Indolucky

Ibu Rani Dosenku 01

176hu

Aku mahasiswa arsitektur tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, dan sudah saatnya melaksanakan tugas akhir sebagai prasyarat kelulusan. Beruntung, aku kebagian seorang dosen yang asyik dan kebetulan adalah seorang ibu. Rani namanya, di awal umur tigapuluh, luar biasa cantik dan cerdas. Cukup sulit untuk menggambarkan kejelitaan sang ibu. Bersuami seorang dosen pula yang kebetulan adalah favorit anak-anak karena moderat dan sangat akomodatif. Singkat kata banyak teman-temanku yang sedikit iri mengetahui aku kebagian pembimbing Ibu Rani. “Dasar lu… enak amat kebagian ibu yang cantik jelita…” Kalau sudah begitu aku hanya tersenyum kecil, toh bisa apa sih pikirku.

Proses asistensi dengan Ibu Rani sangat mengasyikan, sebab selain beliau berwawasan luas, aku juga disuguhkan kemolekan tubuh dan wajah beliau yang diam-diam kukagumi. Makanya dibanding teman-temanku termasuk rajin berasistensi dan progres gambarku lumayan pesat. Setiap asistensi membawa kami berdua semakin akrab satu sama lain. Bahkan suatu saat, aku membawakan beberapa kuntum bunga aster yang kutahu sangat disukainya. Sambil tersenyum dia berucap, “Kamu mencoba merayu Ibu, Rez?”
Aku ingat wajahku waktu itu langsung bersemu merah dan untuk menghilangkan grogiku, aku langsung menggelar gambar dan bertanya sana-sini. Tapi tak urung kuperhatikan ada binar bahagia di mata beliau. Setelah kejadian itu setiap kali asitensi aku sering mendapati beliau sedang menatapku dengan pandangan yang entah apa artinya, beliau makin sering curhat tentang berbagai hal. Asistensi jadi ngelantur ke bermacam subyek, dari masalah di kantor dosen hingga anak tunggalnya yang baru saja mengeluarkan kata pertamanya. Sesungguhnya aku menyukai perkembangan ini namun tak ada satu pun pikiran aneh di benakku karena hormat kepada beliau.

Hingga… pada saat kejadian. Suatu malam aku asistensi sedikit larut malam dan beliau memang masih ada di kantor pukul 8 malam itu. Yang pertama terlihat adalah mata beliau yang indah itu sedikit merah dan sembab. “Wah, saat yang buruk nih”, pikirku. Tapi dia menunjuk ke kursi dan sedikit tersenyum jadi kupikir tak apa-apa bila kulanjutkan. Setelah segala proses asistensi berakhir aku memberanikan diri bertanya, “Ada apa Bu? Kok kelihatan agak sedih?”
Kelam menyelimuti lagi wajahnya meski berusaha disembunyikannya dengan senyum manisnya.
“Ah biasalah Rez, masalah.”
Ya sudah kalau begitu aku segera beranjak dan membereskan segala kertasku. Dia terdiam lama dan saat aku telah mencapai pintu, barulah…
“Kaum Pria memang selalu egois ya Reza?”
Aku berbalik dan setelah berpikir cepat kututup kembali pintu dan kembali duduk dan bertanya hati-hati.
“Kalau boleh saya tahu, kenapa Ibu berkata begitu? Sebab setahu saya perempuan memang selalu berkata begitu, tapi saya tidak sependapat karena certain individual punya ego-nya sendiri-sendiri, dan tidak bisa digolongkan dalam suatu stereotype tertentu.”

Matanya mulai hidup dan kami beradu argumen panjang tentang subyek tersebut dan ujung-ujungnya terbukalah rahasia perkawinannya yang selama ini mereka sembunyikan. Iya, bahwa pasangan tersebut kelihatan harmonis oleh kami mahasiswa, mereka kaya raya, keduanya berparas good looking, dan berbagai hal lain yang bisa membuat pasangan lain iri melihat keserasian mereka. Namun semua itu menutupi sebuah masalah mendasar bahwa tidak ada cinta diantara mereka. Mereka berdua dijodohkan oleh orang tua mereka yang konservatif dan selama ini keduanya hidup dalam kepalsuan. Hal ini diperburuk oleh kasarnya perlakuan Pak Indra (suami beliau) di rumah terhadap Bu Rani (fakta yang sedikit membuatku terhenyak, ugh betapa palsunya manusia sebab selama ini di depan kami beliau terlihat sebagai sosok yang care dan gentle).

Singkat kata beliau sambil terisak menumpahkan isi hatinya malam itu dan itu semua membuat dia sedikit lega, serta membawa perasaan aneh bagiku, membuat aku merasa penting dan dekat dengan beliau. Kami memutuskan untuk jalan malam itu, ke Lembang dan beliau memberi kehormatan bagiku dengan ikut ke sedan milikku. Sedikit gugup kubukakan pintu untuknya dan tergesa masuk lalu mengendarai mobil dengan ekstra hati-hati. Dalam perjalanan kami lebih banyak diam sambil menikmati gubahan karya Chopin yang mengalun lembut lewat stereo. Kucoba sedikit bercanda dan menghangatkan suasana dan nampaknya lumayan berhasil karena beliau bahkan sudah bisa tertawa terbahak-bahak sekarang.

“Kamu pasti sudah punya pacar ya Reza?”
“Eh eh eh”, aku gelagapan.
Iya sih emang, bahkan ada beberapa, namun tentu saja aku tak akan mengakui hal tersebut di depannya.
“Nggak kok Bu… belum ada… mana laku aku, Bu…” balasku sambil tersenyum lebar.
“Huuu, bohong!” teriaknya sambil dicubitnya lengan kiriku.
“Cowok kayak kamu pasti playboy deh… ngaku aja!”
Aku tidak bisa menjawab, kepalaku masih dipenuhi fakta bahwa beliau baru saja mencubit lenganku. Ugh, alangkah berdebar dadaku dibuatnya. Beda bila teman wanitaku yang lain yang mencubit.

Larut malam telah tiba dan sudah waktunya beliau kuantar pulang setelah menikmati jagung bakar dan bandrek berdua di Lembang. Daerah Dago Pakar tujuannya dan saat itu sudah jam satu malam ketika kami berdua mencapai gerbang rumah beliau yang eksotik.
“Mau nggak kamu mampir ke rumahku dulu, Rez?” ajaknya.
“Loh apa kata Bapak entar Bu?” tanyaku.
“Ah Bapak lagi ke Kupang kok, penelitian.”
Hm… benakku ragu namun senyum manis yang menghiasi bibir beliau membuat bibirku berucap mengiyakan. Aku mendapati diriku ditarik-tarik manja oleh beliau ke arah ruang tamu di rumah tersebut akan tetapi benakku tak habis berpikir, “Duh ada apa ini?”

Sesampainya di dalam, “Sst… pelan-pelan ya… Detty pasti lagi lelap.” Kami beringsut masuk ke dalam kamar anaknya dan aku hanya melihat ketika beliau mengecup kening putrinya yang manis itu pelan. Kami berdua bergandengan memasuki ruang keluarga dan duduk bersantai lalu mengobrol lama di sana. Beliau menawarkan segelas orange juice. “Aduh, apa yang harus aku lakukan”, pikirku.

Entah setan mana yang merasuk diriku ketika beliau hendak duduk kembali di karpet yang tebal itu, aku merengkuh tubuhnya dalam sekali gerakan dan merangkulnya dalam pangkuanku. Beliau hanya terdiam sejenak dan berucap, “Kita berdua telah sama-sama dewasa dan tahu kemana ini menuju bukan?” Aku tak menjawab hanya mulai membetulkan uraian rambut beliau yang jatuh tergerai dan membawa tubuh moleknya semakin erat ke dalam pelukanku, dan kubisikkan di telinganya, “Reza sangat sayang dan hormat pada Ibu, oleh karenanya Reza tak akan berbuat macam-macam.” Ironisnya saat itu sesuatu mendesakku untuk mengecup lembut cuping telinga dan mengendus leher hingga ke belakang kupingnya. Kulihat sepintas beliau menutup kelopak matanya dan mendesah lembut. “Kau tahu aku telah lama tidak merasa seperti ini Rez…” Kebandelanku meruyak dan aku mulai menelusuri wajah beliau dengan bibir dan lidahku dengan sangat lembut dan perlahan. Setiap sentuhannya membuat sang ibu merintih makin dalam dan beliau merangkul punggungku semakin erat. Kedua tanganku mulai nakal merambah ke berbagai tempat di tubuh beliau yang mulus wangi dan terawat.

Aku bukanlah pecinta ulung, infact saat itu aku masih perjaka namun cakupan wawasanku tentang seks sangat luas. “Tunggu ya Rez… ibu akan bebersih dulu.” Ugh apa yang terjadi, aku tersadar dan saat beliau masuk ke dalam, tanpa pikir panjang aku beranjak keluar dan segara berlari ke mobil dan memacunya menjauh dari rumah Ibu Ir. Rani dosenku, sebelum segalanya telanjur terjadi. Aku terlalu menghormatinya dan… ah pokoknya berat bagiku untuk mengkhianati kepercayaan yang telah beliau berikan juga suaminya. Sekilas kulihat wajah ayu beliau mengintip lewat tirai jendela namun kutegaskan hatiku untuk memacu mobil dan melesat ke rumah Tina.

Sepanjang perjalanan hasrat yang telah terbangun dalam diriku memperlihatkan pengaruhnya. Aku tak bisa konsentrasi, segala rambu kuterjang dan hanya dewi fortuna yang bisa menyebabkan aku sampai dengan selamat ke pavilyun Tina. Tina adalah seorang gadis yang aduhai seksi dan menggairahkan, pacar temanku. Namun sejak dulu dia telah mengakui kalau Tina menyukaiku. Bahkan dia telah beberapa kali berhasil memaksa untuk bercumbu denganku. Hal yang kupikir tak ada salahnya sebagai suatu pelatihan buatku. Aku mengetuk pintu kamar paviliunnya tanpa jawaban, kubuka segera dan Tina sedang berjalan ke arahku, “Sendirian?” tanyaku. Tina hanya mengangguk dan tanpa banyak ba bi bu, aku merangsek ke depan dan kupagut bibirnya yang merah menggemaskan. Kami berciuman dalam dan bernafsu. “Kenapa Rez?” di sela-sela ciuman kami, Tina bertanya, aku tak menjawab dan kuciumi dengan buas leher Tina, hingga dia gelagapan dan menjerit lirih. Tangan kananku membanting pintu sementara tangan kiriku dengan cekatan mendekap Tina makin erat dalam pelukanku. “Brak!” kurengkuh Tina, kuangkat dan kugendong ke arah kasur. “Ugh buas sekali kamu Rez…” Sebuah senyum aneh menghiasi wajah Tina yang jelita.

Kurebahkan Tina dan kembali kami berpagutan dalam adegan erotis yang liar dan mendebarkan. Aku bergeser ke bawah dan kutelusuri kaki Tina yang jenjang dengan bibirku dan kufokuskan pada bagian paha dalamnya. Kukecup mesra betis kanannya. Tina hanya mengerang keenakan sambil cekikikan lirih karena geli. Kugigit-gigit kecil paha yang putih dan mulus memikat itu sambil tanganku tak henti membelai dan merangsang Tina dengan gerakan-gerakan tangan dan jari yang memutar-mutar pada payudaranya yang seksi dan ranum. Dengan sekali tarik, piyama yang dikenakannya terlepas dan kulemparkan ke lantai, sementara aku bergerak menindih Tina.

Kami saling melucuti hingga tak ada sehelai benang pun yang menjadi pembatas tarian kami yang makin lama makin liar. “Reza ahhh… Reza… Reza…” Tina terus berbisik lirih ketika kukuakkan kedua kakinya dan aku menuju kewanitaannya yang membukit menantang. Kusibakkan rambut pubic-nya yang lebat namun rapih dan serta merta aromanya yang khas menyeruak ke hidungku. Bentuknya begitu menantang sehingga entah kenapa aku langsung menyukainya. Kuhirup kewanitaan Tina dengan keras dan lidahku mulai menelusuri pinggiran labia minora-nya yang telah basah oleh cairan putih bening dengan wangi pheromone menggairahkan. Kubuka kedua labia-nya dengan jemariku dan kususupkan lidahku pelan diantaranya menyentuh klitorisnya yang telah membesar dan kemerahan.

“Aaagh…” Tina menjerit tertahan, sensasi yang dirasakannya begitu menggelora dan semakin membangkitkan semangatku. Detik itu juga aku memutuskan untuk melepas status keperjakaanku yang entah apalah artinya. Sejenak pikiranku melambung pada Ibu Rani, ah apa yang terjadi besok? Kubuang jauh-jauh perasaan itu dan kupusatkan perhatianku pada gadis cantik molek yang terbaring pasrah dan menantang di hadapanku ini. Tina pun okelah. Malam ini aku akan bercinta dengannya. Dengan ujungnya yang kuruncingkan aku menotol-notolkan lidahku ke dalam kewanitaan Tina hingga ia melenguh keras panjang dan pendek.

Lama, aku bermain dengan berbagai teknik yang kupelajari dari buku. Benar kata orang tua, membaca itu baik untuk menambah pengetahuan. Kuhirup semua cairan yang keluar darinya dan semakin dalam aku menyusupkan lidahku menjelajahi permukaan yang lembut itu semakin keras lenguhan yang terdengar dari bibir Tina. Aku naik perlahan dan kuciumi pusar, perut dan bagian bawah payudaranya yang membulat tegak menantang. Harus kuakui tubuh molek Tina, pacar temanku ini sungguh indah. Lidahku menjelajahi permukaan beledu itu dengan penuh perasaan hingga sampai ke puting payudaranya yang kecoklatan. Aku berhenti, kupandangi lama hingga Tina berteriak penasaran, “Ayo Rez… tunggu apa lagi sayang.”

Aku berpaling ke atas, di hadapanku kini wajah putih jelitanya yang kemerahan sambil menggigit bibir bawahnya karena tak dapat menahan gejolak di dadanya. Hmm… pemandangan yang jarang-jarang kudapat pikirku. Tanganku meraih ke samping, kusentuh pelan putingnya yang berdiri menjulang sangat menggairahkan dengan telunjukku. “Aaah Rez… jangan bikin aku gila, please Rez…” Dengan gerakan mendadak, aku melahap puting tersebut mengunyah, mempermainkan, serta memilinnya dengan lidahku yang cukup mahir. (Aku tahu Tina sangat sensitif dengan miliknya yang satu itu, bahkan hanya dengan itupun Tina dapat orgasme saat kami sering bercumbu dulu). Tina menjerit-jerit kesenangan. Kebahagian melandanya hingga ia maju dan hendak merengkuh badanku.

“Eit, tunggu dulu Non… jangan terlalu cepat sayang”, aku menjauh dan menyiksanya, biar nanti juga tahu rasanya multi orgasme. Nafas Tina yang memburu dan keringat mengucur deras dari pori-porinya cukup kurasa. Aku bangkit dan pergi ke dapur kecil minum segelas air dingin. “Jaaahat Reza… jahaat…” kudengar seruannya. Saat aku balik, tubuhnya menggigil dan tangannya tak henti merangsang kewanitaanya. Aku benci hal itu, dan kutepis tangannya, “Sini… biar aku…” Aku kembali ke arah wajahnya dan kupagut bibirnya yang merah itu dan kami bersilat lidah dengan semangat menggebu-gebu. Kuraih tubuh mungilnya dalam pelukanku dan kutindih pinggulnya dengan badanku. “Uugh…” dia merintih di balik ciuman kami. Kedua bibir kami saling melumat dan menggigit dengan lincahnya, seolah saling berlomba.

Birahi dan berbagai gejolak perasaan mendesak sangat dahsyat. Sangat intensif menggedor-gedor seluruh syaraf kami untuk saling merangsang dan memuaskan sang lawan. Kejantananku minta perhatian dan mendesak-desak hingga permukaannya penuh dengan guratan urat yang sangat sensitif. Duh… saatnya kah? aku bimbang sejenak namun kubulatkan tekadku dan dengan segera aku menjauh dari Tina. Tanpa disuruh lagi Tina meregangkan kedua pahanya dan menyambut kesediaanku dengan segenap hati. Punggungnya membusur dan bersiap. Sementara aku menyiapkan batang kemaluanku dan membimbingnya menuju ke pasangannya yang telah lumer licin oleh cairan kewanitaannya. Oh my God… sensasi yang saat itu kurasakan sangat mendebarkan, saat-saat pertamaku. Gigitan bibir bawah Tina menunjukkan ketidaksabarannya dan dengan kedua betisnya dia mendesak pinggulku untuk bergerak maju ke depan. Akhirnya keduanya menempel. Kubelai-belaikan permukaan kepala kejantananku ke klitorisnya dan Tina meraung, masa sih begitu sensasional? Biasa sajalah. Kudesak ke depan perlahan (aku tahu ini merupakan hal pertama bagi dia juga) sial… mana muat? Ah pasti muat. Kusibakkan dengan kedua jemariku sambil pinggulku mendesak lagi dengan lembut namun mantap. Membelalak Tina ketika batang kemaluanku telah menyeruak di antara celah kewanitaannya.

Sambil matanya mendelik, menahan nafas dan menggigit-gigit bibir bawahnya, Tina membimbing dengan memegang batang kemaluanku, “Hmm… Rez? jangan ragu sayang…” Dengan mantap aku menghentakkan pinggulku ke depan agar Tina menjerit. Loh sepertiganya telah amblas ke dalam. Hangat, basah, ketat sangat sensasional. Pinggang kugerakkan ke kiri dan ke kanan. Sementara Tina kepedasan dan air matanya sedikit mengintip dari ujung matanya yang berbinar indah itu.
“Kenapa sayang?” tanyaku.
“Nggak pa-pa Rez… terusin aja sayang… Aku adalah milikmu, semuanya milikmu…”
“Sungguh…”

Aku tahu pastilah mengharukan bagi gadis manapun meski sebandel Tina, apabila kehilangan keperawanannya. Maka untuk menenangkannya aku merengkuh tubuhnya dan kuangkat dalam pelukan, proses itu membuat kemaluanku semakin dalam merasuk ke dalam Tina. Dia mendelik keenakan, matanya yang indah merem melek dan bibirnya tak henti mendesah, “Rez sayaaang… ugh nikmatnya.” Saat itu aku sedang memikirkan Ibu Rani. Aneh, mili demi mili batang kemaluanku menghujam deras ke dalam diri Tina dan semakin dalam serta setiap kali aku menggerakkan pinggulku ke kiri dan ke kanan sekujur tubuh Tina bergetar, bergidik menggelinjang keras, lalu kudesak ke dalam sambil sesekali kutarik dan ulur. Tina menjerit keras sekali dan kubungkam dengan ciumanku, glek… kalau ketahuan ibu kost-nya mampus kami. Aku tak menyangka sedemikian ketatnya kewanitaan Tina, hingga kemaluanku serasa digenggam oleh sebuah mesin pemijat yang meski rapat namun memberikan rasa nyaman dan nikmat yang tak terkira. Pelumasan yang kulakukan telah cukup sehingga kulit permukaannya kuyakin tidak lecet sementara perjalanan batang kemaluanku menuju ke akhirnya semakin dekat. Hangat luar biasa, hangat dan basah menggairahkan, tulang-tulangku seakan hendak copot oleh rasa ngilu yang sangat bombastis.

Bersambung ke bagian 02

34 Comments on "Ibu Rani Dosenku 01"

  1. Tyara Renata | 18/11/2009 at 00:10 | Balas

    Ibu Rani Dosenku 01Html free online streaming Video . Watch Ibu Rani Dosenku 01Html free online streaming Play or download Ibu Rani Dosenku 01Html for free free downloadfree onlinefree online streamingHD free .

  2. Marcella Daryanani | 18/11/2009 at 05:13 | Balas

    Ibu Rani Dosenku 01 Hot New. Cat Cerita By hot on 18th June 2015 59 Views No Comments Aku mahasiswa arsitektur tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung dan sudah .

  3. Shinta Muin | 18/11/2009 at 06:33 | Balas

    Resmha ngentot Joe Zimmerman. Resmha ngentot 20236 RESHMA VIDEOS Reshma Aunty 5 months ago 13538 Views One of the first malayalam movies to discuss about child marriage.

  4. Yuanita Christiani | 18/11/2009 at 08:35 | Balas

    Berbagi Ilmu bercinta dengan ibu kos. Ibu Rani Dosenku Satu siang di toko buku Ibu Maya yang Baik Hati Kamar Rahasia Ajakan Tante Yani Yang Aduhai Ajakan Tante Yani Yang Aduhai Kepergok .

  5. Vitta Mariana | 18/11/2009 at 09:24 | Balas

    Ibu Rani Dosenku 02 Cerita Dewasa Terbaru. Sambungan dari bagian 01 Perasaan ini rupanya yang sangat diimpikan berjuta pria Eh Tina sayang kasihan kau kelihatan sangat menderita meski aku tahu dia .

  6. Yefani Filliang | 18/11/2009 at 18:52 | Balas

    Berbagi Ilmu Ibu Tiri Nggak Jahat Kok. Ibu Rani Dosenku Satu siang di toko buku Ibu Maya yang Baik Hati Kamar Rahasia Ajakan Tante Yani Yang Aduhai Ajakan Tante Yani Yang Aduhai Kepergok .

  7. Keke Harun | 18/11/2009 at 22:05 | Balas

    PANTEX Ibu Kosku Kekasihku. Minggu 01 November 2009 Ibu Kosku Kekasihku Ibu Rani Dosenku Saya seorang istri yang dirayu Berenang malam bersama my mom Ibu Kosku Kekasihku.

  8. Okie Agustina | 19/11/2009 at 00:55 | Balas

    Ibu Rani Dosenku 02 Hot New. Cat Cerita By hot on 18th June 2015 72 Views No Comments Sambungan dari bagian 01 Perasaan ini rupanya yang sangat diimpikan berjuta pria.

  9. Enny Beatrice | 19/11/2009 at 08:46 | Balas

    story Ibu Dosenku. Ibu Dosenku Kejadiannya kirakira 4 tahun yang lalu Sepupuku Rani Nia 3 Sepupuku Rani Nia 2 Sepupuku Rani Nia 1 Tante Yani 3.

  10. Meyda Sefira | 19/11/2009 at 11:52 | Balas

    Cerita ibu usia paruh baya sexy ML dengan kekasih muda usia. ngentot dengan ibu dosen hot ngentot ibu rani dosenku ngewe dengan ibu dosen sekse Obat Awet Muda 01 49 Bercinta dengan Ayah Sahabatku 01 218 .

  11. Alexa Key | 19/11/2009 at 17:47 | Balas

    Cerita sex ibuku pelacur dosenku. Cerita sex ibuku pelacur dosenku Local Time cerita seks cerita ngentot cerita tante 01 Bu Rani Dosenku Yang Cerita Sex Dewasa ibuku yang sekandal melayu .

  12. Ichi Nuraini | 19/11/2009 at 19:31 | Balas

    Ibu Misna. Ibu Rani Dosenku Mbak Irma Pelajaran dari Tante Kis Mbak Ana Tante Murni Kak Tina Tante Nita Tanteku Tante Juliet Ibu Ria Tante Anna Tante U Ibu .

  13. Ferina Widodo | 19/11/2009 at 20:24 | Balas

    Bu Rani Dosenku Yang Nikmat. Beruntung aku kebagian seorang dosen yang asyik dan kebetulan adalah seorang ibu Rani namanya di awal umur tigapuluh Bu Rani Dosenku Yang Nikmat.

  14. Marina Gardena | 19/11/2009 at 23:48 | Balas

    kisah cerita Ibu Rani Dosenku 02. Sial ingatanku kembali melayang ke Ibu Rani Apa yang sekarang dia lakukan Ibu Rani Dosenku 02 Ibu Rani Dosenku 01 Istri Pamanku yang Menggairahkan.

  15. Ika Eviolina | 20/11/2009 at 02:10 | Balas

    kisah cerita Bersetubuh dengan Ibu Kandung 01. Ibu Rani Dosenku 02 Ibu Rani Dosenku 01 Istri Pamanku yang Menggairahkan Gairah Ibu Bella Derita Seorang Artis Seksi Aku Korban Birahi Anjingku 03.

  16. Darti Manulang | 20/11/2009 at 08:32 | Balas

    Ibu Sahabatku Cerita Dewasa Terbaru. Ibu Rani Dosenku Mbak Irma Pelajaran dari Tante Kis Mbak Ana Tante Murni Kak Tina Tante Nita Tanteku Tante Juliet Ibu Ria Tante Anna Tante U Ibu .

  17. Velove Vexia | 20/11/2009 at 16:20 | Balas

    Daftar Cerita Setengah Baya 04 Rumah Seks Indonesia. Ibu Rani dosenku 1 330 Ibu Rani dosenku 2 331 Ibu Rini 332 Ibu Sekdes di desa terpencil 333 01 Cerita Campuran 02 Pesta Seks 1 Pesta Seks 2.

  18. Marsha Aruan | 21/11/2009 at 11:48 | Balas

    Cerita Ngentot Ibu Rani Dosenku Top News Celebrities. Cerita Ngentot Ibu Rani DosenkuKumpulan Cerita Dewasa ini berisikan Kumpulan Koleksi Cerita Dewasa Cerita Sex Cerita.

  19. Djoewariah | 21/11/2009 at 14:28 | Balas

    story Ibu Rani Dosenku. Aku mahasiswa arsitektur tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung dan sudah saatnya melaksanakan tugas akhir sebagai prasyarat kelulusan.

  20. Clara Sinta | 21/11/2009 at 23:57 | Balas

    Berbagi Ilmu IBU guru. Ibu Rani Dosenku Satu siang di toko buku Ibu Maya yang Baik Hati Kamar Rahasia Ajakan Tante Yani Yang Aduhai Ajakan Tante Yani Yang Aduhai Kepergok .

  21. Yati Surachman | 22/11/2009 at 07:12 | Balas

    Cewe sex beruntung. Ibu Rani Dosenku May 30 2012 sumber hamsterhead info201201tempatmangkalcewekcewekabgbispak htmlixzz1wSSMOax7 type your description here .

  22. Sahila Hisyam | 22/11/2009 at 18:29 | Balas

    Berbagi Ilmu Tante Riri Ibu Kost ku. Ibu Rani Dosenku Satu siang di toko buku Ibu Maya yang Baik Hati Kamar Rahasia Ajakan Tante Yani Yang Aduhai Ajakan Tante Yani Yang Aduhai Kepergok .

  23. Cut Keke | 22/11/2009 at 21:23 | Balas

    Sepupuku Rani Nia 1 Cerita Khusus Dewasa. Ibu Rani Dosenku Mbak Irma Pelajaran dari Tante Kis Mbak Ana Tante Murni Kak Tina Tante Nita Tanteku Tante Juliet Ibu Ria Tante Anna Tante U Ibu .

  24. Dhanny Dahlan | 23/11/2009 at 06:05 | Balas

    Cerita Dewasa Pengorbanan Ibu Banu Bagian II. Cium memek ibu jilat memek Ibu 01 PM You can follow any responses to this entry through the RSS 20 feed You can leave a Ibu Rani Dosenku Event Organizer.

  25. Hanna Wijaya | 23/11/2009 at 21:29 | Balas

    Kisah IbuIbu. Dari hasil bergaul tersebut timbul kesepakatan di antara ibuibu di blok daerah rumahku untuk mengadakan arisan Ibu Rani Dosenku Mbak Irma Pelajaran dari .

  26. Sarah Shafitri | 23/11/2009 at 23:13 | Balas

    Dosenku Guru Seksku Hasil Pencarian Agen Sbobet. Ibu Dosen Binal Indonesia Show Girl Friendceritaseksceritablogspot201001ibudosenku Ibu Rani dosenku 2 Ibu Kost Ibu Ita Ibu sahabatku.

  27. Michella Putri | 24/11/2009 at 08:39 | Balas

    PANTEX Adik Suami Pemuas Nafsuku 01. Minggu 01 November 2009 Adik Suami Pemuas Nafsuku 01 Ibu Rani Dosenku Saya seorang istri yang dirayu Berenang malam bersama my mom Ibu Kosku .

  28. Titiek Puspa | 24/11/2009 at 10:34 | Balas

    PANTEX Ibu Kandung. Minggu 01 November 2009 Ibu Kandung Ibu Rani Dosenku Saya seorang istri yang dirayu Berenang malam bersama my mom Ibu Kosku Kekasihku Mulusnya .

  29. Aida Nurmala | 24/11/2009 at 11:31 | Balas

    Setengah Baya. 6 January 2013 0157 PM Cerita Panas Setengah Baya Wajib Baca Sebelum Posting Ibu rani dosenku Started by Myparadise 3 May 2015 0849 PM Balasan .

  30. Syahnaz Sadiqah | 24/11/2009 at 12:53 | Balas

    Cerita seks dgn tante berjilbab. The safer these split the positively down a cerita hot bermain cinta dengan tante berjilbab whichever are and she town Ibu Rani Dosenku Cerita Seks Dewasa .

  31. Asri Welas | 24/11/2009 at 15:25 | Balas

    Sepupuku Rani Nia 2 Cerita Khusus Dewasa. Ibu Rani Dosenku Mbak Irma Pelajaran dari Tante Kis Mbak Ana Tante Murni Kak Tina Tante Nita Tanteku Tante Juliet Ibu Ria Tante Anna Tante U Ibu .

  32. Dominique Sanda | 24/11/2009 at 15:52 | Balas

    cerita panas mesum dan sex Ibu kost. Pada saat mau naik tangga saya dipanggil ibu kost teman saya Ibu Rani Dosenku Mbak Irma Pelajaran dari Tante Kis Ibu Dosenku Ibu Sekdes .

  33. Tatjana Saphira | 24/11/2009 at 21:27 | Balas

    Ibu Sahabatku. Admin 0139 Facebook Twitter Google Pinterest StumbleUpon Delicious LinkedIn Reddit Ibu Rani Dosenku Mbak Irma Pelajaran dari Tante Kis Mbak Ana .

  34. Bang Uddin | 30/04/2016 at 01:10 | Balas

    ijin mantau dan nyimak dulu…
    trus ninggalin jejak dulu ah…thx

Leave a comment

Your email address will not be published.


*