Indolucky

Wedding Service – 2

Wedding Service - 2

Dari bagian 1


“Ouuhh.. Denn Ovii.. Mmm.. Sss..” desahnya pelan.

Aku meraba celana dalamnya yang sudah basah karena sudah terangsang dan kuselipkan jariku ke dalamnya. Kumasukan jariku ke dalam vaginanya dan kukocok vaginanya dengan jariku. Aku merebahkan Bi Inah disofa, aku berlutut disampingnya sambil meremas remas payudaranya dan berciuman dengannya.

“Euh.. Euh Den.. Den ovi.. Bibi mau pipis Den.. Ah.. Den Oviii… Ahhh…” desahnya panjang, vaginanya terasa berdenyut dan kakinya menegang serta tangannya memegang erat tubuhku.

“Bi Inah lega ?” tanyaku sambil terus memainkan jariku didalam vaginanya sementara tangan Bi Inah kembali mengelus dan mengocok batang penisku. Kusodorkan penisku ke arah mulutnya.

“Isep Bi, jilat penisku.. Ouh.. Yes.. Euh… Euh…” desahku ketika Bi Inah mulai memasukan batang penisku ke dalam mulutnya dan lidahnya menjilati batangnya.

“Den ovi gede amat sih penisnya, bibi sudah lama nggak ngerasain ini.” sambil kembali menghisap dan menjilati batang penisku. Bi Inah menghisap sambil mengocok penisku dengan tangannya.

“Ouh.. Bi Inah.. terus Bi.. Ahhh. Enak Bi.. Lagi Bi Inah.. Isep.. Kocok Bi.. Enakkk.. Ahhh”

Desahku menikmati hisapan, permainan lidah serta tangannya di batang penisku. Kepalanya bergoyang tak beraturan kekiri kekanan, rambutnya yang panjang bergoyang tak beraturan.

“Ouh.. Bi Inahhh.. terus Bi.. Enak Bi.. Aaahhh..” desahku panjang dan muncratlah air maniku didalam mulut Bi Inah. Bi Inah membuka mulutnya sehingga air maniku bertumpahan diatas kain penutup sofa.

“Den Ovi koq enggak ngomong sih kalau mau keluar, jadi ketelen sedikit deh pejunya.”

“Maaf Bi, aku nggak sengaja, habis Bi Inah enak sih ngisep penisku.”

Bi Inah mengambil tissue diatas meja dan membersihkan sisa air maniku. Aku mencium bibir Bi Inah dan membuka rok terusan yang dipakainya dan selanjutnya bh dan celana dalamnya. Bi Inah sudah telanjang dihadapanku. Payudaranya masih kencang dan putingnya berwarna coklat tua menantang untuk dihisap. Bi Inah duduk disampingku dan mulai mengocok penisku, kuremas remas payudaranya dan kuhisap putingnya, Bi Inah mendesah tak karuan sementara tangannya terus mengocok penisku yang sudah tegang kembali. Kutarik kepala Bi Inah agar menghisap lagi penisku, setelah Bi Inah membuat basah penisku kurebahkan Bi Inah diatas karpet lalu kurentangkan kedua kakinya dan kugesekan penisku di vaginanya sambil kumainkan klitorisnya dengan ibu jariku.

“Uuuhh.. Den Oviii.. Masukin penisnya.. Masukin Den.. Bibi sudah nggak tahan nih…” desahnya dan tangannya mencoba menarik penisku agar dimasukkan ke dalam vaginanya tapi tidak kubiarkan dia memegang penisku. Kubiarkan dirinya memohon dan memintaku agar segera memasukan penisku ke liang kehangatannya.

“Den.. Masukin dong.. Ooohh.. Masukin ke vaginaku dong.. Jangan digesek terus.. Den Oviii…” Bi Inah setengah berteriak ketika aku mendorong masuk penisku dengan tiba tiba. Aku terus mengocok vaginanya dengan penisku, setelah beberapa lama.

“Ohh.. Denn.. Aahh.. terus Den.. Bibi mau dapet lagi.. Iyaaa.. Ohhh.. Den kocok yang keras.. Bibi mau dapet lagi.. Ahh.. Aahh.. Bibi dapet Den… ahh..” desah Bi Inah dan vaginanya terasa lebih basah karena cairan kenikmatannya membanjiri vaginanya. Aku terus menggenjot tubuhnya lalu kuputar tubuhnya sehingga posisi tubuh Bi Inah tengkurap dan aku menindih tubuhnya dari belakang.

“Den ovi.. Ouh ouh.. Enak Den.. Enakk.. Euh euh.. terus Den.. Den ovi.. Mpphh.. Den ovviii.. Bibi mau dapet lagi.. ahh…” Bi Inah mendesah panjang dan terasa vaginanya berdenyut kencang. Hal ini membuat penisku terasa lebih dijepit, aku terus memompa vagina Bi Inah.

“Ouh.. Ouh Den.. terus Den.. Enak banget.. Dorong Den.. Yang dalem Den.. Ouh.. Denn”

“Ouh Bi Inah.. Aku mau keluar Bi.. Mau keluar…”

“Bareng Den.. Den Ovi.. Bareng Den… Bibi juga sudah mau lagi..”

“Iya Bi.. Kita keluar bareng ya.. Bi Innaahh.. Aahh.. Ouhh.. Ouhh..”

“Tahan Bi.. Bi Inah tahan.. Bentar lagi Bi.. Aku sudah mau keluar..” aku terus memompa tubuhnya sementara Bi Inah mencengkeram kaki meja dengan kencang dan kepala bergoyang tak beraturan.

“Den Ovi.. Bibi sudah nggak kuat.. ahhh.. Ayo Den.. keluar bareng Den Ovi…”

“Bi aku mau keluar.. Sekarang Bi..”

“Ouh Den.. Enak Den.. Bibi enak Den.. Keluarin Den.. Keluarin pejunya di vagina bibi Den.. Ouh.. Anget Den.. Peju Den ovi anget.. Jangan dicabut dulu Den penisnya.. Ouh ouh.. Den oviii.. Enak Den..”

Lalu kucabut penisku dan dilapnya penisku oleh Bi Inah. Bi Inah mencium penisku dan menghisapnya sebentar dan membiarkanku istirahat.

“Makasih ya Bi Inah, vagina bibi enak banget.”

“Sama Ibu enak mana?” aku hanya tersenyum.

“Sama enaknya koq Bi.. Tadi malam Bibi ngintip ya?”

“Lho koq Den ovi tahu?” wajahnya menunjukan keterkejutannya.

“Aku liat koq Bi Inah ngintip dari pintu dapur.”

“iya Den.. Maaf ya.. Abis tadi malem bibi nggak bisa tidur.. Pas mau nonton tv, eh liat Den Ovi lagi diisepin ama Ibu.”

“Jadi bibi lama dong ngintip aku ama ibu lagi ‘main’?”

“Iya.. Makanya bibi jadi nafsu banget tadi malem, apalagi waktu Den Ovi ngocok depan muka ibu..”

Bi Inah memakaikan celanaku dan membereskan pakaiannya lalu dia berjalan ke belakang. Terdengar suara air dibelakang, rupanya Bi Inah sedang membersihkan badan. Aku segera mandi dan berganti pakaian. Selesai mandi Bi Inah sudah mengenakan pakaiannya kembali, rambutnya yang panjang digelung ke atas dan sedang menyiapkan makan siang.

“Makasih ya Bi Inah.” sambil kupeluk dari belakang dan kuremas peyudaranya dan kucium lehernya.

“Iya Den, sama sama. Bibi sudah lama nggak kayak tadi, jangan bilang Ibu ya, nanti Ibu marah sama saya.” sambil menggelendot manja padaku.

Aku mengangguk dan menciumnya sekali lagi. Tubuhnya wangi sabun dan rambutnya digelung ke atas sehingga menampakan lehernya yang bersih. Bi Inah memang selalu merawat tubuhnya. Hanya nasib yang membedakan Bi Inah dengan Mbak Amy. Menurutku jika Bi Inah dandan dan mengenakan baju mahal, dia tidak tampak seperti pelayan. Menjelang sore Mbak Amy datang dan membangunkan aku yag tertidur di depan tv. Aku segera mandi dan keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk. Mbak Amy hanya mengenakan daster pendek dan sedang membereskan lemari pakaiannya. Kupeluk Mbak Amy dari belakang dan kuciumi lehernya yang putih sambil kuremas remas kedua payudaranya yang tidak mengenakan bra.

“Ouuhhh.. Vviii.. Sshhh.. Mmm.. Terus.. Say… Ouh.. Sshhh.. Mmpphh..”

Tangan Mbak Amy menarik handukku, memegang penisku dan mengelus elus penisku yang sudah tegang. Kudorong tubuhnya menghadap tembok lalu kuangkat dasternya dan kuciumi serta kujilati pantatnya sambil kutarik turun cd-nya.

Mbak Amy membalik tubuhnya, kujilati serta kuciumi bulu tipis dibawah perutnya sementara ibu jariku memainkan klitorisnya dan jari tengahku bermain didalam vaginanya. Mbak Amy mendesah tak karuan dan mendorong kepalaku agar menjilati vaginanya. Setelah kujilati beberapa lama tubuhnya menegang, tangannya menekan kepalaku dan Mbak Amy mendesah sedikit berteriak menikmati orgasmenya. Aku duduk disofa dan Mbak Amy menghisap penisku tiba tiba Bi Inah membuka pintu dan masuk membawa pakaian Mbak Amy, tampak kaget dan menjatuhkan pakaiannya kelantai.

“I… Ibu ?” dengan nada terkejut.

“Sini Bi..”

Bi Inah duduk disamping Mbak Amy.

“Maaf bu, saya ndak tahu kalau ibu…” sambil menundukan kepala.

“Ya sudah ndak pa pa koq Bi. Tapi lain kali ketok pintu dulu ya.”

Mbak Amy memegang dan membimbing tangan Bi Inah ke penisku. Bi Inah tampak malu.

“Sudah Bi, ndak usah malu. Ayo sini.” Mbak Amy sambil menarik Bi Inah menggantikan posisinya dihadapanku. Tangan Bi Inah mengelus penisku dan Mbak Amy memeluknya dari belakang. Bi Inah tersenyum melihatku dan mulai mengocok penisku, Mbak Amy membuka baju Bi Inah. Bi Inah hanya mengenakan bra dan cd saja, Mbak Amy memegang penisku dan tangannya yang satu lagi menarik kepala Bi Inah agar menghisap penisku.

“Ouh. Bi. Oh. Yeesss.. Jilat Bi.. Ouh. Ouh. Aahhh.” Bi Inah menjilati dan mengulum penisku, Mbak Amy meremas remas payudara Bi Inah dan membuka bra-nya.

“Terus jilat penis ovi Bi, isep Bi.” Bi Inah mengikuti semua perkataan majikannya. Bi Inah mengulum penisku, Mbak Amy meremas payudara Bi Inah, menciumi tubuhnya dan menelanjanginya. Bi Inah dan Mbak Amy bergantian menghisap dan menjilati penisku. Kuraih tubuh Bi Inah, kududukan dia diatas sofa, kucium bibirnya, lehernya, kuremas payudaranya dan kuhisap putingnya bergantian. Mbak Amy disebelahnya juga meremas payudara Bi Inah dan memainkan klitoris dan vaginanya sendiri. Aku lalu menjilati vagina Bi Inah dan Mbak Amy bergantian. Kedua tanganku memainkan vagina mereka. Terkadang kuhisap puting payudara Mbak Amy dan Bi Inah bergantian.

“Ouh Vii. Yes. Isep say.. Isep putingku.. Ouh..”

“Denn.. Kocok vagina bibi.. Aahh.. Enak Den.. Uh uhh..”

Mereka mendesah tak karuan dan Bi Inah menarik kepalaku agar menjilati vaginanya.

“Oh oh.. Dennn.. Jilat Den. Jilat vagina bibi.. Bibi mau dapet.. Ah…” tubuhnya menegang dan vaginanya berdenyut, Bi Inah mencapai orgasmenya yag pertama lalu aku menjilati vagina Mbak Amy.

“Ouh Viii.. Mphh.. Mmpphh. Jilat say.. Jilat klentitku. Isep say.. Aah.. Viii.” tubuh Mbak Amy menegang dan bergetar, kedua kakinya menjepit kepalaku, tak berapa lama jepitannya mengendur.

“Ayo Vii.. Entot aku sayang. Aku sudah nggak tahan nih..”

“Iya Den.. Bibi juga mau rasain penis Den ovi..”

Aku merebahkan mereka berdua diatas kasur, kugesekan penisku divagina Mbak Amy. Bi Inah meremas payudara Mbak Amy dan sesekali menghisap putingnya.

“Uh.. uh.. Vii. Masukin sayang.. Ouh.. Ouh. Isep Bi.. Isep tetekku.. Vii..” tubuh Mbak Amy melengkung ketika aku memasukan penisku hingga mentok ke dinding rahimnya.

“Vii.. Ahh terus sayang.. Yang kenceng. Ahh. Aahh.. Bii Inaahhh.. Isep…”

Mbak Amy mendesah tak karuan, tangannya memegang kepala Bi Inah di payudaranya dan tangannya satu lagi memainkan klitorisnya sendiri. Aku terus memompa Mbak Amy sambil memainkan vagina Bi Inah dengan dua jariku. Aku kocok vaginanya dan ibu jariku memainkan klitorisnya.

“Ouh dennn.. Enak Den.. Mmpphh mmmpphh.. Terus Den..” Bi Inah mendesah dan rambutnya yang disanggul ditarik lepas oleh Mbak Amy.

“Ouh Mbak. Yesss.. Aku mau keluar Mbak.. Aku mau keluar.. Mbak Amy.. Ouh.. Yesss..”

“Vii.. Bareng Vi.. Aku sudah diujung nih.. Bi isep terus.. Ouhh.. Yesss.. Aahhh.” tubuh Mbak Amy bergetar, kakinya menjepit pinggulku, vaginanya terasa berdenyut dan membasahi vaginanya. Penisku terasa lebih dijepit vaginanya. Terus kugenjot tubuh Mbak Amy dan kuputar tubuhnya sehingga membuat posisi doggy style, kutarik tubuh Bi Inah dan kucium bibirnya sambil terus kugenjot tubuh Mbak Amy.

“Terus Viii.. Keras Vi.. Lebih kenceng say.. Aku mau keluar lagi… Yeesss.” desahnya dan tangannya mencengkeram sprei, kepalanya bergerak tak beraturan. Aku terus berciuman dengan Bi Inah dan tangan Bi Inah memijat buah zakarku menambah kenikmatanku.

Aku rebahkan Mbak Amy dan kakinya kuletakan dipundakku, kupompa tubuh Mbak Amy dengan keras.

“Ouhhh.. Vii.. Terus say… Aahhh.. Aku mau dapettt.. Oviii.. terus say.. terus vi.. Ahh ahh.. Ouhh ouuhh.. Yeesss..”

“Uh uh Mbak Ammyyy.. AaARRGGHH.. AH AAHhh.” aku mendesah panjang berbarengan dengan Mbak Amy juga tumpahnya air maniku di vagina Mbak Amy.

Aku merebahkan diri disampingnya. Kucium bibirnya lembut. Aku menarik tubuh Bi Inah agar mengangkangi mukaku dan kujilat vaginanya serta kuhisap hisap klitorisnya. Bi Inah mendesah dan mengerang keenakan, rambutku dijambaknya agar terus menjilati vaginanya.

“Jilat Den.. Isep klitoris bibi.. Ouh uh dennn.. Bibi mau dapet…”

Bi Inah menggoyang pantatnya, vaginanya terasa basah dan kuhisap cairan yang menetes dari vaginanya. Kurebahkan Bi Inah disamping Mbak Amy dan kumasukan penisku ke dalam vaginanya yang sudah basah.

“Ouhh Den Oviii.. Enak Den.. terus Den.. Ouh ah ah ah.. Dennn oviii.” aku terus menggenjot vaginanya dan kuputar pinggulku. Aku miringkan tubuhnya dan kuangkat kakinya satu kepundakku. Setelah beberapa lama kuputar tubuhnya dan kuangkat pantatnya sehingga Bi Inah dalam posisi tengkurap dan pantatnya menungging lalu kumasukan panisku ketubuhnya.

“Ouh Dennn.. Enak Den.. Enak banget.. Oh oh.. Bibi mau dapet dennn.. Bibi mau dapet lagi.. Ayo Den keluar bareng… Ouh ouh..”

Bi Inah mencengkeram pinggir tempat tidur, Mbak Amy terus meremas remas payudara Bi Inah dan sesekali mencium bibirnya.

“Ayoo Den.. Bibi sudah nggak kuattt.. Aahhh aahhh.. Dennn.. Cepettt..Bibi sudah nggak tahann..” desahnya berbarengan dengan denyut vaginanya dan terasa basah, rupanya Bi Inah mencapai orgasmenya lebih dulu. Aku terus memompa vaginanya.

“Bibiii… Aahh aahh.. Aku mau keluar.. Bi Inahhh.. Aahhh..” aku cabut penisku dan kukocok penisku, Mbak Amy memutar tubuh Bi Inah agar terlentang dan mencium bibirnya serta meremas payudaranya dan aku menyaksikan adegan ciuman antara Bi Inah dan Mbak Amy. Aku genjot kembali tubuh Bi Inah.

“Bi Inahhh.. Oouuhhh…” desahku dan tumpahlah air maniku didalam vagina Bi Inah, kucabut penisku lalu Mbak Amy dan Bi Inah bergantian mengulum penisku membersihkan mengharapkan sisa sisa air maniku. Aku mencium Mbak Amy dan merebahkan diriku diatas tubuh Bi Inah.

“Makasih ya Bi, vagina bibi enak banget.”

“Iya Den, penis Den Ovi gede pas di vagina bibi.” lalu aku memeluk Mbak Amy dan mencium lembut bibirnya.

“Makasih ya Mbak.”

“Iya vii sama sama, kamu sudah ngasih Mbak kepuasan.” sambil memelukku dan mencium keningku.

Aku sempat melakukannya sekali lagi dengan Mbak Amy dikamar mandi. Kemudian aku memesan taksi dan berpamitan untuk pulang. Demikianlah kisahku yang lain dengan Mbak Amy. Kepada para pembaca dapat memberikan saran dan kritik melalui email.


E N D

18 Comments on "Wedding Service – 2"

  1. Laras Monca | 20/11/2009 at 00:09 | Balas

    Wedding Ceremony Episcopal Book of Common Prayer. Page 422 Concerning the Service Christian marriage is a solemn and public covenant between a man and a woman in the presence of God In the Episcopal Church it is .

  2. Imelda Therinne | 20/11/2009 at 01:39 | Balas

    How to Conduct a Wedding Ceremony 7 Steps with Pictures. Lead a wedding ceremony rehearsal A wedding ceremony rehearsal is a time for the bride groom wedding party and family to practice the actual ceremony.

  3. Wanda Hamidah | 20/11/2009 at 21:25 | Balas

    Wedding Ceremony Template 2 Humanist Weddings in Scotland. A Ceremony to Celebrate the Marriage of Bride and Groom Composed and conducted by Leslie Mitchell Humanist Society of Scotland Assembly of guests.

  4. Yenny Rachman | 20/11/2009 at 21:41 | Balas

    German Wedding Ceremony Part 2 of German Weddings. The German wedding ceremony is part 2 of a 4 part series on German Weddings All German weddings must first begin with a civil ceremony at the town hall.

  5. Moudy Wilhelmina | 22/11/2009 at 05:21 | Balas

    Writing a NonTraditional Wedding Ceremony. In the past few weeks Ive been thinking about how hard it can be to make your wedding service feel meaningful Last week I wrote about how to take a traditional .

  6. Yulia Rachman | 22/11/2009 at 06:28 | Balas

    How To Write Your Wedding Ceremony. How To Write Your Wedding Ceremony First step dont wait until the last minute.

  7. Imel Putri Cahyati | 22/11/2009 at 17:05 | Balas

    Weddingcom Wedding Planning Wedding Websites . Wedding planning at Weddingcom Find Wedding Vendors use our innovative tools to plan your wedding with our budget checklist and much more.

  8. Dian Anggrianie | 22/11/2009 at 19:05 | Balas

    Wedding Ceremony Order of Service 21 step guide. 21 step wedding ceremony order of service guide for your wedding day The typical order of events starting with the wedding ceremony rehearsal etc.

  9. Susan Bachtiar | 23/11/2009 at 00:53 | Balas

    Wedding Ceremony Wedding Vows. Christian Wedding Ceremony Sample 06 Introductory Remarks We learn from the inspired record that the Lord Jesus honored the marriage ceremony with His presence .

  10. Kelly Tandiono | 23/11/2009 at 19:22 | Balas

    Wedding Ceremony. Christian Wedding Ceremony Sample 07 Introductory Remarks Dearly Beloved we are assembled here in the presence of God to join this man and this woman in holy marriage.

  11. Ratna Ruthinah | 23/11/2009 at 23:09 | Balas

    Wedding Wikipedia the free encyclopedia. A wedding is a ceremony where two people are united in marriage Wedding traditions and customs vary greatly between cultures ethnic groups religions countries .

  12. Rana Audi Marissa | 23/11/2009 at 23:28 | Balas

    Wedding Ceremony 1 Celebrate Intimate Weddings. Larry James performs the most romantic wedding ceremony you will find anywhere His Website has everything you need to plan a successful wedding and marriage.

  13. Devi Noviaty | 24/11/2009 at 04:03 | Balas

    Your Wedding Ceremony Orders of Service Wedding Vows . 6 Subcategories in Your Wedding Ceremony Orders of Service Wedding Vows Wedding Readings and More about Your Wedding Ceremony.

  14. Tatiek Tito | 24/11/2009 at 10:39 | Balas

    weddings for 2 Archives Beach Weddings in Florida All . weddings for 2 Archives Beach Weddings in Florida All Inclusive Wedding Packages Get Married on the Beach The balance is due 2 months prior the ceremony.

  15. Dewi Sandra | 25/11/2009 at 11:33 | Balas

    CEREMONY SAMPLES Great Officiants. Great ceremony samples to help couples with wonderful wedding ideas Choose from several ceremony styles and enhance your ceremony with these great addins.

  16. Grace Simon | 25/11/2009 at 12:57 | Balas

    Order of Service for a Wedding Ceremony. Includes options for services order of service a wedding ceremony and ceremony program service information.

  17. Violenzia Jeanette | 26/11/2009 at 05:56 | Balas

    Wedding Limo Service Santos VIP Limousine. Elegant NJ NY Wedding Day Limo Service by Santos VIP Limos Award winning NJ Wedding Limousine Service offering the best Wedding Limo prices and packages on .

  18. Aminah Cendrakasih | 26/11/2009 at 12:46 | Balas

    Michael and Hannahs Wedding Ceremony August 2 2013 . Michael and Hannah tie the knot in an openair wedding at the brides parents picturesque country home.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*