Indolucky

Antologi Cinta Sejenis – 2

176hu

Surat Kelima <5>


IF, setelah seharian kemarin kau mencari warnet, dan aku juga berkali-kali on air tetapi tak juga menemukan satu kabar pun darimu, akhirnya, pagi ini kita dapat bertemu dan sekaligus bercinta(?). Wakaupun kemudian dengen kejadian itu jadi terpaksa membatalkan puasa-mu.
Ketika hasrat birahi sudah merasuk di dalam benak, yang tinggal hanyalah penuntasan keinginan persetubuhan. Dengan melalui cara audio dan imajinasi, aku terkapar dalam kebahagian dan kelelahan yang amat sangat. Setelah bersamamu terbang jauh diketinggian nafsu duniawi persenggamaan.

Dari gagang telepon di dalam bilik telepon umum, kudengar suara paraumu di kejauhan. Di dalam kamar tidur kau sedang merintih dan mendesah. Berpacu dengan gejolak nafsu yang memburu sebagai akumulasi rangsang birahi yang berpendar.

Satu-satu kau tanggalkan pakaian yang melekat ditubuh. Masih bersisa satu, celana G string yang erat melekat mengikuti bentuk garis tubuhmu yang seksi.
Dua bongkah pantat yang gempal dan padat seolah dipersatukan oleh seutas tali yang membelah tepat di tengah asshole. Sementara di bagian depan, secarik kain kecil sepertinya tidak muat lagi menampung pubic, buah zakar dan batang kemaluanmu yang sudah membengkak. Terlihat kepala penis menyembul keluar, memancarkan kilatan warna merah keunguan.

Jemarimu bergerak merayap menelusuri lekuk dada. Mencari titik rawan sensasi. Ketika berada di atas puting susu, kau rentangkan dan gesek-gesekan telapak tangan tersebut. Tepat di atas puting itu.

Efek sensasi kegelian terasa menjalar di relung tubuhmu. Sesekali kau pelintir dengan lembut puting itu. Diringi lenguhan suara yang nyaris tak terdengar. Kecuali dengus nafasmu yang mulai tersengal-sengal. Tidak beraturan.
Kau pejamkan mata dengan mulut sedikit nganga. Menampakan lidahmu yang menjulur keluar ke kiri dan kanan. Membasahi kedua sudut bibir. Di antara lekuk dan liukan tubuh yang kadang menggelinjang ketika gerilya jemarimu menyentuh titik rangsang.

Jemari tanganmu terus bergerak turun menjalar ke bagian bawah. Menyelusup dibalik celana dalam. Menyentuh sesuatu yang terasa menegang. Demikian pula dengan helai-helai pubic yang juga meregang. Dengan gerakan perlahan kau hampiri dan sambut batang kemaluan yang meronta-ronta itu.

Dengan kesabaran dan ketelatenan seorang kekasih, jemarimu memeluk hangat batang itu. Diusap-usap, diurut serta diremas-remas kemaluan yang sudah keras bagai batu. Kadang, jemarimu meluncur mengusap buah zakar dan menyisir pubic yang menggerombol disekitar pangkal kemaluan.

Peluhmu mulai tampak membanjiri kening, leher, dan dada. Terlihat ada butir air jatuh bergulir disela-sela helai bulu dada. Panasnya gejolak birahi mulai membakar raga.
Semakin liar jemari tanganmu menyelusuri lekuk tubuh. Ditingkah dengan desah suara dan gelinjang tubuh yang limbung.

Kau membungkuk dan mulai melepaskan satu-satunya penutup tubuh. Hanya dengan beberapa kali gerakan, tubuh mu sudah bugil sepenuhnya. Terpampang dengan jelas sosok tubuh sedikit gemuk, dengan tinggi 170/68, kulit putih bersih, rambut hitam lurus, dada berbulu, dan size penis ukuran kebanyakan orang asia.

Di ujung glans sudah ada titik-titik precum yang kemudian meleleh membasahi kepala penis. Kau balurkan precum itu di sekujur kepala dan batang penis.
Jika semula kau berdiri, kini kau merebahkan tubuh di atas tempat tidur. Tergolek terlentang bugil meliuk-liuk merasakan nikmatnya belaian jemari tangan yang menelusuri seluruh lekuk tubuh.

Kau merintih-rintih ketika membayangkan aku menghisap puting susumu. Dan segera kusambut rintihan itu dengan melumat bibirmu yang seksi. Lidah kita bergelut saling pagut dan bermain di dalam. Kusedot ujung lidahmu dan kuhirup dengan rakus air liurmu sehingga membuat dirmumu makin tersengal dan limbung.

Kutelusuri lehermu yang jenjang. Kugelitik dengan ujung lidah dan kulum daun telingamu dengan lembut. Makin membuat dirimu meracau tak jelas kata. Kecuali hanya terdengar dengus nafas dan erangan-erangan penuh nikmat. Kau mengelinjang ketika pangkal lenganmu kusapu dengan lidahku yang basah.

Ketika kusodorkan batang penisku yang juga sudah menegang kau segera melumatnya dengan lahap. Tak menyisakan sedikit waktu bagiku untuk sekedar mendesah atau melenguh. Sebab aku terlena dengan kenikmatan yang memuncak.

Menikmati kelebatan siluette tayangan reinkarnisasi kamasutra rama dan shinta. Melihat jemari tanganmu piawai memintal asa. Menelusuri tonggak kehidupan dengan tingkahan suara parau serta hembusan desah keinginan.
Aku mulai kehilangan akal dan kontrol. Serasa orang tolol hadir sebagai pembicara dalam suatu acara talk show.

Sampai kau bilang telah sampai pada suatu titik kulminasi. Aku masih belum yakin. Sehingga aku terhenyak dari lamunan ketika dari ujung telepon aku mendengar suaramu berkata

5 Comments on "Antologi Cinta Sejenis – 2"

  1. Lidya Kharismawati | 24/11/2009 at 04:41 | Balas

    Kehidupanku 2 Cerita Dewasa. Antologi cinta sejenis 2 Antologi cinta sejenis 1 Antara menggoda dan godaan 3 Antara menggoda dan godaan 1 Antara menggoda dan godaan 2 Anakanak .

  2. Sonya Pandarmawan | 24/11/2009 at 04:48 | Balas

    FaNtasY wOrLd Review Antologi Jiwa Kacau 2 Gaun Berdarah. Parti untuk kaum sejenis Bukan parti di kelab Mini Novel Terpilih Resepi Cinta vol 1 terbitan Antologi Jiwa Kacau 2 Gaun Berdarah terbitan .

  3. Natalie Sarah | 24/11/2009 at 08:12 | Balas

    Oase laut utara Gubuk derita 2 Cerita Dewasa. Antologi cinta sejenis 2 Antologi cinta sejenis 1 Antara menggoda dan godaan 3 Antara menggoda dan godaan 1 Antara menggoda dan godaan 2 Anakanak .

  4. Cameria Happy Pramita | 24/11/2009 at 12:55 | Balas

    cewek blue Antologi cinta sejenis 1. IF aku tidak tahu apakah kau akan suka apabila kupanggil dengan nama ini Aku cuma ingin saja sebutan ini kelak akan mengingatkanmu padaku.

  5. Nasya Abigail | 24/11/2009 at 15:01 | Balas

    leutikapriocom Leumeung Cinta. Ini hanya sebagian kisah dari 15 cerpen yang disuguhkan di antologi cerpen Leumeung Cinta Beli Share Produk Sejenis but there are 2 .

Leave a comment

Your email address will not be published.


*