tahan lagi sobat kental saya yang sudah saya anggap sebagai saudara Cerita seru ngseks ml ngentot sama Ibu Guru 01 Oktober .

  10. Dhawiya Zaida | 20/11/2009 at 14:24 | Balas

    01 perpisahan ini mp3 Life Management Strategies. Bisa sobat download full album seroja koleksi free perpisahan play 301 download Maafkan aku menangis 20141001 225757 28 2012 part mp3 portable seperti.

  11. Geccha Tavvara | 20/11/2009 at 20:16 | Balas

    cewek blue Maafkan aku sobat 2. Maafkan aku sobat 2 Saya hanya tercenung mendengar ucapannya 01 Tidak ada perempuan anjing dan ayam pun jadi 02 Kencan dengan Bruno 03.

  12. Febriyanie Ferdzilla | 21/11/2009 at 09:52 | Balas

    Padi Sobat Lirik dan Chord. Sobat aku sungguh tak mengerti G A Bm Semua ini bisa terjadi G A Setelah Oh sobat maafkan aku mencintainya Bm G A Aku tak bermaksud .

  13. Tarida Gloria | 21/11/2009 at 18:51 | Balas

    01 perpisahan ini mp3 Atlanta Falcons Limousine LLC. Asing dengan cepat di pangkuanku 010500 am Akan cinta 0106 link download di youtube songs for review course sma Maafkan aku sobat download lagu ini 01 .

  14. Bianca Liza | 21/11/2009 at 21:29 | Balas

    cewek blue Maafkan aku sobat 1. Maafkan aku sobat 1 Nama saya Bernard usia saya kini 29 tahun 01 Tidak ada perempuan anjing dan ayam pun jadi 02 Kencan dengan Bruno 03.

  15. Lia Waode | 22/11/2009 at 06:00 | Balas

    Padi Sobat Lyrics Lyrics. on 20130201 PADI LYRICS Sobat Sobat aku sungguh tak mengerti Ohsobat maafkan aku mencintainya Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti.

  16. Sheila Dara Aisha | 22/11/2009 at 08:12 | Balas

    Terpuaskan maafkan aku sobat. Nama saya Bernard usia saya kini 29 tahun Istri saya yang saya nikahi tiga tahun yang lalu bernama Dina Kami bertemu saat kuliah dia lebih muda dua .

  17. Imelda Lubis | 22/11/2009 at 12:08 | Balas

    cerita duniasex Birahi Perawat 01. Maafkan Aku Sobat 01 Anak SMU di Desa 02 Karena Cinta Bukan Nafsu Semata Cinta Berbalut Birahi 02 Pertama kali ml sama abg perawan Nikmatnya dioral .

  18. Gita Sinaga | 22/11/2009 at 15:56 | Balas

    cerita duniasex Maafkan Aku Sobat 01. Nama saya Bernard usia saya kini 29 tahun Istri saya yang saya nikahi tiga tahun yang lalu bernama Dina Kami bertemu saat kuliah dia lebih muda dua .

  19. Tutie Kirana | 22/11/2009 at 17:08 | Balas

    cerita abg seru Cerita seru bersama sahabat. Saya punya sobat kental yang bernama Irvan Cerita seks bertiga Aku Istri dan Temanku 01 Cerita kisah sex Ira 01 Cerita kisah sex Ira 02.

  20. Enzy Storia | 22/11/2009 at 22:54 | Balas

    Yoga Arya Walan Tara Google. Maafkan Aku Sobat Maafkanlah aku Mungkin aku khilaf Mungkin aku pernah melupakanmu Sobat Maafkanlah aku Terkadang aku tak mempedulikanmu.

  21. Maria Selena | 23/11/2009 at 03:24 | Balas

    NAZICA01Maafkan Aku Mencintainya YouTube. NAZICA01Maafkan Aku Mencintainya Sahabat.

  22. Sharon Sahertian | 23/11/2009 at 07:41 | Balas

    101101 101201 Aang. maafkan aku yang sudah mencintaimu 015400 Kata Mutiara No comments Dapatkan Artikel Terbaru dari Aangtea Dengan mengisi Email sobat disini.

  23. Vebby Palwinta | 24/11/2009 at 00:47 | Balas

    Maafkan Aku Sahabat YouTube. Video ni khas untuk someone Kisah Benar.

  24. Qory Sandioriva | 24/11/2009 at 13:50 | Balas

    Sobat Padi Excel Word Tutorial. Oh sobat maafkan aku mencintainya Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti Mencoba menahan himpitan rasa itu Merajam keruhnya jiwaku.

  25. Hadidjah | 24/11/2009 at 22:51 | Balas

    SEMANGAT Maafkan aku sahabat. Maafkan aku sahabat udah dari perlakukan mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan jadi aja kangen sama sobatsobat lama Mar 01 1 .

Leave a comment

Your email address will not be published.


*