Indolucky

Kabut Pagi di Simpang Lima 02

Kabut Pagi di Simpang Lima 02

Sambungan dari bagian 01

Setelah puas bermain di anusnya, tangan kiriku membelai pinggulnya dan kupegang penisku dengan tangan kanan. Perlahan kuletakkan di mulut rahimnya yang memerah basah itu, kusibakkan labia myora dan minora-nya dengan kepala penisku nan lembut dan hangat.
“Emmmpphhh.. oookkkhhh..!” desah Yuni.
Tampaknya pengaruh kehangatan penisku mulai bekerja. Perlahan namun pasti, kumasukkan centi demi centi dan tiba-tiba Yuni menghentakkan pinggulnya keras ke belakang diikuti dengan menggoyang putar pinggulnya.
“Aaakhhh…” pekik kami bersamaan saat hentakan itu tadi.
“Sleeppprrttt..,” 15 cm batang pejalku telah mengisi rongga rahimnya yang rindu akan kocokan, gesekan dan juga kehangatan penis. Bersamaan itu pula Yuni menjerit lirih sambil mendongakkan kepalanya, rambutnya yang panjang itu ia geraikan ke samping kiri lehernya.

“Ooookkhh.. nikmathh… emmmpphhh.. ssshh…” Yuni mulai ceracau tidak teratur.
Yuni mulai dikuasai nafsunya, sebagai perempuan ia hanya ingin kepuasan saat itu. Ingin segera menumpahkan maninya banyak-banyak untuk melumasi penisku dan menghangati diding vaginanya. Aku mengatur posisi untuk menstimulasi G-spot-nya. Dengan perlahan namun pasti, kukocok penisku keluar masuk. Aku melihat labia minora-nya ikut tersembul keluar saat penisku kutarik keluar, demikian pula kulihat labia mayora-nya ikut amblas saat kumasukkan penisku dalam-dalam.
“Ookkkhh… kocokhh.., terusshhh… iya.. iyaa… lebih kerasshhh… oohh nikmathhh..!” Yuni mulai menggumam.
“Lebih kerassshhh… yach… yach… oohhhgghhhk..!” Yuni semakin tidak mampu menahan hawa panasnya yang mengalir, dan hawa itu bersumber dari penisku yang terasa penuh menjejali ruang vaginanya.

Sementara itu ia aktif menggoyang pinggulnya, dan kedua tangannya berpegangan pada sandaran sofa. Lalu sesekali ia sentakkan pingulnya ke belakang untuk menambah rasa penetrasi dalam-dalam. Lima menit berlalu, lalu kumulai membantu Yuni menggapai sorgawinya dengan stimulasi di kedua putingnya dengan pelintiran jempolku. Kupilin-pilin, lalu kutarik dan kemudian kulepaskan.
Setiap saat kulepaskan itulah Yuni melenguh panjang, “Oookkkhh.., genjotthh.., dalammhh.. oookhhh..!” ceracau Yuni tidak karuan.
“Maaasshhh.. sss… nggghhh.. ssshh..” desis Yuni kehabisan kata-kata.

Sementara kocokanku kuatur dengan tempo pancingan, yaitu memancing birahinya agar memancar keluar dari rahim dengan segera. Dengan cara mengocok 3/4 batang penisku dengan tempo cepat, dan sekali kocokan kubenamkan dalam-dalam sampai ujung kepala penisku mentok menggelitik dinding atas rahimnya. Hal itu pun kurasakan juga saat ujung kepala penisku menyentuh mentok pada leher atas rahimnya, rasanya ngilu, geli dan hangat. Dan saat itu lah yang membuat tubuh Yuni tegang sesaat kemudian.
“Nggghhh… eeghhh… ooohgghhh.. eenggghh… aaaghhh..!” Yuni terengah mengekspresikan orgasmenya yang sebentar lagi menjemput.
Tempo permainanku tidak kuubah sampai Yuni betul-betul menggapai orgasmenya, dan aku tetap mengatur irama nafasku, menyebabkan tempo permainan kami terasa lebih lama.

Kira kira 20 menit kemudian, tubuh Yuni menegang lagi. Kali ini ia melepaskan pegangan tangan kanannya dari sofa dan membelai rambutnya sendiri. Tubuhnya ia miringkan melihat ke arahku yang lagi sibuk menanamkan penisku. Bibirnya yang sensual itu terbuka lebar, melepas desahan nafsunya, matanya terpejam dan sesaat kemudian ia terlihat menjambak rambutnya dan tubuhnya oleng.
“Aaakkkhhh… aaakhhh… oookkhhh… ssshhh… nikmattthhh…” Yuni mengawali orgasmenya dengan diiringi goyangan pinggulnya.
“Oookkh… masukin yanggh.. dall… lammmhhh..!” pinta Yuni.
“Maaasshhh… nikmaaatthh..!” desis Yuni yang kini mempercepat hentakan pinggulnya.

Sedetik kemudian penisku kembali tertanam dalam-dalam dan kubiarkan tetap begitu sambil kuputar pinggulku perlahan untuk menambah sensasi bagi Yuni. Yuni semakin tidak dapat menguasai dirinya dan berteriak.
“Ookkkhh… aaaghh… Massshhh… Akuu… mauuu… kellu.. arrr.. lagiihh… oookhh..!” Yuni kembali mendongak, menjemput orgamenya yang kedua.
Pahanya kali ini dirapatkan, sehingga gigitan vaginannya tambah terasa di penisku. Seluruh batang penisku terasa diempot-empot dan hangat menggelitik. Yuni juga pandai memainkan otot vaginanya, meski sambil berorgasme atau barang kali itu suatu pasangan saat orgasme.

Demikian pula yang ia rasakan, benda pejal hangat itu semakin terasa menggelitik rahimnya, keluar masuk, keluar masuk, dan keluar lagi panas membara.
“Aaaghghhh… oooaaaghhh.. ssshhh.. ssh… mmmpphh..!” teriak Yuni menyambut orgasmenya yang entah keberapa, serasa tiada henti baginya.
Desahan, teriakkan, dan ceracau Yuni yang tidak karuan itu membuat gerakanku kini tidak terkontrol dan terkesan lebih kasar. Aku ingin segera memuntahkan sperma kentalku dalam rahimnya dan saat menyemprot itu lah, akan kutanamkan dalam-dalam di rahimnya.

Belum aku berpikir, selanjutnya ujung penisku kini berdenyut lebih keras, dan hal ini dirasakan juga oleh Yuni.
“Ookkghh.. Masss.. shshhh.. kelll… luarrriin cepethhh.. nggghhh..!” pinta Yuni yang rupanya sudah mulai ngilu.
“Yuuunn..!” bisikku sambil mempererat pelukanku di punggungnya.
Kuciumi belakang telinganya, belakang lehernya, punggungnya, dan sesekali ketiaknya, membuat desahanku dan Yuni memenuhi rumah kost yang sepi itu menjadi hingar bingar.

Sepintas kutengok dan melihat adegan di blue film sama seperti kami, doggy style dan kubisikkan ke Yuni untuk mengatur posisi. Kami kini dapat menikmati film biru itu sambil berdoggy ria. Aku melihat si wanita di film mulai orgasme, tubuhnya kejang dan berteriak-teriak dalam bahasa mandarin. Saat itulah tubuh Yuni juga tagang dan aku merasakan aliran mani mengalir perlahan. Pinggulnya ia goyang lembut, kemudian perlahan-lahan menjadi goyangan yang binal tidak terkontrol.
“Aaakkkhhhfgggh.. oookkkhhh… mmmppp.. Massshhh… cepethhh.. kelllu.. arrgh.. Aku udah gell… lii..!” pinta Yuni.
Rupanya ia tidak tahan dengan gerakan yang dibuatnya sendiri.
“Baik Yun..! Terima yachh.. sppppermmaa… Ku..!” teriakku sambil memperdalam tusukan penisku dalam-dalam dengan kuputar-putar di mulut vaginanya.

Aku melihat si cowok film blue film juga tegang, wajahnya mendongak terlihat tegang sekali sepertiku, tusukan penisnya tidak lagi beraturan, demikian pula yang kurasakan.
“Tinggg… tonggg..!” bunyi bel itu mengejutkanku, dan dengan cepat Yuni mencabut gigitan vaginanya.
“Aaakhhh..!” pekikku tertahan saat bersamaan dengan itu.
“Sialan..!” makiku dalam hati.
“Sabar yach Mas Yanto..! Yuni udah puas khok… tuh ada kejutan datang.” kata Yuni sambil mengenakan jeans pendeknya sekenanya.
“Biar Aku yang bukakan, Mas nggak usah pakai tuh pakaian.. pokoknya ini permainan asyik..!” kata Yuni sambil ngeloyor menuju ke arah pintu.

“Sialan tuh perempuan..! Teteknya tidak ditutup lagi..!” gumanku kesal melihat Yuni tidak ber-BH membuka pintu.
Memang kost-kost-an itu letaknya di kawasan elit, pagar dan gerbang depan juga tinggi, sehingga Yuni berani berbuat demikian, apalagi suasana rumah sepi begini. Aku berjalan mengitari sofa dan menghempaskan tubuhku, tanganku mebelai lembut penisku yang masih tegak dan belepotan maninya si Yuni. Sambil kuelus, aku membayangkan apa gerangan rencana Yuni ini. Pikiranku terus melayang, dan akhirnya kuputuskan untuk mengambil celanaku.

“Eeiittthh.. tunggu duluu..!” sergah sebuah suara lembut melarangku meneruskan rencanaku.
Akan tetapi itu bukan suara Yuni yang kukenal beberapa jam lalu, akan tetapi, “Kenalkan Aku Anisa.. Aku Ibu kost disini.” kata seorang wanita setengah baya berpakaian resmi, mungkin dia wanita karier kali yah.
Aku terkejut setengah mati dan berusaha mengambil lagi celanaku.
Akan tetapi, “Eittt jangaan..! Khan udah Aku bilang nggak usah dipakai tuh baju. Aku juga mau kontolmu yang besar and panjang itu.” sergah Anisa sambil membuka jas dan melempar tas kerjanya.
Wahh gumpalan payudara serta putingnya semakin kelihatan saat jasnya terlepas.
“36 yach..?” aku menebak dan menunjuk ke arah dadanya yang tak ber-BH.
“Eemmhh.. 36B tepatnya…” bisik Anisa seraya mendekatkan diri di sampingku.

Kuamati wajahnya, ada sedikit rasa lelah disana, akan tetapi tubuhnya yang fit itu tetap segar.
“Kamu nggak usah mikir itu Yuni, Dia udah maen tuh di ruang tamu sama Yudhi, pacarnya yang juga langananku.” kata Anisa menerangkan.
Pantes saja aku dengar sayup-sayup desahan Yuni dan Yudhi memacu birahi masing-masing.
“Emmmhh.. pantes! Lha orang Ibu kost-nya aja nafsunya kayak setan, apalagi anak kost-nya.” gumanku dalam hati.
“Eh.., kok bengong..? Mari Kita berpesta yuk..!” ajak Anisa sambil mengeluarkan sepotong viagra dan XTC.
“Aku percaya kemampuanmu… tapi lebih hebat kalo Kita juga fly sambil memuncratkan mani.” katanya ngawur.

Aku mengambil viagra itu dan kutelan habis, sementara ia meneggal XTC-nya itu. Batang kemaluanku yang sudah tegang, lima menit kemudian menjadi betul-betul keras. Anisa berjalan ke arah VCD dan menganti film-nya dengan making love party disco. Masih ada sisa 1 butir XTC, lalu kutelan lima menit kemudian, untuk mengimbangi fantasi Tante Anisa. Anisa tidak lagi kembali ke sofa, ia malah berdisco ria melepas satu persatu sisa pakaiannya sampai tubuh mungilnya kelihatan semua. Sampai pada suatu irama, ia tepat menghadap ke arahku dan membuka kedua pahanya, pinggulnya ia goyangkan memutar sambil memainkan otot vaginanya, sehingga bibir mayora-nya membuka dan vaginanya yang kelihatan pink itu mulai membasah.

Pintar sekali dia dan ia memulai pekerjaan tangannya. Pertama ia kulum itu telunjuk, lalu dihisap pelan-pelan seolah-olah sedang menghisap penis. Penisku semakin kencang saja melihat sensasi yang dibuatnya. Ia kemudian mengambil kursi bulat untuk dudukannya. Aku bangkit menghampirinya, akan tetapi kukaget bukan main, ternyata ia menolak dan memberi isyarat kepadaku untuk duduk sambil beronani ria.
“Sial..!” makiku dalam hati sambil beranjak menuju sofa.
Kupegang-pegang penisku, lalu kukocok sendiri perlahan mengikuti irama disco dan kukerjakan isyarat Anisa untuk mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

Aku hanya menemukan baby oil disana, lalu dengan satu kucuran sudah membasahi penisku. Gila fantasi Tante Anisa ini, betul-betul gila, akan tetapi aku menemukan sebuah nilai seks disana. Anisa mulai meringis saat telunjuknya memasuki vaginanya. Ia berdiri pada kaki kanan, dan kaki kirinya ia naikkan ke kursi bulat tadi. Desahannya tidak kudengar karena kalah oleh dentuman musik, namun aku menikmati fantasinya. Ia bermastrubasi ria sambil kutonton dan ia sendiri menikmati BF dari VCD Making love party yang ia nyalakan. Tangan kirinya mulai meraba payudaranya, kemudian diremasnya lembut dan dituntun ke arah bibirnya. Ia menghisap sendiri putingnya, sementara telunjuknya sudah kelihatan cepat keluar masuk tidak beraturan di liang rahimnya.

Kelihatan ia menggigit kecil putingnya, lalu ia kilir-kilir dengan kedua giginya. Sedetik kemudian ia mendongak dan memperdalam tusukan telunjuk di vaginanya.
“Aaakkgghghhh… mmmppphhh… oookkhh.. sshshhh… hhssshh..” Anisa mencapai orgasme rupanya.
Selesai, ia lalu telentang di karpet depan VCD. Kedua kakinya menghadap ke arahku. Anisa lalu membuka pahanya lebar-lebar dan meletakkan kedua telapak tangannya untuk memainkan vaginanya. Wajahnya tegang, kepalanya oleng kiri dan kanan dan bibirnya tak henti-henti mendesah. Ia lalu mengambil jari tengah tangan kanannya dan memasuki liang kenikmatannya.Tangan kirinya lalu merembet ke atas menjambak rambutnya sendiri.

Pengaruh XTC itu mempercepat datangnya orgasmenya yang kedua, gerakan tangan kanannya cepat tidak beraturan, menusuk liang rahimnya. Wajahnya terpejam dan bibirnya mendesis bagai ular.
“Oooggghhh… aaaghhhgghh…!” desah Anisa meregang orgasmenya.
Selesai itu, kemudian ia bangkit dan bergoyang erotis seirama rockndut dan kemudian berjalan ke arahku. Ia melepas dahaganya dengan menenggak air mineral dan duduk telentang di sampingku, kedua pahanya terbuka lebar. Aku mengelus batang kejantananku yang hampir memuncratkan maniku karena sudah sangat birahi melihat pertunjukan Anisa. Aku berdiri dan berjoget, yang kubuat seerotis mungkin, kupegang erat-erat penisku dan kukocok-kocok lembut. Aku melihat Anisa memainkan lagi telunjuknya di vaginanya, sementara aku masih menggoyangkan pingggulku. Aku hentakkan lembut sambil kukocok penisku sendiri, fantasi ini memang luar biasa nimatnya.

Aku melihat Anisa mulai menegang, tapi kali ini ia tidak memejamkan matanya, ia hanya mendesis, mendesah dan sesekali metanya yang indah itu terpejam. Baby oil membuat penisku semakin terasa lembut dan penisku bertambah semakin hangat. Darahku berdesir kencang melihat Anisa meregang orgasmenya.
“Aaakhhggghh… mmmppphhh..!” desah Anisa yang kulihat dari vokal bibirnya.
Aku juga ingin segera memuntahkan spermaku di hadapan Anisa, kupercepat kocokan penisku dan semakin lama kocokanku tidak beraturan.
Goyangan pinggulku pun semakin tidak menentu dan semenit kemudian, nafasku terhenti, dan, “Aaaakkhhh… crotthh.. crottthhh..!” spermaku memancar deras bersamaan lelehan mani Anisa di sofa.

Aku lalu menghampiri Anisa, kubimbing dia untuk berdiri, lalu aku duduk. Anisa kini berdiri dengan kedua lututnya dan kedua pahanya mengangkangi pinggulku. Pengaruh viagra menjadikan penisku tetap tegak meski sudah memuncratkan laharnya. Aku pegang pinggul Anisa dan kubimbing liang vaginanya mendekati batang kejantananku. Hanya dalam sekejap, seluruhnya amblas.
“Slleerrppptt..!” 15 cm penisku sudah menjejali vagina Anisa dengan mudah.
“Aaaghhh… ookkhhh… mmmppphhh.. ssshshhh… ssshhh.. nimathhh..!” ceracau Anisa.
“Mmmpphh… tusuk.. yang.. dall.. lammphh..!” pinta Anisa.
Aku sentakkan keras, dan amblas lagi penisku dalam vaginanya, kami bergoyang menggapai orgasme seirama dentuman musik.

Anisa memang hebat, 30 menit berlalu, kami belum juga ada tanda-tanda orgasme, malah ia tambah hebat. Ia berjongkok dengan kakinya dan bergoyang hebat, sesekali tubuhnya kian naik dan turun mengocok penisku. Pada menit ke 50, saat tubuh kami sudah mulai lemas, Anisa terdiam dan wajahnya ekspresif sekali, itulah tanda orgasmenya segera datang. Aku lalu meraih minuman mineral dan menenggaknya. Dan setelah kuletakkan, aku menambah tempo perputaran pinggulku.
“Aaahhh… Kkuu.. maauuu.. sss..!” desis Anisa yang kututup bibirnya dengan kecupanku.
“Nggghhh… oookkkhhh… Yaannn… aaa…. kkkuu..” mata Anisa mendelik dan di bagian lain vaginanya mengempot keras.

Aku pun tidak tahan untuk segera ejakulasi, karena orgasme kami telah kami capai entah berapa puluh kali.
“Akk.. kuuu… nnnghhh..!” Anisa mulai terengah.
“Sammm… ma.. sammm.. maa Tante..!” pintaku sambil menghisap putingnya.
Lima detik kemudian, kepalanya mendongak menjauhiku, tangannya mencengkeram keras ke pundakku.
“Yaaannn… aaaggghhh… oooggghhh.. mmmppphhh… aa, aaa… aaa… aaa.. aaakhhh..!” kami ejakulasi dan orgasme bersamaan.

Ah, gila memang fantasi Anisa, namun nikmat tiada tara. Spermaku terasa kering tersedot empotan vagina Anisa. Yuni akhirnya menyusul kami ke ruang tengah, sementara Yudhi terkapar di ruang tamu. Aku menghabiskan lagi satu babak dengan Yuni, hingga kami bertiga ketiduran dan terbangun tengah malam. Kami lalu bertiga keluar mencari STMJ. Setelah mengantar Yudhi pulang, kami melanjutkan permainan kami di Graha Santika Hotel.

Di hotel kami membuat fantasi. Pertama-tama adalah Yuni dan Anisa bermain lesbi dan aku beronani ria sambil menyaksikan mereka. Kemudian aku dan Yuni berkuda lumping, sementara Anisa masturbasi ria sambil menyaksikan kami. Dan ketiga kami berdisco dan joget bersamaan dan masing masing sambil bermasturbasi ria, lalu aku menyetubuhi dua wanita itu bergantian.

“Yach kadang fantasi seksual memang harus dituruti..” kata Anisa suatu saat setelah Yuni ketiduran karena lelah.
“Aku tidak pernah dapat mengekspresikan hal ini kepada suamiku yang super sibuk dan tidak dapat memuaskan Aku karena impoten serta sibuk dengan WIL-nya.” keluh anisa seraya mengepulkan asap mild-nya.
“Nich.., terima..!” kata Anisa seraya menyodorkan puluhan lembar ratusan ribu.
“No.. thanks..,” aku menepis tangan Anisa.
“Liburanku ini pun teramat indah bagiku.. dan itu lebih indah besama Tante.” tambahku.
“Kalo Lo mau, nanti kukenalkan WIL suamiku padamu, dan Ia juga sangat berfantasi seperti Aku.” sambung Anisa.

Kami bertiga pun akhirnya tertidur mesra, dan esok pagi kulanjutkan perjalanan kami ke Bandungan dan menginap 3 hari tiga malam disana.

TAMAT

41 Comments on "Kabut Pagi di Simpang Lima 02"

  1. Winnie Yanthi | 20/11/2009 at 02:00 | Balas

    Naik MobilMobilan saat Malam Hari Libur di Simpang Lima . Wahyu Puspitaningrum.

  2. Natalie Sarah | 20/11/2009 at 08:12 | Balas

    FOTO MEMEK FOTO BUGIL CERITA DEWASA Gambar Bugil . Awal Menjadi Gigolo 02 Gadis Sange Nakal dan House 121 2 Cerita Seks Dewasa Apotik 24 Jam Cewek Alay Binal Narsis Kabut Pagi di Simpang Lima 01.

  3. Marcella Lumowa | 20/11/2009 at 09:28 | Balas

    Renungan Inspiratif Arsip Laman 10 dari 10 Berita Aneh . Kabut Pagi di Simpang Lima 02 Sekretaris Pribadi Ngentot Sama Pembantuku Yang Sexy 9 Hal Menyenangkan yang Bisa Dilakukan Tanpa Uang 2015 Berita Aneh Tapi Nyata .

  4. Debby Sahertian | 20/11/2009 at 12:53 | Balas

    Kabut Pagi di Simpang Lima 01 PUSAT CERITA DEWASA. Kabut Pagi di Simpang Lima 01 Denyutan di ujung penisku semakin tidak teratur saat Yuni mulai meningkatkan tempo Bersambung ke bagian 02 at 1014 .

  5. Amanda Manopo | 20/11/2009 at 20:48 | Balas

    UserYesasmi Wikipedia the free encyclopedia. dentuman pada pukul 1002 terdengar di Ketika itu sekitar pukul empat pagi Di kapal mungkin juga sampai Selasa pagi Selama lima hari .

  6. Zee Zee Shahab | 21/11/2009 at 00:23 | Balas

    Kabut Pagi di Simpang Lima 01 Home Daily Mail Online . Tahun 1997 adalah tahuntahun keperkasaanku dimana saat itu aku masih berusia 25 tahun dan banyak gadisgadis menunggu giliran apelku tiap malam minggu.

  7. Chika Waode | 21/11/2009 at 01:09 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 02. Selama satu minggu Ibu Mertuaku berada di Jakarta hampir setiap hari setiap ada kesempatan aku dan Ibu Mertuaku selalu mengulangi persetubuhan kami.

  8. Imel Putri Cahyati | 21/11/2009 at 06:34 | Balas

    kisah cerita Kabut Pagi di Simpang Lima 02. Setelah puas bermain di anusnya tangan kiriku membelai pinggulnya dan kupegang penisku dengan tangan kanan Perlahan kuletakkan di mulut rahimnya yang .

  9. Tata Sivek | 21/11/2009 at 19:06 | Balas

    FOTO MEMEK FOTO BUGIL CERITA DEWASA Gambar Bugil . Alhasil memeknya nongol dan berhasil diabadikan oleh kontributor kami di lokasi Awal Menjadi Gigolo 02 Gadis Sange Nakal Kabut Pagi di Simpang Lima 01.

  10. Kelly Tandiono | 21/11/2009 at 19:35 | Balas

    LIPUTAN 6 PAGI SCTV YouTube. LIPUTAN 6 PAGI SCTV YouTube DK diri.

  11. Tika Putri | 22/11/2009 at 00:08 | Balas

    Wanita Arsip Laman 2 dari 15 Berita Aneh dan Unik Di . Kabut Pagi di Simpang Lima 02 Aku Dapat Bidan Perawan Penjelasan mengenai membuat sidebar blog 2015 Berita Aneh dan Unik Di Dunia .

  12. Pipik Dian Irawati | 22/11/2009 at 01:48 | Balas

    CFC Plasa Simpang Lima Food Restaurant Facebook. CFC Plasa Simpang Lima 207 likes 191 were here belanjaan aku kemarin ketinggalan di meja dan masi h disimpan Selamat Pagi Semarang .

  13. Meiditha Badawijaya | 22/11/2009 at 06:15 | Balas

    Ayam Kampus Hot Binal FOTO MEMEK FOTO BUGIL CERITA . Recent Posts Ayam Kampus Hot Binal Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 02 Foto Gambar Memek Miyabi Hot Foto Bugil Anak SMP Pamer Paha Mulus.

  14. Geccha Tavvara | 22/11/2009 at 11:14 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 01. Kabut Pagi di Simpang Lima 01 Kabut Pagi di Simpang Lima 02 Sambungan dari bagian 01 Setelah puas bermain di anusnya .

  15. Ashilla Zee | 22/11/2009 at 13:09 | Balas

    LIMA Cerita Sex. Pada tahun 1995 saya kuliah di daerah Semanggi Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 01 Saturday May 9th 2015 Kabut Pagi di Simpang Lima 02.

  16. Ricca Rachim | 22/11/2009 at 15:51 | Balas

    101 TEMPAT MAKAN MURAH DI SEMARANG BlogNya WarDie. Ayam goreng Bu Kliwon Kokrosonobuka mulai jam 1700 pagi sampai dengan jam Jam buka 18000200 di Simpang Lima Plaza2 lt 2 .

  17. Nadila Ernesta | 23/11/2009 at 03:17 | Balas

    Pagi Foto Bugil Cewek Seksi Memek Telanjang. Kabut Pagi di Simpang Lima 02 25th March 2015 Cat Foto 62 Views No Comments Sambungan dari bagian 01 Setelah puas bermain di anusnya .

  18. Monica Sayangbati | 23/11/2009 at 06:44 | Balas

    Foto Asmirandah Di Acara Coa Cola FOTO MEMEK FOTO . Foto Asmirandah Di Acara Coa Cola May 18 2015 tantebugils Post navigation Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 02 .

  19. Zaneta Georgina | 23/11/2009 at 06:52 | Balas

    Semarang in The Picture jalanjalan ke simpang lima semarang. Hotel Horison dan Matahari Plasa Simpang Lima di Kantor Redaksi Harian Pagi Suara Merdeka terletak di andy said this on 2 November 2012 at 502 .

  20. Moudyzanya Milanka | 23/11/2009 at 12:03 | Balas

    Foto ABG Narsis di Supermarket FOTO MEMEK FOTO BUGIL . Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 02 Foto Gambar Memek Miyabi Hot Foto Bugil Anak SMP Pamer Paha Mulus Cerita Seks Dewasa Kekuatan Cinta 01.

  21. Poppy Bunga | 23/11/2009 at 13:34 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 01 . Bersambung ke bagian 02 Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 01 bekatak terbang 45 Related Posts Cerita Seks Dewasa Andani Citra .

  22. Jihan Fahira | 23/11/2009 at 14:56 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 01 . Tahun 1997 adalah tahuntahun keperkasaanku dimana saat itu aku masih berusia 25 tahun dan banyak gadisgadis menunggu giliran apelku tiap malam minggu.

  23. Shinta Bachir | 23/11/2009 at 22:51 | Balas

    SINDOnews Berita Daerah Dan Provinsi Di Indonesia. Cerita Pagi Soekarno Masuk Surga 05 Juli 2015 0204 WIB Nusantara Jajaran pegawai di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah .

  24. Ririn Dwi Ariyanti | 24/11/2009 at 01:26 | Balas

    Cerita mesum gadis kecil di simpang lima. Cerita mesum gadis kecil di simpang lima Kabut Pagi di Simpang Lima 01 rambutnya tergerai indah seperti gadisgadis sunsilk pahanya bukan main .

  25. Cassandra Sheryl Lee | 24/11/2009 at 02:46 | Balas

    Comments on PUSAT CERITA DEWASA Kabut Pagi di Simpang Lima 02. babrbr a hrefhttpbappalinkredirectblogspotin201505hindichoti2 02 23T00414790308 cantikdiperkosa .

  26. Nena Rosier | 24/11/2009 at 06:37 | Balas

    Kabut Pagi di Simpang Lima 02 Home Daily Mail Online. Sambungan dari bagian 01 Setelah puas bermain di anusnya tangan kiriku membelai pinggulnya dan kupegang penisku dengan tangan kanan Perlahan kuletakkan di mulut .

  27. Agesh Palmer | 24/11/2009 at 09:04 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 01. Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 01 Cerita Seks Dewasa Lagu Kehidupan 02 Copyright 2015 Kumpulan Cerita Sex Dewasa All Rights Reserved.

  28. Reggy Lawalata | 24/11/2009 at 18:12 | Balas

    solichiin s81487387 Twitter. The latest Tweets from solichiin s81487387 Pon sex yook dek.

  29. Putri Patricia | 24/11/2009 at 23:39 | Balas

    Makanan Unik Arsip Berita Aneh dan Unik Di Dunia. Di sana ada coklat yang dibuat tidak memakai susu sapi Kabut Pagi di Simpang Lima 02 7 Mitos Seputar Kecantikan Di Indonesia Yuna Belum Bertaraf Antarabangsa .

  30. Catherine Wilson | 25/11/2009 at 01:55 | Balas

    Simpang Lima Komunitas Jalan2 Terbesar Indonesia Ayo . Simpang Lima di minggu pagi kini menjadi tempat untuk berolahraga masyarakat Assessment on 02242013 Reply Apa Pendapat Anda Click here to cancel reply.

  31. Citra Kharisma | 25/11/2009 at 03:46 | Balas

    kisah cerita Kabut Pagi di Simpang Lima 01. Cerita ini dimulai saat aku mengambil cuti tahunanku selama 1 minggu dalam rangka refreshing setelah aku berhasil mengerjakan proyek berskala besar untuk .

  32. Maria Oentoe | 25/11/2009 at 03:58 | Balas

    Jam Tangan dengan 1 Jarum Penunjuk Berita Aneh Tapi . Coba lihat apa yang aneh di jam tangan iniDefakto adalah sebuah jam tangan yang hanya punya satu jarum penunjuk bukan 2 seperti biasanya dan dijamin banyak .

  33. Chelsea Islan | 25/11/2009 at 04:39 | Balas

    Comments on PUSAT CERITA DEWASA Kabut Pagi di Simpang Lima 01. babrbr a hrefhttpbappalinkredirectblogspotin201505hindichoti2 02 23T00111264508 cantikdiperkosa .

  34. Tike Priatnakusumah | 25/11/2009 at 04:42 | Balas

    Kabut Pagi di Simpang Lima 01 Foto Bugil Memek Tante ABG . Tahun 1997 adalah tahuntahun keperkasaanku dimana saat itu aku masih berusia 25 tahun dan banyak gadisgadis menunggu giliran apelku tiap malam minggu.

  35. Becky Tumewu | 25/11/2009 at 07:52 | Balas

    Kabut Selimuti Palembang Foto Sriwijaya Post. kabut tebal sekitar pukul 0500 pagi di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di perempatan simpang Polda Senin 1122014 Kabut tebal di Sore Hari Kabut .

  36. Alexandra Gottardo | 25/11/2009 at 10:59 | Balas

    Kabut di Trowulan Tadi Pagi Sangat Tebal Ochim Personal Blog. Hampir setiap hari saya melintas di kawasan Trowulan pada pagi hari Mulai di kawasan Brangkal kabut sudah mulai tebal Penertiban di Simpang Empat .

  37. Uli Auliani | 25/11/2009 at 12:07 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 01. Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 02 Wednesday June 24th 2015 Bugil Sambungan dari bagian 01 Setelah puas bermain di anusnya .

  38. Revalina Temat | 25/11/2009 at 12:46 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 02 BLOG . Terimakasih telah berkunjung ke blog BLOGOCEWECOM dan membaca Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 02 by Oce We has blogged 2770 posts Bookmark http .

  39. Siti Helda Meilita | 25/11/2009 at 15:42 | Balas

    Model ABG Bugil Narsis FOTO MEMEK FOTO BUGIL CERITA . Awal Menjadi Gigolo 02 2 Cerita Seks Dewasa Apotik 24 Jam Cewek Alay Binal Narsis Cewek Toge Tapi Cantik Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang .

  40. Nina Tamam | 25/11/2009 at 15:55 | Balas

    Belum Jodoh di Umbulsidomukti Secret Sky. Tempat yang jauh dari kebisingan dan sesaknya Simpang Lima terpampang tegar meski diselimuti kabut pukul tujuh pagi di Minggu yang .

  41. Salma Paramitha | 25/11/2009 at 18:23 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Kabut Pagi di Simpang Lima 02 . Sambungan dari bagian 01 Setelah puas bermain di anusnya tangan kiriku membelai pinggulnya dan kupegang penisku dengan tangan kanan Perlahan kuletakkan .

Leave a comment

Your email address will not be published.


*