Indolucky

Damned True Story 06

176hu

Sambungan dari bagian 05

Qra menghampiriku dan mengulurkan tangan. Aku membalas jabatannya erat.
“Makasih, mau datang. Masuk, yuk..?”
Aku menggeleng. Sementara aku ingin benar masuk, pandangan sinis si Genuk terlintas lagi di benakku. Bagaimana sekarang? Apakah semua masih menyimpan kegusaran itu? Tapi akhirnya kuturuti juga ajakannya. Walaupun semakin dekat keraguan itu semakin besar.

“Duduk Ray. Mau minum..?”
Aku menggeleng lagi, “Tidak. Thanks. Jadi ada apa denganmu?”
Qra mendudukkan tubuhnya di atas meja teras, tepat di sampingku. Mendadak dapat kulihat kekusutan terbayang di wajahnya.
“Aku butuh bantuanmu kali ini.”
“Tunggu,” tukasku, “Apa yang membuatmu yakin kalau aku bisa membantumu?”
Ia tersenyum, kukira itu senyum yang kecut.

“Umm.., gimana ya, soalnya kamu yang paling pandai menenangkan hati.”
Aku tertawa, “Yang benar saja.”
“Iya.”
“Kamu.., masih marah padaku?” aku bertanya ragu-ragu.
Qra terlihat tersenyum dan menggeleng, “Aku sudah melupakannya, kok. Nyantai aja.”
Tulang-tulangku melemas. Aku lebih tenang sekarang.
“Thanks,” kataku kemudian, “Jadi apa yang bisa kubantu?”
“Aku punya seorang pacar..,” Qra berkata, lalu menatapku, seolah ingin melihat reaksiku.
Aku hanya tersenyum dan mengangguk, “I see. Lalu?”
“Tapi sudah putus,” Qra berkata lagi, membuatku terpaksa tertawa, karena wajahnya lucu benar saat mengatakan itu. Antara nyengir dan senyuman sakit hati.
“Jangan cerita,” sahutku kemudian, “Lanjut..!”

“Putusnya sekitar seminggu yang lalu. Aku mau cerita, dan jangan dipotong satu kata pun, oke? Waktu itu memang kurasa aku yanng salah. Jadi sekarang, malam ini, dia ulang tahun. Dan aku ingin meminta maaf padanya.”
Aku memandang heran, “Lalu apa butuhnya aku di sana?”
Qra tersenyum, “Selain mengantarku? Hmm.., entah mengapa aku hanya ingin kamu ada di situ saat itu. Bukan saat pestanya. Tapi.. entahlah… hanya sebuah firasat.”

Senyumku tersungging seketika. Wanita memang susah diprediksi, apalagi dalam beberapa masalah yang menyangkut perasaannya.
“Baiklah,” jawabku tanpa pikir panjang, “Kalau hanya itu aku tak perlu berganti pakaian.”
Qra terkekeh girang. Sejenak wajahnya tampak lebih berseri.

Aku sedikit terpesona saat melihat gadis itu melangkah keluar dari pintu rumah. Ia tampak begitu anggun, hingga aku nyaris tidak mempercayai bahwa Qra yang sama yang sebegitu teganya kupermainkan perasannya setahun yang lalu. Ia terkekeh saat menyadari aku tidak berkedip. Qra menggerakkan tas kecil yang tergantung di lengannya, memukul bahuku lembut.
“Kenapa bengong? Ayuk..!”
Aku tersenyum dan mengangguk.

Yang kurasakan selama perjalanan hanyalah kebekuan. Aku tidak tahu harus berkata apa. Tidak tahu harus memulai dari mana. Aku sudah tidak pernah lagi menjumpainya sejak tragedi sinetron di depan kost itu. Menelepon pun hanya sekali, yaitu beberapa hari setelah kejadian itu, hanya untuk meminta maaf yang bersambut tangisan. Dan tidak pernah kubayangkan, kalau aku akan bersama dengannya sekarang. Hanya berduaan dalam satu mobil yang melaju kencang. Aku ingin berbincang dengannya. Hanya aku tidak dapat.

“Ray, mobil kamu baru? Yang silver di mana?”
Aku tertawa kecil, menggelengkan kepala, “Sudah dikandangkan. Sejak aku menubruk orang enam bulan yang lalu. Bad sign, kata orang-orang, jadi kulepaskan saja setelah direparasi. Yang baru juga baru saja nabrak orang tadi pagi. Sial benar. Yang ini mobilnya teman, aku pinjam.”

Qra menatapku, lalu tertawa dengan menutup bibirnya.
“Kamu memang aneh. Tapi sayang…”
“Sayang?” tanyaku tidak mengerti.
“Iya,” Qra tersenyum tanpa memandangku, “Banyak kenangan di situ.”
Aku yang sekarang tertawa, “Jalan tol..,” bisikku.
Qra meninju lenganku dan tergelak.

Waktu itu, malam. Aku dan Qra berduaan di tempat peristirahatan, di antara Surabaya dan Gempol. Bermesraan, melupakan potongan roti yang berserakan di jok belakang. Tengah ‘asyik-asyiknya’, mendadak sinar senter masuk dari jendela depan. Apa mau dikata, akhirnya kami berdua tergesa-gesa merapikan baju dan keluar. Yang terjadi selanjutnya, adalah uang lima puluh ribuan yang terbang dari sakuku, sebagai uang tutup mulut dari para petugas patroli jalan tol yang entah mengapa pula mendadak iseng menyenteri mobil-mobil yang parkir di wilayah peristirahatan.

Suasana di dalam mobil berubah hangat ketika kami berdua tertawa berbarengan. Segala kekakuan itu terasa lenyap seketika. Aku lebih senang situasi seperti ini, dan tentu saja aku berusaha keras untuk tidak membelokkan pembicaraan kembali ke titik semula.
“Jadi, bagaimana kuliahmu sekarang?”
“Bagus,” Qra tersenyum, “Sebentar lagi aku maju. Kamu mau doain?”
Aku mengangguk, “Tentu saja.”
“Kamu memang baik, Ray. Bahkan saat kamu jahat, kamu tetap baik.”
Aku terhenyak. Bukannya merasa tersanjung, tapi aku merasa kata-kata itu bagaikan pedang yang menyayat hatiku, menyindirku habis-habisan. Iblis bertopeng manusia.

Tidak berapa lama kemudian kami sampai di depan hotel. Qra tidak menunggu sampai aku turun dan membukakan pintu. Ia tersenyum saat aku memandangnya heran.
“Kamu tunggu saja. Aku kan tidak mengajakmu turun. Mau kan? Mungkin acaraku selesai sekitar pukul sembilan. Tapi aku tidak jamin juga.”
Aku menggeleng-gelengkan kepala sambil nyengir, “Dasar,” ucapku lalu terkekeh.
Qra meleletkan lidahnya dan melambaikan tangan.

Tidak berapa lama kemudian aku sudah keluar dari pelataran hotel. Dalam hati aku masih bertanya-tanya, apa yang sedang kulakukan di sini. Dan sekarang, apa yang harus kulakukan? Kebingungan, akhirnya aku menuju ke warnet terdekat.

Aku tersenyum saat melihat gadisku ada di sana. Ia menyapaku dengan heran.
“Ray? Ngapain jam segini?”
“Mencari kamu,” jawabku lewat tulisan.
“Ih, dasar deh. Kemarin sudah dapat jatah masih kurang juga.”
Aku tertawa.

Dunia maya memang menjadi sarana kedua kami, apabila kami tidak sedang berduaan. Dan saat-saat seperti ini, Moogie memang selalu aktif. Menyenangkan menjalin hubungan demikian. Jumat aku ke rumahnya, Sabtu bertemu pula dalam imajinasi. Lalu kami mulai teribat percakapan ‘panas’, hingga tidak terasa waktu cepat berlalu.

“Say, aku off dulu,” tulisku setelah jam di tangan menunjukkan pukul 20:45.
“Oke, take care,” sahut Moogie dua puluh kilometer jauhnya.
“Nanti malam… kamu.. aku…” aku melihat Moogie menuliskan tanda ‘:)’ di layar monitor.
“Aku tunggu,” begitu tulisnya kemudian.
“Satu jam. Satu jam saja. Bye, honey.”

Aku tersenyum dan meng-close chat-window. Aku sayang pada Moogie, dan salah satu alasannya adalah karena ia tidak pernah sekali pun merongrongku dengan pertanyaan yang mendesak. Seperti saat itu juga. Aku mungkin tidak dapat menjawab seandainya ia menanyakan aku hendak kemana.

Aku melajukan mobilku menelusuri jalan raya. Sebetulnya aku menunggu telepon dari Qra. Tapi kupikir, jarak yang kutempuh dari warnet ini cukup jauh, sekitar 15 menit, jadi kalau aku berangkat setelah Qra menelepon, mungkin aku akan membuatnya terlantar selama 15 menit.

Benar juga. Lima menit setelah aku meluncur, handphoneku berbunyi.
“Kamu di mana, Ray?”
“Aku di jalan, mau jemput kamu. Sekitar sepuluh menit lagi.”
Lalu tidak ada suara apapun.
“Halo? Qra? Qra?” aku memanggil-manggil.
Tidak berapa lama kemudian terdengar desahan, “Iya, aku tunggu.”
Lalu call-end. Aku termenung. Firasat, katanya tadi. Aku mungkin dapat menebak dengan tepat apa yang sudah terjadi sebenarnya. Segera kutekan pedal gas untuk dapat lebih cepat sampai.

Qra terlihat menunggu di lobby. Suasana hotel itu terlihat sepi. Aku bertanya-tanya dalam hati, sebetulnya pesta itu dimana? Lokasi hotel itu sendiri sebetulnya tidak asing lagi bagiku. Aku beberapa kali datang ke hotel itu, baik dalam rangka kerja ataupun sekedar menghabiskan malam di pub-nya. Tapi kalau pesta ulang tahun, aku tidak tahu lagi.

Gadis itu tersenyum saat melihatku datang.
“Sudah lama?” tanyaku seraya tersenyum.
Pria yang berdiri di belakang bar resepsionis melirik ke arahku dengan pandangan sinis. Bagaimana tidak, saat itu aku hanya menggunakan setelan kaos lengan panjang dan jelana jeans selutut. Persis turis dari luar negeri yang tidak pernah mandi, lengkap dengan rambut gondrong dan janggut tebal.

Aku menjulurkan tangan saat melihat Qra tidak juga bangkit berdiri. Gadis itu tersenyum dan meraih lenganku.
“Makasih,” hanya kata itu yang terdesis darinya.
Aku dapat menangkap raut sedih saat aku memandang wajahnya. Ah, wanita, pikirku dalam hati, tidak akan pernah reda dilanda kebingungan.

Kugandeng lengannya menuju ke pintu kaca. Kurang selangkah, kurasakan lengannya melingkari pinggangku.
“Ray,” kudengar ia berbisik, sementara pipinya menempel di telingaku.
“Bawa aku pergi dari sini.”
Aku menarik napas panjang dan menepuk pundaknya lembut.
“Aku tahu… aku tahu…”

Tidak berapa lama kemudian, mobil yang kami naiki sudah meninggalkan gerbang hotel. Selama beberapa puluh meter selanjutnya, tidak ada satu patah kata pun yang terdengar. Aku juga membiarkannya larut dengan perasaannya sendiri. Aku mulai merasa pasi dengan dugaanku sendiri. Seorang gadis yang patah hati. Seorang pemuda yang penuh harapan. Kasih dan sayang, yang merupakan obat paling mujarab. Lalu hilang. Dan saat ingin kembali, kenyataan yang pahit sudah menunggu.

Dalam hati aku sadar, bahwa justru lebih sering ‘diriku’ yang berperan sebagai ‘pemuda yang penuh harapan’. Dulu aku juga yang melakukannya pada gadis yang sedang terpekur di sampingku saat ini. Qra, maafkan aku. Aku benar-benar seorang bajingan. Barangkali aku memang tidak usah mengangkat handphone sore tadi.

“Ray,” mendadak gadis itu memanggilku, mengejutkanku.
“Apa?” tanyaku setelah menenangkan hati.
Qra menoleh dan tersenyum menatapku, “Ke jalan tol, yuk? Seperti dulu. Aku kangen.”
Aku terkekeh, lalu menggelengkan kepala, “Jangan ah. Nanti banyak setan. Ini sudah malam. Kamu sebaiknya pulang.”
“Ray..!”
Aku menoleh dan melihat kaca-kaca retak di matanya.

Kubelokkan mobilku tepat di lampu merah kedua. Tidak perduli rambu-rambu lalu lintas. Yang kupikirkan sekarang tidak ada. Sama sekali tidak ada. Benakku kosong, seolah tersihir oleh kaca-kaca retak itu. Kuinjak pedal gas, membiarkan mobilku meluncur di jalanan yang semakin lengang.

Tidak ada suara sama sekali. Hanya desis AC dan kelap lampu jalan yang berlari. Aku masih tidak memikirkan apapun. Yang kulakukan saat itu selain membayar seribu rupiah pada penjaga tol hanyalah menginjak pedal gas.

Selang bebrapa menit dari gerbang tol, Qra menggenggam lengan atasku.
“Ray, aku mau berhenti.”
“Di sini?” tanyaku heran.
“Iya,” kudengar Qra mendesis.
Aku tidak dapat melihat raut wajahnya dengan jelas. Lampu-lampu yang berbaris di tengah jalan tol itu terlalu jauh untuk meneranginya, lagipula aku berjalan agak dekat ke bahu jalan. Akhirnya kuinjak pedal rem, dan mobil berhenti perlahan.

“Ray..,”
“Hmm..?” gumamku.
Aku tidak berani menatapnya. Aku merasa takut pada diriku sendiri.
“Aku mau menangis,” kudengar ia berkata, “Tapi aku tahu kamu takkan suka.”
Aku tersenyum dan mengangguk, masih tidak menoleh.
“Iya, aku tak suka dengan cewek cengeng. Tapi…”
“Tapi kalau mau menangis, menangislah… itu yang akan kamu katakan, bukan?”
“Ah..,” sahutku pendek, lalu tertawa kecil. Kudengar Qra juga ikut tertawa.

“Jadi,” ucapku beberapa saat setelah tawa itu berhenti, “Ada orang lain?”
Qra mengangguk tanpa menoleh. Dari sudut mataku, kulihat ia memandang jauh ke depan.
“Kamu… tidak apa-apa?” tanyaku kemudian.
Qra menoleh dan menggeleng, “Aku tidak apa-apa. Sudah pernah.”
Senyumku jadi kecut seketika.

“Aku mau dipeluk…” mendadak kata-kata itu keluar darinya.
Tuhan, bisikku dalam hati. Apa yang kupikirkan saat ini?
“Jangan. Aku tidak mau,” ucapku seraya menundukkan kepala.
Qra tertawa. Nadanya sumbang, “Sudah kuduga. Padahal aku mengharapkan kamu mau meminjamkan dadamu, makanya aku mengajakmu tadi. Yah, mungkin aku memang tak layak untuk dicintai siapapun.”
“Qra..,” ucapku dengan nada protes.
Kupalingkan wajahku dan sedikit terenyuh saat ia juga sedang menatapku. Tatapannya kosong. Ia tersenyum, dan kosong pula.

“Please… semenit saja..!”
Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tapi tanganku bergerak lebih cepat dari otakku. Terangkat, lalu merengkuhnya dalam dekapanku. Qra mendorong kepalanya, menekan dadaku.
“Ray, aku akan menangis sekarang.”
Aku tersenyum geli. Kuanggukkan kepalaku.
“Dadaku ada di sini, Qra.”

Yang terjadi kemudian, aku membiarkan gadis itu menangis sejadi-jadinya. Ia menggerung, mengerang, dan bergetar di dadaku. Sementara aku hanya dapat diam tidak bergerak. Tidak tahu harus berbuat apa. Tidak ingin kesalahan demi kesalahan besar muncul dari yang kecil-kecil.

Lima menit lamanya kubiarkan ia seperti itu. Sampai akhirnya Qra menarik tubuhnya menjauh. Matanya masih basah. Kujulurkan tanganku ke belakang, meraih beberapa lembar tissue dan menyodorkannya.
“Thanks,” Qra berkata sambil tersenyum.
“No problem,” sahutku lalu ikut tersenyum.

Bersambung ke bagian 07

48 Comments on "Damned True Story 06"

  1. Rahma Landy | 18/11/2009 at 14:30 | Balas

    The Book of the Damned Part 2 True Story of Occult . The Book of the Damned Part 2 Collection of Occult Supernatural Phenomena Audiobook Paranormal Supernormal by Charles Hoy Fort.

  2. Leylarey Lesesne | 18/11/2009 at 18:24 | Balas

    Amazoncom The Damned United Michael Sheen Colm Meaney . From the Academy Awardnominated writer of The Queen and FrostNixon The Damned United is based on the incredible true story of Brian Clough one of Englands .

  3. Lia Ananta | 18/11/2009 at 19:51 | Balas

    Snedeker family member goes on record with Damned . Snedeker family member goes on record with Damned Connecticut Ghost Stories Damned Connecticut 1 day 6 hours ago on Mon 06292009 437am.

  4. Vicky Monica | 18/11/2009 at 21:07 | Balas

    Damned Strong Love The True Story of Willi G and Stefan . Based on a true story of forbidden wartime romance Damned Strong Love is framed by a letter to the reader from the real Stefan who cooperated with Lutz van Dijk in .

  5. Jessica Mila | 18/11/2009 at 21:24 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 01 BLOGOCEWECOM. Cerita Seks Dewasa Damned True Story 06 Cerita Seks Dewasa Damned True Story 09 Damned True Story 01 by Oce We has blogged 2767 posts Bookmark .

  6. Alexandra Gottardo | 19/11/2009 at 06:06 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 06 Cerita Kita. Sambungan dari bagian 05 Qra menghampiriku dan mengulurkan tangan Aku membalas jabatannya eratMakasih mau datang Masuk yukAku menggeleng.

  7. Sheila Marcia Joseph | 19/11/2009 at 07:20 | Balas

    10 Paranormal Movies loosely Based on True Events video. Hey we called this list the top 10 paranormal movies based on true storieswe didnt say all the movies would be awesome Unfortunately the film .

  8. Manohara Odelia Pinot | 19/11/2009 at 08:55 | Balas

    Damned Strong Love a True Story book 1 available . Based on a true story of forbidden wartime romance Damned Strong Love is framed by a letter to the reader from the real Stefan who cooperated with Lutz van Dijk in .

  9. Rahma Landy | 19/11/2009 at 10:01 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 06 Kumpulan . Sambungan dari bagian 05Qra menghampiriku dan mengulurkan tangan Aku membalas jabatannya eratMakasih mau datang Masuk yukAku menggeleng Sementara aku.

  10. Pipik Dian Irawati | 19/11/2009 at 11:53 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 08 Kumpulan . Sambungan dari bagian 07Kepala gadis itu terjatuh ke samping karena sentakan yang kuat Tapi matanya masih tetap menatap ke arah si pemuda Tangannya terulur.

  11. Dian Sastrowardoyo | 19/11/2009 at 17:01 | Balas

    Damned Damned 1 by Chuck Palahniuk Reviews . Damned has 28925 ratings and 2750 reviews Jacob said October 2011Look out Chuck Palahniuk fans Its a Chuck Palahniuk book Chuck Palahniuks D.

  12. Shapira Indah | 19/11/2009 at 20:25 | Balas

    Damned true story 9 Cerita Dewasa. Sekitar sepuluh langkah kemudian aku mendengar mereka tertawa kembali Aku tersenyum imajinasiku terkadang terlalu berlebihan Beberapa puluh meter di depanku aku .

  13. Chant Felicia | 19/11/2009 at 23:52 | Balas

    The Damned on playing small venues headgear that protects . The Damned on playing small venues headgear that protects you from spit 060314 533 pm Thats the true story .

  14. Alia Miranti | 20/11/2009 at 00:03 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 07 Cerita Seks . Sambungan dari bagian 06 Di mataku Qra mendadak berubah menjadi Qra yang dulu Yang masih kekanakkanakan saat pertama aku berjumpa dengannya.

  15. Natasha Dematra | 20/11/2009 at 00:18 | Balas

    Stories Articles And Reviews Of Movies TRUE STORY. The film is methodically paced and anchored by two damned solid performances from Hill and Franco True Story is a real life monster story.

  16. Cynthiara Alona | 20/11/2009 at 03:20 | Balas

    Damned true story 2 Cerita Dewasa. Malam sebelum ia berencana meninggalkanku aku tidak dapat tidur sama sekali Malam itu aku bersamanya aku di sampingnya Merenung dan membelai rambut ikalnya.

  17. Mutiara Sani | 20/11/2009 at 03:51 | Balas

    Damned True Story 07 PUSAT CERITA DEWASA. Sambungan dari bagian 06 Di mataku Qra mendadak berubah menjadi Qra yang dulu Yang masih kekanakkanakan saat pertama aku berjumpa dengannya.

  18. Pinkan Mambo | 20/11/2009 at 05:16 | Balas

    Watch The Damned United Full Movie Streaming. The Damned United tell story about Title King of the Damned 06 Use the HTML belowVoyage of the Damned is the true story of a shipload of German .

  19. Aida Nurmala | 20/11/2009 at 05:22 | Balas

    Chuck Palahniuk Wikipedia the free encyclopedia. Charles Michael Chuck Palahniuk born February 21 1962 is an American novelist and freelance journalist who describes his work as transgressional fiction He is .

  20. Julia Perez | 20/11/2009 at 10:35 | Balas

    Download Book The Damned Thing Productmanualguidecom. The Damned Thing has been read 1250 times which last read at 20141106 124715 Bellow will show you the book content preview of The Damned Thing and its absolutely .

  21. Sophia Latjuba | 20/11/2009 at 11:09 | Balas

    Network ON AIR Voyage of the Damned The. A starstudded cast spearhead an intense compelling and powerful reallife drama in the criticallyacclaimed Voyage of the Damned Directed by Stuart Rosenberg .

  22. Meyda Sefira | 20/11/2009 at 15:41 | Balas

    KPIs Damned KPIs and worst practice alkame2015. This is a true story those damned KPIs KPIs Damned KPIs and worst practice 20150603T105855800Z.

  23. Sari Narulita | 20/11/2009 at 19:21 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 05 Foto Bugil . Sambungan dari bagian 04 Aku mengerang tanpa sadar Mataku mulai basah Aku tidak menduga jawaban itu keluar dari bibirnya Aku tidak membaca apapun tadi Aku.

  24. Yati Surachman | 20/11/2009 at 21:55 | Balas

    The Haunting in Connecticut Damned Connecticut. The Haunting in Connecticut The Damned Blog Investigations Podcasts Submitted by Anthony not verified on Thu 06302011 1018pm.

  25. Siska Widowati | 21/11/2009 at 09:03 | Balas

    The Damned Celebrate 35th Anniversary Music News . The Damned Celebrate 35th Anniversary date december 23 2011 When I was in my former band we opened for the damned last year true story 2011 0627 pm .

  26. Debbie Cynthia Dewi | 21/11/2009 at 12:13 | Balas

    Damned true story 6 Cerita Dewasa. Qra menghampiriku dan mengulurkan tangan Aku membalas jabatannya erat Makasih mau datang Masuk yuk Aku menggeleng Sementara aku ingin benar masuk .

  27. Raihaanun | 21/11/2009 at 12:41 | Balas

    FILMCLUB Film The Damned United. By sam 16 Date 20140113 150638 the damned united is a sport true story about football manger Brian Clough .

  28. Dian Ariesrya | 22/11/2009 at 00:30 | Balas

    Damned true story 4 Cerita Hot Terlengkap 2013. Memalukan saat mengingat aku hanyalah seorang bocah kelas tiga SMP Sampai di situ aku terenyum lagi Aku seolah dapat merasakan kehangatan pemuda itu di sisiku.

  29. Baby Margaretha | 22/11/2009 at 04:48 | Balas

    Why The Damned Uniteds Brian Clough portrait does nobody . Brian Cloughs family objected to The Damned United They thought the book on which the film is based portrayed Cloughie too harshly The filmmakers tried to .

  30. Cheche Kirani | 22/11/2009 at 05:32 | Balas

    Damned strong love the true story of Willi G and Stefan . Get this from a library Damned strong love the true story of Willi G and Stefan K a novel Lutz van Dijk A sixteenyearold Polish boy falls in love with .

  31. Ferina Widodo | 22/11/2009 at 08:06 | Balas

    The Book of the Damned Part 1 True Story of Occult . The Book of the Damned Part 1 Collection of Occult Supernatural Phenomena Timetravel Poltergeist Audiobook Paranormal Supernormal by Charles Hoy Fort.

  32. Nia Ramadhani | 22/11/2009 at 19:27 | Balas

    Damned true story 5 Cerita Dewasa Kumpulan Cerita . Aku mengerang tanpa sadar Mataku mulai basah Aku tidak menduga jawaban itu keluar dari bibirnya Aku tidak membaca apapun tadi Aku menyudahinya karena mengangap .

  33. Ade Irawan | 22/11/2009 at 21:22 | Balas

    Damned True Story 06 PUSAT CERITA DEWASA. cerita dewasa untuk yang berimajinasi sex tinggi CERITA DEWASA CERITA SEX CERITA SERU CERITA PORNO CERITA LUCAH ADULT STORIES.

  34. Eva Celia | 23/11/2009 at 06:02 | Balas

    Surrogate mother refused abortion Right Wrong Damned to . A surrogate mother and the couple that hired her make a painful discovery This is the true story of a woman named Crystal Damned to hell .

  35. Aminah Cendrakasih | 23/11/2009 at 10:33 | Balas

    Based on a true story Page 5 able2know. Question Tagged Movies Film Fictional Fact True Storyish Based On A True Story Replies 83 Page 5.

  36. Upit Sarimanah | 23/11/2009 at 11:11 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 06 Cerita Seks . Sambungan dari bagian 05 Qra menghampiriku dan mengulurkan tangan Aku membalas jabatannya erat Makasih mau datang Masuk yuk Aku menggeleng.

  37. Pretty Asmara | 23/11/2009 at 15:42 | Balas

    The Haunted Village of the Damned http . The Haunted Village of the Damned httpmysteriousuniverseorg201506thehauntedvillageofthedamned2The Haunted Village Submit a New Story Groups News.

  38. Mellissa Grace | 23/11/2009 at 23:58 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 06 Foto Bugil . Sambungan dari bagian 05 Qra menghampiriku dan mengulurkan tangan Aku membalas jabatannya eratMakasih mau datang Masuk yukAku menggeleng.

  39. Tuti Mutia | 24/11/2009 at 00:19 | Balas

    2015 Anacortes Pull Be Damned Small Boat MessaboutMay 16th. 2015 Anacortes Pull Be Damned Small Boat MessaboutMay 16th 01062015 0129 AM 15 Gerarddm Based on a true story Join Date Apr 2007 Location.

  40. Charma Juinda | 24/11/2009 at 03:51 | Balas

    The True Story of Fatima. The True Story of Fatima 06 800 98 46 46 Piazza Risorgimento 14 00192 Roma Phillipines 18002638160 0019058717607 Parkville Apts 0121 Sacred Heart .

  41. Risty Tagor | 24/11/2009 at 04:52 | Balas

    Cerita Seks Dewasa Damned True Story 04 FOTO MEMEK . Gambar Bugil Foto Telanjang Foto Bugil Foto Memek Artis Bugil Foto HOTCerita Sex Dewasa Foto Panas Foto Syur Cewek Ngentot Tante Seksi Foto Ngentot.

  42. Merry Putrian | 24/11/2009 at 08:23 | Balas

    Amazoncom Executions Doorstep True Stories of the . Amazoncom Executions Doorstep True Stories of the Innocent and Near Damned 9781555536787 Leslie Lytle Books.

  43. Dewi Irawan | 24/11/2009 at 10:07 | Balas

    Damned true story 8 Cerita Dewasa. Kepala gadis itu terjatuh ke samping karena sentakan yang kuat Tapi matanya masih tetap menatap ke arah si pemuda Tangannya terulur menyeka lendir lengket di sudut .

  44. Kartika Putri | 24/11/2009 at 10:20 | Balas

    Damned strong love the true story of Willi G and Stefan . Damned strong love the true story of Willi G and Stefan K a novel by Lutz Van Dijk Comment on this title and you could win free books ISBN13 9780805037708 .

  45. Adelia Rasya | 24/11/2009 at 21:29 | Balas

    Damned true story 3 Cerita Hot Terlengkap 2013. Kulangkahkan kakiku mendekat dan kuraih kertas itu AKU DI KANTOR INI tanda panah besar UNTUK MENGHANGATKANMU Aku tersenyum geli lalu melirik ke arah termos .

  46. Sigi Wimala | 25/11/2009 at 01:32 | Balas

    Damned True Story 06 Majalah Popular. Sambungan dari bagian 05 Qra menghampiriku dan mengulurkan tangan Aku membalas jabatannya erat Makasih mau datang Masuk yuk Aku menggeleng.

  47. Prisia Nasution | 25/11/2009 at 03:06 | Balas

    Voyage of the Damned Torrent Downloads. Voyage of the Damned Torrent Downloads based on true story voyage burial at sea 1930s havana cuba traveler 20060607 053829 424 Gigabyte 0 4 Links.

  48. Tya Ariestya | 25/11/2009 at 05:29 | Balas

    A Basic Primer On The Scott Walker Case For Ignorant Reporters. The true story is that a partisan witch hunt against Scott Walker was shut down by state and federal courts.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*