Indolucky

Teman Lesbi dari Chatting

176hu

Hai, namaku Bunga (samaran), umur 21 tahun, aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja. Terus terang saja aku adalah seorang gadis yang menyukai sesama jenis dan aku menyadarinya semenjak SMP kelas 3. Dan aku mulai bereksperimen dengan dunia lesbianku semenjak kelas 1 SMA. Ini adalah sepenggal kisah pengalaman pribadiku yang benar-benar terjadi. Semua nama orang dan tempat dalam cerita ini sengaja disamarkan untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

Kisah ini diawali dengan kegemaranku akan chatting pakai IRC dari dua tahun lalu. Dengan nick name **** (edited), aku iseng menjelajahi dunia cyber. Akhirnya kutemukan chat room/channel yang cocok denganku yaitu #lesbi, #lesbian, #lesbians, #lezbo, dan masih banyak lagi, bahkan aku sempat menjadi salah satu OP di sebuah channel lesbian. Aku pun mulai berkenalan dengan beberapa orang yang kebanyakan dari luar negeri dan yang dari negeri sendiri. Bisa di katakan 50% orang yang online di channel tersebut adalah laki-laki, hal itu yang membuatku menjadi agak jengkel, mereka semua penipu. Sampai akhirnya aku berkenalan dengan seorang wanita.

(***-devil) Hiii… boleh kenal nggak yah?
(****_girl) Boleh… boleh… asl-nya donk.
(***-devil) Aku 30 f jkt… kamu?
(****_girl) Gue 20 f Jogja city… hi hi hi, eh udah agak tua hihihihi.
(***-devil) Yeee… emang nggak boleh, eh real name dong biar enak manggilnya.
(****_girl) Gue Bunga.
(***-devil) Met kenal Bunga… kenalkan aku… Lina.

Obrolan kami pun terus berlangsung, mulai dari hal-hal yang ringan hingga hal-hal yang berbau seks. Hampir setiap hari kami bertemu di channel, kami pun mulai bertukar alamat, nomor telepon, dan foto beserta biodata melalui e-mail maupun langsung saat online di channel. Mbak Lina adalah wanita karier yang termasuk dalam golongan yuppies (young urban profesional), dia belum berkeluarga dan hidup sendiri di tengah kerasnya kehidupan ibukota. Hingga pada suatu hari telepon di kosku berdering.

“Halo… bisa bicara dengan Dik Bunga?”
Aku pun menjawab, “Ya, saya sendiri… mmm ini dari siapa yah?”
“Ini aku Dik… Mbak Lina!”
Aku tersentak, ya ampun suaranya begitu halus dan lembut, suaranya mampu menggetarkan hatiku.
“Ya ampun Mbak Lina… bikin kaget saja, gimana kabarnya Mbak?”
“Baik-baik aja, eh Mbak bisa minta tolong nggak?”
“Ada apa Mbak?”
“Mbak sekarang ada di Jogja nih… bisa nggak kamu jemput Mbak di stasiun, sekalian nyari hotel buat Mbak bisa nggak?”
“Oh my god… kenapa nggak bilang-bilang kalau mau ke Jogja Mbak, iya deh Mbak aku jemput sekarang, Mbak tunggu saja di sana ok?”
“OK… makasih yah.”

Dengan segera sore itu juga aku menjemputnya di stasiun, tak lupa kubawa fotonya agar aku lebih mudah mengenali dirinya. Sesampainya di stasiun, aku langsung bisa mengenalinya, wanita anggun dengan setelan blazer khas wanita karier. Aku pun menyapanya, “Mbak Lina…!” Dia pun berpaling kepadaku, dan tampaknya dia terperanjat, “Ya ampun… Bunga… kamu nampak jauh lebih cantik dibandingkan photomu.” katanya, sembari tanpa malu-malu mengecup pipiku. Aku pun membalasnya dengan agak canggung. “Udah Mbak… ngobrolnya sambil jalan aja, udah sore nih, entar kemaleman lagi… yuk!” kataku sambil kugandeng tangannya. Selama perjalanan Mbak Lina bercerita bahwa dia ambil cuti seminggu untuk liburan, dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke Jogja, dia ingin mengunjungi Borobudur, Prambanan, pantai Parang Tritis serta daerah wisata lain di sekitar Jogja. Aku mencarikannya hotel yang dekat dengan kosku di sekitar kampus.

Kami pun tiba di hotel T, setelah check in kami berdua segera menuju kamar, tampaknya Mbak Lina sangat lelah akibat perjalanannya.
“Mbak… kalau Mbak lelah, jalan-jalan ke Malioboronya besok aja Mbak, mendingan Mbak istirahat aja sekarang, OK?” kataku sembari beranjak keluar ruangan.
“Lho Bunga! kamu mau kemana?” tanya dia.
“Mmm… anu Mbak, Bunga pulang ke kos dulu… mau mandi, kan udah sore.”
“Kamu ini gimana, mandi di sini kan bisa, habis mandi nanti kita keluar… anterin Mbak jalan-jalan, gimana mau khan? please!” katanya sambil memohon kepadaku, aku pun mengangguk.

Mbak Lina mulai melepas bajunya satu demi satu hingga tinggal BH dan celana dalamnya saja. “Bunga… kamu ini gimana, katanya mau mandi, ayo buka bajunya!” katanya sembari melucuti pakaianku, aku hanya bisa pasrah saja dengan tingkah lakunya, dia pun juga menyisakan BH dan celana dalamku saja, meski tubuhku (175 cm) lebih besar dibanding dia (kurang lebih 165 cm) aku tidak banyak berkutik. Aku bisa melihat lekuk tubuhnya yang indah dengan jelas, dadanya seukuran denganku 36B, dan ia memiliki belahan pantat yang sangat indah. “Hei… disuruh mandi kok malah bengong, ayo…!” dia membimbingku ke kamar mandi, kemudian segera menutup pintu kamar mandi begitu kami berdua berada di dalam. “Mmm… mandinya bareng aja yah, biar lebih cepet, “katanya sambil tersenyum, sekarang dia mulai melepas BH dan celana dalamnya dan tanpa canggung melepas punyaku juga. Terpampang jelas di depanku wanita cantik dan seksi dengan payudara yang padat dan menjulang ke atas, aku bisa membaui aroma kewanitaanya dari kemaluannya, membuat kemaluanku semakin basah. Tanpa pikir panjang aku langsung menubruk dan memeluk tubuhnya, aku memepet tubuhnya ke dinding sehingga dia tidak dapat berkutik lagi, aku bisa merasakan sensasi yang menakjubkan ketika payudaranya bergesekan dengan payudaraku, aku bisa merasakan nafasnya mulai tidak beraturan. Mbak Lina memejamkan matanya, tampaknya dia pasrah dalam pelukanku.

Tanganku pun mulai bergerilya, menyusuri tubuh indahnya, kulumat bibir indahnya dengan bibirku, dia membalas pagutan demi pagutan, dia merangkulkan tangannya ke leherku, napasnya semakin memburu dan aroma khas kewanitaannya semakin keras menusuk hidungku. Aku pun merasa kemaluanku semakin basah, payudaraku pun semakin menegang. Pelan-pelan tanganku mulai merambat menuju kemaluannya dan… ya ampun… kemaluannya sudah sangat basah, kuraba selangkangannya dengan lembut, dan ia sempat tersentak ketika jari-jariku meraba klitorisnya, ketika jariku ingin kumasukkan ke dalam liang kemaluannya dia mencegahku dengan wajah memelas, dia menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin aku melakukannya, mungkin dia masih perawan pikirku. Dia pun berkata, “Sayang… dielus-elus saja yah… please,” katanya sambil memelas. Aku pun hanya mengangguk. Kulumat lagi bibir indahnya sambil mengusap-usap kemaluannya, dia pun juga mulai mengusap kemaluanku. Beberapa saat kemudian aku merasakan sensasi enak yang menjalari tubuhku, hangat dan mulai memusat ke arah kemaluanku.

“Mbak… ahh… ah.. oughhh… terus… jangan berhentii… uuhhh… udah mau keluar nih.”
“Bungggaaa… aaah… Mbak juga udah mau keluar nih… ouuughhh…”
Sesaat kemudian tubuhku mengejang-ngejang dan aku merasakan cairan hangat mengalir deras dari kemaluanku, begitu juga dengan Mbak Lina dia memelukku dengan erat ketika dia mencapai orgasme, dia melumat bibirku agar tidak berteriak, setelah agak mereda, dia mulai melepaskan pelukannya tapi kemudian ambruk dalam pelukanku, tampaknya dia sangat lelah kemudian aku pun memandikannya dengan lembut dan dia pun juga melakukan sebaliknya kepadaku. Dia tampak pasrah sekali kepadaku, sampai-sampai dia tidak mau melepaskan pelukannya dariku. Kukeringkan badannya dengan handuk sambil sesekali mengelus payudara ataupun kemaluannya dan dia tidak memberikan perlawanan yang berarti sama sekali.

Kurebahkan tubuhnya di atas ranjang, kemudian kuciumi sekujur tubuhnya yang masih bau sabun, kulitnya putih, mulus ,halus, lembut, tanpa cacat dan aku suka itu. Mbak Lina sudah tampak pasrah sekali dan dia tidak bisa melakukan perlawanan sama sekali, dan kupikir ini merupakan suatu kesempatan bagiku. Kuikatkan kedua tangannya ke ranjang dengan scarf miliknya, dan dia masih tidak melawan, aku tidak habis pikir, pasti dia menikmatinya, gumamku dalam hati. Kutindih tubuhnya dengan tubuhku, kuciumi bibirnya dengan penuh nafsu. Kembali sensasi menakjubkan itu kurasakan saat tubuhku menghimpit tubuhnya, nafasku menjadi semakin tidak karuan, kedua kemaluan kami saling bergesekan. Oh, aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kuremas kedua payudaranya sambil sesekali kuhisap, berkali-kali ia menjerit lirih. “Ohhh… mmm… uuouugh… Bunga… uuuhh…”jeritnya tertahan. Desahannya itu semakin membuatku kehilangan akal, tanpa pikir panjang kumasukkan kedua jariku ke dalam liang kemaluannya, dan… “Bles…” meskipun liang kemaluannya masih rapat, aku tahu kalau dia sudah tidak perawan, sempat terlintas di pikiranku kenapa dia melarangku melakukannya tadi. Sesaat dia ingin mengatakan sesuatu tapi dengan cepat aku langsung membungkam mulutnya dengan tanganku yang lain, dia pun mulai meronta.

Kembali kutindih tubuhnya agar dia tidak bisa berkutik, sembari jariku masih mengobok-obok kemaluannya. Kedua jariku berusaha mencari titik G-spotnya, sampai akhirnya aku menemukannya, kemudian aku tekan kedua jariku. Beberapa saat kemudian Mbak Lina mulai menggeliat-geliat, kedua kakinya dilingkarkannya ke pinggangku, tubuhnya mulai mengejang, bahkan pantatnya sampai terangkat, mulutnya masih kubungkam dengan tanganku. Tubuh Mbak Lina mengejang dengan hebat sampai-sampai Mbak Lina memejamkan matanya. Setelah agak mereda, aku segera lepaskan tanganku dari mulutnya. Saat itu aku baru menyadari kalau Mbak Lina menangis, aku pun melepaskan ikatan tangannya dan… “Plakk… plakk…” Mbak Lina langsung menampar wajahku dua kali. Karena aku merasa tidak melakukan suatu kesalahan, aku pun mulai menangis. Belum pernah aku ditampar oleh seorang pun seumur hidupku.

“Hiks… hiks… Bunga… kamu jahat sekali” katanya sambil sesenggukan.
“Mbak… apa salahku…” kataku sembari berusaha menghapus air mataku yang bertambah deras.
“Kamu… kamu kan harusnya sudah tahu itu, Mbak kan sudah bilang… jangan kamu lakukan itu tapi tetap saja kamu lakukan itu. Kamu tuh nggak ngerti perasaan Mbak… hiks,” katanya sambil menahan tangis.
“Mbak… Bunga minta maaf, waktu itu Bunga kalap… jadi Bunga kehilangan kontrol… maafkan aku ya Mbak!” aku mengiba kepadanya.

Mbak Lina tidak memperdulikan ucapanku, dia membalikkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya ke bantal sambil menangis tersedu-sedu. Aku menjadi serba salah. Aku pun segera berpakaian, kurasa Mbak Lina sekarang lagi ingin menyendiri, jadi pelan-pelan kutinggalkan kamarnya. Aku keluar dari hotel dengan berat hati karena merasa sangat bersalah. Dua jam kemudian aku kembali ke kamarnya, ternyata dia tak mengunci pintu kamarnya, aku pun masuk dengan mengendap-endap, aku takut dia masih marah kepadaku. Aku melihatnya masih teronggok di atas ranjang, tampaknya dia kelelahan sampai tertidur, kasihan aku melihatnya. Aku pun mendekat dan berusaha menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut. Tapi kemudian ia terbangun, mungkin ia terbangun olehku. Dia membetulkan selimutnya sambil menatapku dalam-dalam, aku tak berani menatapnya, aku hanya bisa tertunduk malu.
“Bunga sekarang jam berapa?” katanya kepadaku.
“Jam sembilan Mbak,” jawabku takut-takut, sambil terus menunduk.
“Ya ampun… Mbak belum makan malam nih… temenin Mbak makan yuk!” kata dia.
Aku tidak menjawab, aku hanya mengangguk pelan. Dia pun segera berdandan dan berganti pakaian. Lalu dia menggandeng tanganku keluar kamar, dia menggenggam tanganku dengan erat, entah apa yang dipikirkannya.

Kami pun akhirnya makan di sebuah rumah makan dekat hotel yang kebetulan buka sampai malam. Selama makan pun kami saling berdiam diri, tidak mengucapkan sepatah katapun. Sepulang dari rumah makan itu, Mbak Lina kembali menggandeng tanganku dengan erat, seolah tidak ingin melepaskanku. Kami kembali menuju hotel dan segera menuju kamar. Begitu kami masuk kamar, Mbak Lina langsung mendudukkanku di bibir ranjang, aku sudah siap jika ia ingin memarahiku lagi, aku menundukkan kepalaku, tidak berani menatap wajahnya. Tapi kemudian tangannya yang halus dan lembut mendongakkan kepalaku, dia menatapku dalam-dalam. Karena merasa takut, tanpa sadar air mataku mulai mengalir.

“Lho Bunga… kenapa kamu menangis?” tanya dia sambil menghapus air mataku.
“Mbak… Bunga minta maaf, Bunga ngaku salah, maafin aku ya Mbak…!” kataku terisak.
Mbak Lina bersimpuh di hadapanku, diambilnya tanganku, dia genggam erat tanganku.
“Bunga… harusnya Mbak yang minta maaf sama kamu, Mbak udah ngasarin kamu… udah sekarang kamu jangan nangis lagi yah… sayang,” kata dia sambil mengecup keningku.
“Harusnya Mbak memberitahu kamu sejak awal tentang ini… mmmm… begini. Sebenarnya Mbak punya komitmen akan sesuatu…” katanya memecah suasana.
Dia berkata, “Mbak pernah berjanji pada diri sendiri, barang siapa yang pertama kali melakukan seperti apa yang kamu lakukan tadi pada Mbak, maka Mbak akan setia bersama dia sebagai seorang kekasih.”
“Tapi… tapi Mbak kan sudah nggak perawan lagi…” kataku.
“Iya betul… tapi aku kehilangan kegadisanku oleh tanganku sendiri, perlu kamu ketahui kamulah orang pertama yang melakukan itu padaku, meski dulu aku punya pacar tapi tidak ada yang seberani kamu dan senekat kamu sehingga mereka tidak pernah berani macam-macam sama Mbak… kamu mengerti sekarang sayang,” kata dia.

Dia kembali berkata, “Bunga… maukah kamu menjadi kekasihku?” dia memohon sambil berlutut di hadapanku. Sekali lagi aku tidak ingin membuat kesalahan, aku tidak ingin mengecewakannya lagi, aku pun mengangguk pelan. Mbak Lina pun bangkit, kemudian dia duduk di pangkuanku, lalu dia melepas t-shirt yang dikenakannya, terpampanglah dua gundukan indah di hadapanku, terbalut BH putih berenda. Kami berpandangan, Mbak Lina tersenyum manja, kemudian dia mengecup bibirku, aku pun tersenyum. Kupeluk tubuh indahnya kemudian kubaringkan dia, kemudian… “Bunga! Jangan ditindih ya… please… habis kamu berat sih,” katanya manja. Aku pun cuma mengangguk, aku lalu berbaring di sampingnya, kubelai rambutnya dengan lembut, kukecup keningnya, bibirnya, kemudian lidahku mulai menelusuri tubuhnya, kucium dadanya, pagutan demi pagutan membuatnya tampak kegelian. Kulepaskan BH-nya yang dari tadi masih menutupi gunung kembarnya, puting susunya tegak berdiri, tampaknya dia sudah sangat terangsang. Kujilati puting susunya satu persatu. “Oooh…!” Mbak Lina mendesah kegelian, aku pun mulai menghisap puting susunya yang sebelah kanan sedang yang kiri kupilin-pilin putingnya dengan kedua jariku. Kali ini Mbak Lina mengeluarkan desahan-desahan yang menggairahkanku, dia memejamkan mata sambil menggigit bibirnya, berusaha menahan gairah yang begitu menggelora.

Setelah cukup puas, kubuka t-shirt beserta BH-ku, kupeluk tubuhnya kemudian kubalikkan tubuhnya sehingga kini ia menindihku. Dia duduk di atas tubuhku. Kini tangannya mulai usil memilin-milin kedua puting susuku sambil tersenyum manja, kulingkarkan tanganku ke pinggangnya sehingga tubuhnya semakin dekat denganku. Kuraih punggungnya sehingga ia kembali menindihku, kedua kaki kami saling membelit, tangannya masih meremas-remas kedua payudaraku, dia menatapku dalam-dalam, aku tahu apa maksudnya. Bibir kami pun bertemu, saling melumat, lidah kami saling berpilin, dada kami saling bergesekan, aku pun mulai merasakan kehangatan bunga-bunga cinta di antara kami.

Mbak Lina sudah tidak sabar lagi, ia mulai melepas celana jeans beserta celana dalam yang dikenakannya, dia juga melepas pakaian yang masih menempel di tubuhku. Kini kami berdua sama-sama telanjang bulat, kami mulai bergumul di atas ranjang, berguling-guling ke sana kemari. Aroma kewanitaan dari kemaluan kami mulai terasa keras menusuk hidung. Kemaluan kami berdua benar-benar basah, terbukti ketika kami saling menggosokkan kemaluan kami sampai terdengar bunyi berdecak-decak pertanda kemaluan kami sangat becek. Bibirku terus melumat bibirnya, nafasnya mulai tidak teratur, kumasukkan kedua jariku ke kemaluannya, dia pun tak mau kalah dia juga memasukkan kedua jarinya ke dalam liang kemaluanku, aku mulai mengobok-obok kemaluannya sambil terus memeluknya dengan erat. Tidak… sekarang tidak hanya kedua jariku, kini kumasukkan tiga jari ke dalam kemaluannya dan dia pun semakin menggila, tangannya yang satu lagi meremas pantatku dengan kuat, tubuhnya semakin mengejang-ngejang.
“Ooohh… oughhh… aaahhh… Bungaaa… mau keluar nihhh… ooohh…” dia mendesah dengan keras.

Dan aku pun bisa merasakan cairan hangat keluar dari kemaluannya, aroma kewanitaan pun semakin terasa, membuatku semakin menggila. Tak lama kemudian aku pun mencapai orgasme, tubuhku mengejang dengan hebat, seolah-olah ada yang meledak dalam tubuhku. Kami berdua terkulai lemas dalam pelukan, aku masih sempat melihat dia tersenyum kepadaku, kemudian dia memejamkan matanya dan tidur dalam pelukanku. Keesokan harinya aku terbangun, aku mendapati dirinya masih meringkuk dalam pelukanku, aku sibakkan rambut yang menutupi wajahnya, wajahnya tampak berseri-seri, aku tidak tega membangunkannya, dia begitu cantik dan anggun. Aku pun terus membelainya sampai kemudian ia terbangun. Kukecup bibirnya dengan lembut. “Selamat pagi…” kataku lirih.

TAMAT

42 Comments on "Teman Lesbi dari Chatting"

  1. Amyra Jessica | 18/11/2009 at 01:06 | Balas

    Teman Lesbi dari Chatting YouStory. Kisah ini diawali dengan kegemaranku akan chatting pakai IRC dari dua tahun lalu Dengan nick name edited aku iseng menjelajahi dunia cyber.

  2. Cornelia Agatha | 18/11/2009 at 01:44 | Balas

    Cerita Dewasa Teman Lesbi hot CENDOLAN. Cerita Dewasa Teman Lesbi Hai namaku Bunga samaran Kisah ini diawali dengan kegemaranku akan chatting pakai IRC dari dua tahun lalu.

  3. Sandy Harun | 18/11/2009 at 03:33 | Balas

    Teman lesbi dari chating Cerita Dewasa seks Foto Bugil. Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja Terus terang saja aku adalah seorang gadis yang menyukai sesama .

  4. Yenny Farida | 18/11/2009 at 10:59 | Balas

    Cerita seks teman chatting. Cerita seks teman chatting Terus terang saja aku adalah seorang gadis Cerita seks sama teman sekolah sekolahvideo lucahsekandal melayutelanjang bugil Khusus untuk .

  5. Nina Anwar | 18/11/2009 at 15:10 | Balas

    Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku Bugil Web. Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku Artikel ini menginformasikan tentang Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku secara lengkap dan detail.

  6. Ira Maya Sopha | 18/11/2009 at 23:43 | Balas

    Cerita sex sama tante teman chatting. Sampai suatu ketika saya yang menerima permohonan teman dari di BBm dari beberapa kali chit chat cerita panas tante girang perawan lesbi sedarah .

  7. Widyawati | 19/11/2009 at 02:46 | Balas

    Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku news Virgin. Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku Artikel ini menginformasikan tentang Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku secara lengkap dan detail.

  8. Uli Auliani | 19/11/2009 at 03:53 | Balas

    Kalanaman Welcome to The World Largest Online Contents. Kalanaman Community Get Free Unlimited Download Free Software and Application Video Music Images Wallpaper Picture Blog Free Internet.

  9. Ayu Anjani | 19/11/2009 at 04:29 | Balas

    Cerita sex ngentot sama teman chatting. Cerita sex ngentot sama teman chatting 4 net south Thaiman The name of a district and town in the land of Edom named after Teman the grandson of Esau the son .

  10. Juni Arcan | 19/11/2009 at 11:42 | Balas

    Teman Lesbi dari Chating di Facebook Novel Cerita Dewasa. NovelCeritaDewasa Teman Lesbi dari Chating di Facebook Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja.

  11. Fanny Fabriana | 19/11/2009 at 12:16 | Balas

    Cerita Dewasa Teman lesbi dari chatingku. Cerita Dewasa Teman lesbi dari chatingku Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja.

  12. Dominique Agisca Diyose | 19/11/2009 at 17:01 | Balas

    Cerita teman chatting lesbi di hotel. Cerita lesbi di 09 14 10 komentar Pengalaman Di Chatting 25 Posted by admin on April 15 Karena tidak mempunyai saudara atau teman di kota tersebut .

  13. Rita Sugiarto | 19/11/2009 at 17:19 | Balas

    Cerita Dewasa Pemerkosaan Teman Kantor YouStory. Teman Lesbi dari Chatting Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja Terus terang saja aku adalah seorang g.

  14. Tri Budiman | 20/11/2009 at 01:14 | Balas

    Komentar di Teman Lesbi dari Chatting. ae gw dah bca crita luegw inezcwe t0mboybutchygw keren n byk yg blg gw ckepgw cri cwe fem yg bz seriuz ma gwgw tggu callx ya 085247109246.

  15. Maria Selena | 20/11/2009 at 02:47 | Balas

    Teman Lesbi dari Chatting nafsu. Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja Terus terang saja aku adalah seorang gadis yang menyukai sesama .

  16. Nia Paramitha | 20/11/2009 at 06:46 | Balas

    Sange ABis Cerita Dewasa Teman lesbi dari chatingku. Cerita Dewasa Teman lesbi dari chatingku Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja.

  17. Merry Putrian | 20/11/2009 at 14:18 | Balas

    teman lesbi dari chatting Download 4shared Ervan . teman lesbi dari chatting download at 4shared teman lesbi dari chatting is hosted at free file sharing service 4shared.

  18. Chantiq Schagerl | 20/11/2009 at 17:40 | Balas

    X X X X 6 9 X X X X Cerita Dewasa. Teman Lesbi dari Chatting Kartika Lesbian Umur 25 Tahun Tante Ayu The Nurse lesbian adikku sayang The First Touch Ibuku Seorang Lesbian CERITA PEMBANTU.

  19. Marissa Christina | 21/11/2009 at 04:20 | Balas

    Meremas Payudara Lesbi Hot. meremas payudara lesbi hot yang diupdate pada 20 June aku bunga adalah penulis teman lesbi dari chatting sepeninggal mbak lina kembali jakarta .

  20. Lolita Putri | 21/11/2009 at 12:37 | Balas

    Teman chatting wanita. Teman chatting wanita paling hot di indonesia kavling utk mencari temen Other data for illustrative purposes only wb Dskon membantu Anda untuk berhemat hingga 70 .

  21. Sherina Munaf | 21/11/2009 at 15:24 | Balas

    Teman Lesbi dari Chatting Dewasa Seks. Kisah ini diawali dengan kegemaranku akan chatting pakai IRC dari dua tahun lalu Dengan nick name edited aku iseng menjelajahi dunia cyber.

  22. Cynthiara Alona | 21/11/2009 at 15:33 | Balas

    Teman Lesbi dari Chatting Cerita Sex Kumpulan Cerita . Aku punya teman SMU dulu Hubungan kami sangat baik karena kami samasama aktif di OSIS Setelah lulus ia melanjutkan pendidikan ke Austra.

  23. Mpok Atiek | 21/11/2009 at 21:01 | Balas

    Teman Lesbi dari Chatting. Teman Lesbi dari Chatting Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja Terus terang saja aku adalah seorang gadis .

  24. Rima Melati | 21/11/2009 at 22:11 | Balas

    Teman Chattingku FANSFOKUSBET. Aku kenal beberapa orang teman chatting yang asyik untuk diajak bercanda ataupun berdiskusi Teman Lesbi Dari Chatting Tenggelam Dalam Pesona Warni I.

  25. Adinda Azani | 22/11/2009 at 04:48 | Balas

    Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku Bogil Virgin. Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku Artikel ini menginformasikan tentang Cerita Boogil Teman lesbi dari chatingku secara lengkap dan detail.

  26. Rachel Maryam | 22/11/2009 at 16:17 | Balas

    cewek blue Teman lesbi dari chating. Penyiksaan Budak nafsu ABG Penyiksaan Diikat wanita teman baruku Penyiksaan First experience Penyiksaan First time bondage Penyiksaa.

  27. Ratna Ruthinah | 22/11/2009 at 17:08 | Balas

    melina huang Google. Judi Poker POKER IKAN Hi mungkin kalian masih ingat denganku aku Bunga aku adalah penulis cerita TEMAN LESBI DARI CHATTING Sepeninggal Mbak Lina kembali ke .

  28. Marchia Caroline | 22/11/2009 at 17:28 | Balas

    Sejenis nafsu Halaman 2. Hi mungkin kalian masih ingat denganku aku Bunga aku adalah penulis cerita TEMAN LESBI DARI CHATTING Sepeninggal Mbak Lina kembali ke Jakarta karena masa .

  29. Upit Sarimanah | 22/11/2009 at 19:17 | Balas

    Cerita seks teman chatting. Terus terang saja aku adalah seorang gadis Cerita dewasa dengan cewek teman chat 33 ARTIS CHINESE 10 Teman Lesbi dari Chatting Hai namaku Bunga samaran .

  30. Salma Paramitha | 22/11/2009 at 19:35 | Balas

    TEMAN LESBY KU DARI CHATINGAN Memek mantap. Cerita Dewasa Teman lesbi dari chatingku Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja.

  31. Enny Haryono | 23/11/2009 at 00:21 | Balas

    Cari Teman Informasi Cari Teman Terlengkap di Indonesia. Anda juga akan menemukan tipstips untuk mencari teman chatting online mencari teman di facebook di ym yahoo messenger melalui teman dari teman Anda .

  32. JajangNoer | 23/11/2009 at 02:41 | Balas

    Teman Lesbi dari Chatting Cerita sex indonesia . Teman Lesbi dari Chatting Mei 8th 2007 Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja Terus terang saja aku adalah .

  33. Raihaanun | 23/11/2009 at 03:48 | Balas

    Cari TemanJodoh Kumpulan Berita Curhat Kontak Jodoh. siang nm gw boby gw ingin cari teman ni asl gw dari sumut gw bekerja di salah satu perusahaa minyak Chat di yahoo aja yu dulu .

  34. Chacha Frederica | 23/11/2009 at 04:21 | Balas

    kisah cerita Teman Lesbi dari Chatting. Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja Terus terang saja aku adalah seorang gadis yang menyukai .

  35. Bianca Liza | 23/11/2009 at 18:27 | Balas

    apa teman saya lesbi Yahoo Answers. yang agak besar jadi tubuh saya tidak terlihat bentuknya tapi dari situ dia disekolah mulai Apa teman saya lesbi Chat or rant adult .

  36. Saira Jihan | 23/11/2009 at 20:46 | Balas

    Cerita sex sama tante teman chatting. Cerita sex sama tante teman chatting Sampai suatu ketika saya yang menerima permohonan teman dari di cerita panas tante girang perawan lesbi .

  37. Olivia Zalianty | 24/11/2009 at 02:45 | Balas

    Berbagai foto puting lesbi. Proses perilaku lesbi ini terjadi melalui proses penularan yang ditularkan melalui lesbian untuk aku adalah penulis cerita TEMAN LESBI DARI CHATTING.

  38. Tara Basro | 24/11/2009 at 07:58 | Balas

    cerita lesbi. Cerita 4 sekawan lesbi dengan kegemaranku akan chatting pakai IRC dari dua tahun sudah tahu dari Ibu Kos semoga kita dapat menjadi teman yang .

  39. Leily Sagita | 24/11/2009 at 11:35 | Balas

    Teman lesbi dari chating Cerita Dewasa. Hai namaku Bunga samaran umur 21 tahun aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja Terus terang saja aku adalah seorang gadis yang menyukai sesama .

  40. Jill Gladys | 24/11/2009 at 12:00 | Balas

    Teman chat ngentot. Teman chat ngentot by Nos89 on perawan lesbi sedarah setengah berikut merupakan cerita sex yang lumayan seru berawal dari pertemuan dikereta api sampai .

  41. Iis Sugianto | 24/11/2009 at 13:25 | Balas

    Cerita lesbi sama mama. Cerita lesbi sama mama cerita remaja 2009 Hi mungkin kalian masih ingat denganku aku Bunga aku adalah penulis cerita TEMAN LESBI DARI CHATTING.

  42. Sylvana Herman | 24/11/2009 at 16:43 | Balas

    Cerita diperkosan teman lesbi. Chat Polls Links Home tante girang perawan lesbi sedarah setengah baya Cerita sex ini berawal dari aku dan seorang teman wanita yang samasama .

Leave a comment

Your email address will not be published.


*