Indolucky

Perjalanan Bisnis Bersama Tante 01

176hu

Menemani tante keliling ke beberapa kota untuk jualan konveksi sudah jadi kebiasaanku sejak SMU. Dulunya aku belum pandai menyetir, jadi hanya duduk saja di samping Oom-ku yang sigap menyetir. Namun, sejak Oom-ku (adik Papaku) meninggal hampir setahun lalu karena sakit, aku terpacu untuk belajar menyetir. Tante juga belajar menyetir, jadi kami dapat bergantian kalau jaraknya jauh, sehingga tidak terlalu melelahkan.

Aku terbeban membantu tante karena memang dia lah yang membiayai kuliahku sekarang ini di semester dua. Aku sudah dianggap anak sendiri, sementara dia sendiri tidak dikaruniai anak sejak pernikahannya sekitar 10 tahun lalu setelah ia lulus sarjana muda.

Cara bisnis kami adalah membeli barang dari beberapa pembuat konveksi di rumah-rumah, lalu menjualnya ke kota-kota lain. Untungnya lumayan juga, buktinya mobil box sudah terbeli. Permintaan barang memang meningkat terus. Sayang, Oom-ku keburu wafat sehingga Tante sekarang hanya mengandalkan dirinya dan aku. Tante sengaja tidak mau ‘pelihara’ supir karena untuk menekan biaya operasional.

Sekarang, kalau keliling ke luar kota berjarak jauh, Tante juga menyesuaikan dengan jadwal kuliahku. Sedang kalau jarak dekat dapat dilakukannya sendiri bersama pembantu perempuannya. Aku pun ikut menyesuaikan diri, yakni sengaja tidak ambil kuliah di hari Senin, sehingga minimal hari Minggu-Senin bisa untuk bantu keliling. Kadang memang kami sampai menginap bila perjalanan cukup jauh, dan karena hal inilah akhirnya kedewasaanku pun tumbuh dengan cepat.

Kisahnya begini, suatu saat kami keliling ke beberapa kota di Jateng utara hingga akhirnya sampai di Semarang sudah jam tujuh malam. Selesai makan malam di warung makan sederhana, kami segera mencari losmen kecil supaya pengeluaran dapat dihemat. Rencananya, besok pagi baru kami keliling ke beberapa tempat di kota propinsi ini. Biasanya tempat kami menginap selalu ada dua ranjang kecil, masing-masing untuk satu orang, tapi malam itu ternyata yang sisa adalah satu kamar dengan ranjang yang muat untuk dua orang. Kami tidak berpikir macam-macam dan menerima kamar itu. Cukuplah untuk tempat kami istirahat malam itu.

Begitu masuk kamar, Tante langsung bergegas mandi karena sangat lelah dan ingin segera tidur. Perjalanan sepanjang siang tadi memang melelahkan dan Tante cukup lama menyetir. Aku pun segera mengunci pintu kamar dan jendela-jendela rapat-rapat, takut nyamuk masuk, lalu menyiapkan peralatan mandi. Tidak lama Tante keluar dari kamar mandi, mengenakan kimono batik sebatas paha sambil mengeringkan rambut sehabis keramas.

“Tante tidur dulu, Ron, cape sekali,” katanya sambil naik ke ranjang, memilih tempat yang mojok ke tembok, mengatur bantal di sisi kiri lalu membaringkan tubuhnya.
Waktu itu masih sekitar jam 8 malam.
“Silahkan Tante, aku juga mau mandi dulu,” jawabku sambil masuk ke kamar mandi.
Air dingin segera menyegarkan tubuhku yang berkeringat.

Tidak sampai 15 menit aku mandi keramas, menggosok gigi lalu pakai celana pendek dan t-shirt. Ketika keluar dari kamar mandi kulihat Tante sudah tertidur pulas. Fisik wanita memang tidak sekuat pria, padahal kalau dihitung justru aku yang lebih lelah. Selain menyetir aku juga harus angkat-angkat barang dari mobil ke toko-toko, sedangkan Tante hanya mencatat atau membuatkan kuitansi dan menerima pembayarannya saja.

Setelah selesai berbenah, aku pun segera mematikan lampu kamar lalu menyalakan lampu kamar mandi dan membuka pintunya sedikit, sehingga sebagian sinarnya masuk ke kamar. Meski hanya redup cukuplah untuk membuat suasana tidak gelap pekat. Kubaringkan diri di sebelah Tante. Kipas angin kecil di atas ranjang terus berputar dan tidak lama kemudian aku pun terlelap.

Jam dinding kamar losmen menunjukkan jam 11 malam ketika mendadak aku terbangun karena rasa panas yang luar biasa menerpaku, badanku berkeringat banyak sekali. Kipas angin kecil di langit-langit kamar ternyata tidak mampu menghalau udara panas kota Semarang. Maka aku segera bangkit dan melepas t-shirt, mengeringkan keringat dengan handuk lalu kembali ke ranjang dengan telanjang dada. Namun, begitu kembali ke atas ranjang, pandanganku terpaku pada sebatang paha gempal milik Tante yang samar-samar terlihat di antara redupnya sinar lampu kamar mandi.

Posisiku tidur di sebelah kanan Tante, dan sekarang kimono Tante tersibak pada bagian paha kanannya, sampai kelihatan cd-nya! Perlahan aku bangkit dan menguakkan pintu kamar mandi lebih lebar lagi sehingga sinar lampu masuk makin terang dan pemandangan menggairahkan itu semakin jelas. Paha yang masih gempal menggairahkan dan gundukan di balik CD-nya benar-benar membuatku panas dingin. Kalau selama ini tidak pernah ada pikiran kotor di benakku, maka sekarang melihat kemolekan milik Tante itu, tubuhku jadi merinding. Kutelan ludah beberapa kali sambil membayangkan aku menggeluti tubuh polos wanita bertinggi sekitar 170 cm dan berdada besar itu.

Pelan kubaringkan tubuh di sisi Tante yang tidur telentang dan, entah ada dorongan apa, pelan-pelan kugeser dan kutempelkan paha kiriku yang hanya bercelana pendek ke paha kanan Tante yang terbuka. Kalau dia terbangun, aku akan berpura-pura tidur, pikirku nakal. Tapi ternyata dia tidak bangun. Aku pun semakin berani. Tempelanku di pahanya semakin lekat, bahkan tubuhku yang telanjang dada pun beringsut mendekatinya. Tidak ayal zakarku mulai ereksi. Nafsu syahwatku mulai naik. Kuamati kimono Tanteku dan kucari tali pengikatnya di bagian pinggang. Tanganku bergerilya melepas ikatan kimono itu dan beruntung simpulnya dengan sekali tarik terlepas.

Hati-hati kusibakkan bagian depan kimono Tante ke kiri dan kanan dan… gila, tubuh Tante begitu mengundang nafsu untuk menggelutinya. Dia ternyata tidak ber-BH! Dua gunung gempal montok menantang dan merangsangku. Zakarku bergerak-gerak dan aku pun beringsut-ingsut melepas celanaku luar-dalam, hingga bugil-gil. Nafsu kotor membuatku tidak ingat lagi hubungan Tante dan keponakan.

Dengan gaya pura-pura tidur aku semakin melengketi Tante. Udara panas membuat tubuhku dan tubuh Tante sama-sama berkeringat. Dengkurnya yang halus terdengar dekat sekali ketika kepala kami berdekatan. Seperti orang menggeliat, dengan nekat aku bergerak memeluk Tante. Tanganku mengenai payudaranya yang kira-kira berukuran 36B mengkal, padat dan kaki kananku berada di sela-sela pahanya. Otomatis penisku tertekan di batang paha kanannya. Kubiarkan posisi ini beberapa saat sambil menunggu reaksinya. Ternyata Tante cuma melenguh kecil dan bergerak-gerak sedikit namun tetap tidur.

Aku bertambah berani, payudara kiri Tante kuusap-usap pelan dengan tangan kanan dan tubuhku semakin condong menelungkupinya. Namun tidak berapa lama kemudian Tante menggeliat, meregangkan badan dan sekonyong-konyong justru berguling ke arahku. Aku mengikuti arah gerakannya dan jadi gelagapan karena tubuh Tante yang lebih besar dariku sekarang malah yang menindihku. Aku telentang dan terasa buah dada besar Tante menekan dadaku. Anehnya, Tante tetap masih tidur. Maka ‘rejeki’ ini pun tidak kutolak.

Aku justru mengatur posisi tubuh Tante, kupeluk dan kugeser tubuh montok itu sehingga ia kini benar-benar tepat di atasku, menelungkupiku dengan wajahku di sekitar lehernya. Tangan kiriku memeluknya, sementara tangan kananku pelan-pelan melepas kimononya ke belakang. Tante nampak pulas sekali sehingga tidak merasa ketika kimononya kulolosi. Bahkan ketika kedua lengannya bergantian kuangkat untuk memudahkanku melepasnya dari kimono, ia tidak bereaksi.

Sebentar kemudian Tante sudah tinggal berbalut CD saja. Pelukan kiriku tambah erat, sementara tangan kananku bergerak lincah ke arah bawah, menelusup ke balik CD-nya. Pantat gempalnya kuremas, Tante hanya menggelinjang dan mendesah kecil, “Mmm… mmm…” Matanya tetap terpejam. Semakin berani, CD-nya mulai kuturunkan dengan bantuan tangan kiri juga. Untuk ini aku terpaksa harus mengangkangkan pahaku menahan kedua paha Tante, melepaskan CD Tante pelan-pelan sampai sekitar paha lalu menurunkannya dengan bantuan jari kakiku sampai lepas ke bawah.

Kemudian kuatur posisi zakarku sehingga terjepit paha Tante. Kutambah dengan jepitan di paha Tante, ugh… nikmat sekali rasanya. Sejauh ini, entah pura-pura entah tidak, tante tetap terlelap, sehingga aku pun kian brutal. Kupeluk erat tubuh atasnya, kujilati payudaranya, kugerak-gerakkan zakar tegangku sambil sedikit kuhentak-hentakkan pinggulku ke atas sehingga zakarku di sela-sela pahanya ikut merasakan nikmat.

Lama-lama aku tidak tahan lagi dan ingin segera membenamkannya ke vagina Tante. Perlahan tubuhnya kudorong sampai telentang dan kutelungkupi. Pahanya kukangkangkan lebar-lebar, kucium-cium dan kujilat-jilat vaginanya. Lalu zakarku yang sudah tegang penuh kuhunjamkan agak kasar ke lubang nikmat itu. Begitu sudah melesak seluruhnya, aku pun segera menggenjot sekuat-kuatnya. Aku tidak perduli lagi apakah Tante mau bangun atau tidak, yang penting syahwatku tersalur!

Sleb… sleb…. sleb… aku terus memompa. Tangan Tante kiri kanan kupegang merentang di atas kepala dan mulutku asyik menjilati payudaranya. Uh… uh… uh… kurasakan tenaga Tante berusaha memberontak namun aku tetap menekannya sehingga ia hanya dapat melenguh dan menggelinjang kecil dengan mata tetap terpejam.

Beberapa menit kemudian kurasakan pahaku yang sedang memompa dijepit erat-erat paha Tante, lalu pantatnya terangkat tinggi dan berkejat-kejat beberapa kali sampai zakarku terasa diremas-remas, lalu terasa basah. Setelah sekali lagi pahanya menjepit ketat pahaku dan mengejat-ngejat tiga kali, dia jadi layu. Kedua pahanya tergolek ngangkang ke kiri-kanan. Tangannya yang masih kupegang pun lalu terasa lemas.

Aku melepaskannya, lalu melanjutkan pompaanku sambil memeluk punggung dan menyedot-nyedot buah dadanya kiri-kanan. Matanya tetap terpejam sambil tubuhnya terguncang-guncang naik turun, terus sampai akhirnya aku orgasme dan zakarku terbenam dalam di vaginanya. Tubuhku pun lemas lunglai ambruk menindihnya. Mataku berat dan mengantuk sekali setelah itu.

Aku terbangun lagi ketika jam dinding menunjukkan sekitar jam dua pagi dan mendapati tubuh kami masih pada posisi semula. Aku menelungkup di atas tubuh Tante. Dia pun masih tertidur dengan dengkur halusnya. Di luar masih gelap, dalam kilasan cahaya dari kamar mandi kuamati wajah Tante yang berkesan kuat dengan alis tebal. Aku jadi ingin mencium bibirnya yang agak tebal.

Pelan kunaikkan tubuhku yang lebih pendek dari tubuhnya. Kukecup-kecup kecil bibirnya sebentar, lalu kutempelkan bibirku di bibirnya. Lidahku menguak bibir itu, menyeruak di sela-sela giginya, menerobos masuk lalu menjilati lidah Tante.
“Emm… emm..,” Tante melenguh kecil dan kurasakan lambat laun mulai ada balasan jilatan pada lidahku.

Tubuh bagian pinggul Tante bergerak-gerak kecil sehingga zakarku pun mulai mengembang lagi. Tanganku pun mulai beraksi meremas dua bongkah daging kenyal di depan dadaku. Entah kenapa, sampai saat ini Tante tetap tidak mau membuka matanya. Malukah dia bersetubuh dengan keponakan sendiri? Malukah dia telah memperjakai keponakannya? Malukah dia karena telah membuat keponakannya jadi ‘kepenakannya’?

Aku tidak perduli, terserah dia mau buka atau tutup mata, toh yang penting aku dapat menyalurkan syahwat tanpa gangguan! Zakarku sudah menegang besar kembali, kedua kakiku segera membuka paha Tante lebih lebar dan.. sleeb, masuklah kembali burungku ke sangkarnya yang mulai terasa licin. Gerakan maju-mundur, naik-turun, masuk-keluar pun mulai kulakukan, sambil tangan tetap meremas-remas payudaranya, sambil lidah kami tetap bergelut. Malah kali ini terasa kedua tangan Tante memeluk dan menekan leherku. Nikmat sekali.
“Egh.. egh.. egh..!” desis bibir Tante yang setengah terbuka.

Aku bergerak keluar-masuk dengan santai, demikian pula pinggul Tante yang sesekali ikut mengimbangi gerakanku dengan gerakan berputar atau terangkat. 15 menit sudah kami bergerak berirama dan lagi-lagi mendadak kedua kaki Tante memeluk pahaku erat-erat, lalu pinggulnya terangkat tinggi-tinggi dan berkejat-kejat lima enam kali. Sebelum akhirnya kembali melemas di atas ranjang. Aku mengira-ngira, pasti Tante mengalami seperti yang kualami tadi, dan kini pun aku mulai tidak tahan untuk mengeluarkan sesuatu dari batanganku.

Kupercepat gerakanku, semakin kasar mencumbu vagina Tante, semakin gemas meremas payudaranya, semakin kuat bibir dan lidahku mengulum mulutnya, sampai akhirnya… creeet sekali (pantatku berkejat dua kali)… creeet kedua kali (pantatku berkejat lagi dua kali)… creeettt lagi (pantatku berkejat empat kali)… creeet creet cret (pantatku berkejat-kejat keras sampai menekan vagina Tante dalam-dalam). Habis tuntas rasanya seluruh cairanku. Lemah lunglai badanku terkapar di atas tubuh Tante. Kami tidak perduli dengan badan yang bersimbah keringat hingga seprei ranjang basah kusut.

“Cukup, Ron..!” bisik Tanteku sambil mendorongku dari atas tubuhnya.
Aku agak kaget mendengar suaranya dan segera menggulirkan diri ke samping kanannya. Kuperhatikan Tante segera memunggungiku sambil menekuk kedua kakinya, sehingga badannya bongkok udang, tetap telanjang dan berkeringat. Aku juga telentang ngos-ngosan, telanjang dan berkeringat. Sejurus kemudian kami pun tertidur lagi.

Bersambung ke bagian 02

32 Comments on "Perjalanan Bisnis Bersama Tante 01"

  1. Martina Tesela | 18/11/2009 at 06:46 | Balas

    Ekspresi Tante sedang bercinta BlogTantecom. Perjalanan Bisnis Bersama Tante Tante downloard tema nokia c101 memek harga sarang burung naik no hp tante Hanya bersama Tante saya 3 orang .

  2. Nadia Vega | 18/11/2009 at 06:50 | Balas

    Cerita Mesum Perjalanan Bisnis Bersama Tante Foto ABG . 0 Komentar Cerita Mesum Perjalanan Bisnis Bersama Tante Halo Silahkan Tinggalkan Komentarnya Click here to cancel reply Nama Penting Email Penting URL.

  3. Maryam Supraba | 18/11/2009 at 07:45 | Balas

    ranjang Arsip Sicentil. Perjalanan Bisnis Bersama Tante April 20 2012 Sedarah Comments Tante juga belajar menyetir jadi kami dapat bergantian kalau jaraknya .

  4. Mpok Nori | 18/11/2009 at 09:40 | Balas

    Cerita Seks Perjalanan Bisnis Cerita Sex. Cari cerita seks perjalanan bisnis selengkapnya Cerita ini terjadi ketika saya hidup bersama seorang tante dan memiliki adik yang cantik juga.

  5. Kamidia Radisti | 18/11/2009 at 15:14 | Balas

    Tragedi Perjalanan Forum Semprot Buka Bukaan 17 Tahun BB17. Perjalanan Bisnis Bersama Tante By gothic in 01 PM NOT NUDE Tragedi rumah kosong By Malam itu mereka tuntaskan dengan meraih puncak kenikmatan bersama .

  6. Sistem BisnisBen Abadi YouTube. Httpwwwbenabadicom Telp 021 45874088 45874089.

  7. Davina Veronica | 19/11/2009 at 07:49 | Balas

    Sex bersama cewe berjilbab dikebun. Semalaman bersama tante Skandal Cewek SMP Sep 01 Siswi SMU Berikut adalah cerita ngentot bersama teman bisnis berjilbab yaitu seorang wanita berjilbab yang .

  8. Kiki Fatmala | 19/11/2009 at 13:42 | Balas

    Cerita Dewasa Sedarah Perjalanan Bisnis Bersama Tante. Perjalanan Bisnis Bersama Tante Tentunya setelah kami pulang dari perjalanan bisnis berkesan itu dan kembali pulang ke rumah.

  9. Nova Eliza | 19/11/2009 at 16:59 | Balas

    Cerita Panas Tanteku. LOTTO 01 MANSION88 POKER228 TOGELPLUS TOTOBET Tante dimana sih tanyaku dengan nada agak keras PERJALANAN BISNIS BERSAMA TANTEKU AKU .

  10. Nessa Sadin | 19/11/2009 at 18:25 | Balas

    Perjalanan Bisnis Bersama Tante. Perjalanan Bisnis Bersama Tante Alamat IP baru 25 December 2010 0157 AM 1 gothic Lihat Profil Cari Post Pendekar Semprot Donatur Daftar.

  11. Nikita Mirzani | 20/11/2009 at 01:38 | Balas

    Perjalanan Bisnis Bersama Tante Tante Novel Remaja. Home Cerita Dewasa Perjalanan Bisnis Bersama Tante Tante Tentunya setelah kami pulang dari perjalanan bisnis berkesan itu dan kembali pulang ke rumah.

  12. Dina Mariana | 20/11/2009 at 02:50 | Balas

    Perjalanan Bisnis Bersama Tante 01 DJUNAIDI. Menemani tante keliling ke beberapa kota untuk jualan konveksi sudah jadi kebiasaanku sejak SMU Dulunya aku belum pandai menyetir jadi hanya duduk saja .

  13. Yeyen Lidya | 20/11/2009 at 03:17 | Balas

    Perjalanan Bisnis Bersama Tante Tante. Perjalanan Bisnis Bersama Tante Tante Ditulis oleh susan cantik Jam lima pagi aku terjaga lagi Jun 01 3 Mei 358 .

  14. Velove Vexia | 20/11/2009 at 04:48 | Balas

    Perjalanan Bisnis Dengan Tante Sang Pakar. Search results for perjalanan bisnis dengan tante Google karaoke cewek lagi mandi di kolam renang bersama teman mainin susu gadis smp vega darwanti .

  15. Chintya Ramlan | 20/11/2009 at 06:46 | Balas

    Tragedi Perjalanan Halaman 2. Tragedi Perjalanan Alamat IP baru Perjalanan Bisnis Bersama Tante By gothic in forum Sedarah 0135 AM 37 rialgate.

  16. Aelke Mariska | 20/11/2009 at 07:21 | Balas

    Cerita dewasa Arsip Sicentil. Perjalanan Bisnis Bersama Tante April 20 2012 Sedarah Comments Tante juga belajar menyetir jadi kami dapat bergantian kalau jaraknya .

  17. Airis Emiliana | 20/11/2009 at 10:14 | Balas

    Selasa 01 Januari 2013. Cerita porno bersama tante nita CATWALK MJ 01 Perjalanan bisnis dengan seorang tante Model Bugil miss AM.

  18. Natalie Sarah | 20/11/2009 at 11:53 | Balas

    Sabtu 05 Januari 2013. Tentunya setelah kami pulang dari perjalanan bisnis berkesan itu Cerita porno bersama tante nita Tante Rini 700k CATWALK MJ 01 .

  19. Dhanny Dahlan | 20/11/2009 at 22:18 | Balas

    Setahun Perjalanan Bisnis bersama Prudential YouTube. sharing pengalaman selama setahun bergabung sebagai agen di prudential dan mewujudkan impian secara cepat dan nyata.

  20. Navy Rizky Tavania | 21/11/2009 at 20:56 | Balas

    Tante Riry Menantang Di Ranjang Pake Bra Putih. Perjalanan Bisnis Bersama Tante 01 tagtagcom17tahunsedarahperjalananbisnisbersamatante01Mirip Anda memberi ini 1 secara publik Urungkan.

  21. Eva Celia | 22/11/2009 at 01:53 | Balas

    perjalanan bisnis. Perjalanan bisnis atau perjalanan resmi adalah perjalanan yang membawa anda pergi dari tempat kerja dll dan biasanya keluarga anda tidak ikut serta bersama anda.

  22. Aty Cancer Zein | 22/11/2009 at 07:07 | Balas

    Cerita Sex Bisnis dengan Tante Ku Cerita Sex Dewasa. Cerita Sex Bisnis dengan Tante Ku Jam lima pagi aku terjaga lagi Tentunya setelah kami pulang dari perjalanan bisnis berkesan itu dan kembali pulang ke rumah.

  23. Raslina Rasidin | 22/11/2009 at 08:16 | Balas

    Kisah cerita perjalanan tante sehingga berselingkuh. Kisah cerita perjalanan tante sehingga kisah tentang gadis desa dan ayahn Cerita Mesum Perjalanan Bisnis Bersama Tante sehingga otomatis zakarku menempel .

  24. Monica Sayangbati | 23/11/2009 at 05:56 | Balas

    Perjalanan Bisnis Bersama Tante 2 Cerita Sex. Jam lima pagi aku terjaga lagi Kali ini terasa agak dingin dihembus kipas angin dari atas Kuambil selimut sambil melihat Tante yang masih berposisi .

  25. Adhitya Putri | 23/11/2009 at 16:13 | Balas

    Bawah 50 Tahun Bacaan Pria Dewasa Bersama Tante 22. Sunday March 01 2009 Bersama Tante 22 Tentunya setelah kami pulang dari perjalanan bisnis berkesan itu .

  26. Aida Nurmala | 23/11/2009 at 18:36 | Balas

    Cerita Sex Perjalanan Bisnis Bersama Tanteku Ceritaunik . Kumpulan Cerita Sex Perjalanan Bisnis Bersama Tanteku yang menarik dan populer Nonton dan dulukomunitas tante girang cerita tante girang hari lisa .

  27. Baby Zelvia | 24/11/2009 at 05:00 | Balas

    Hanya Cerita Perjalanan Bisnis Bersama Tante. Perjalanan Bisnis Bersama Tante Tentunya setelah kami pulang dari perjalanan bisnis berkesan itu dan kembali pulang ke rumah.

  28. Syahnaz Sadiqah | 24/11/2009 at 08:52 | Balas

    3 Tahun Bersama Tante Tuti Forum Semprot Buka Bukaan 17 . 3 Tahun Bersama Tante Tuti Perjalanan Bisnis Bersama Tante By gothic in forum Sedarah 01 PM Tante Tuti Narsis lagi By rinoa80 in forum Gambar Cewek .

  29. Nadine Alexandra | 24/11/2009 at 10:14 | Balas

    Cerpen seks tante dengan keponakan Sex tanteGalery Cerita . wwwceritapanas sedarah perjalanan bisnis bersama tante 01 Nafsu kotor membuatku tidak ingat lagi hubungan Tante dan keponakan.

  30. Grace Simon | 24/11/2009 at 10:38 | Balas

    Perjalanan Bisnis Bersama Tante 02 DJUNAIDI. Perjalanan Bisnis Bersama Tante 01 Menemani tante keliling ke beberapa kota untuk jualan konveksi sudah jadi kebiasaanku sejak SMU Dulunya aku belum .

  31. Andania Suri | 24/11/2009 at 12:15 | Balas

    Perjalanan Bisnis Bersama Tante Cerita Sex. Menemani tante keliling ke beberapa kota untuk jualan konveksi sudah jadi kebiasaanku sejak SMU Dulunya aku belum pandai menyetir jadi hanya duduk saja .

  32. Elsye Virgita | 24/11/2009 at 22:22 | Balas

    Perjalanan Bisnis Bersama Tante Dear Lovers. Perjalanan Bisnis Bersama Tante Tentunya setelah kami pulang dari perjalanan bisnis berkesan itu dan kembali pulang ke rumah.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*