Indolucky

Pelajaran dari Tante Sofi 03

176hu

Sambungan dari bagian 02

Beberapa menit setelah itu kami berdua terkapar lemas, Tante Sofi memelukku erat, sesekali ia mencium mesra. Tanganku tampaknya masih senang membelai lembut buah dada Tante Sofi. Kupintir-pintir putingnya yang kini mulai lembek. Mataku memandangi wajah manis perempuan paruh baya itu, meski umurnya sudah berkepala empat namun aku masih sangat bernafsu melihatnya. Wajahnya masih menampakkan kecantikan dan keanggunannya. Meski tampak kerutan kecil di leher wanita itu tapi…, aah, persetan dengan itu semua, Tante Sofi adalah wanita pertama yang memperkenalkan aku pada kenikmatan seksual. Bahkan dibanding Devi, Rani, Shinta dan teman sekelasku yang lain, perempuan paruh baya ini jauh lebih menarik.

“Tante nggak nyangka kamu bisa sekuat ini, Di..”.
“Hmm…”.
“Betul ini baru yang pertama kali kamu lakukan?”.
“Iya tante..”.
“Nggak pernah sama pacar kamu?”.
“Nggak punya tante…”.
“Yang bener aja ah”.
“Iya bener, nggak bohong kok, tante…, tante nggak kapok kan ngajarin saya yang beginian?”.
“Ya ampuuun..” Ia mencubit genit, “masa sih tante mau ngelepasin kamu yang hebat gini, tahu nggak Di, suami tante nggak ada apa-apanya dibanding kamu..”.
“Maksud tante?”.
“Om Totomu itu kalau main paling lama tiga menit…, lha kamu? Tante sudah keluar beberapa kali kamu belum juga, apa nggak hebat namanya”.
“Ngaak tahu deh tante, mungkin karena baru pertama ini sih…”.
“Tapi menurut tante kamu emang punya bakat alam, lho? Buktinya baru pertama begini saja kamu sudah sekuat itu, apalagi kalau sudah pengalaman nanti…, pasti tante kamu bikin KO…, lebih dari yang tadi”.
“Terima kasih tante..”.
“Untuk?”.
“Untuk yang tadi..”.
“Tante yang terima kasih sama kamu…, kamu yang pertama membuat tante merasa seperti ini”.
“Saya nggak ngerti…”.
“Di.., dua puluh tahun lebih sudah usia perkawinan tante dengan Om Toto. Tak pernah sedetikpun tante menikmati hubungan badan yang sehebat ini. Suami tante adalah tipe lelaki egois yang menyenangkan dirinya saja. Tante benar-benar telah dilecehkannya. Belakangan tante berusaha memberontak, rupanya dia sudah mulai bosan dengan tubuh tante dan seperti rekannya yang lain sesama pejabat, ia menyimpan beberapa wanita untuk melampiaskan nafsu seksnya. Tante tahu semua itu dan tante nggak perlu cerita lebih panjang lebar karena pasti kamu sudah sering mendengar pertengkaran tante”, Suaranya mendadak serius, tanganku memeluk tubuhnya yang masih telanjang. Ada sebersit rasa simpati mendengar ceritanya yang polos itu, betapa bodohnya lelaki bernama Om Toto. Perempuan secantik dan senikmat ini di biarkan merana.

“Kriiing…, kriiing…, kriiing”, aku terhenyak kaget.
“Celaka..! Pasti…, mmungkin?, tante…, gimana nih?”.
“pssstt..” Ia menempelkan telunjukknya di bibirku lalu tangan tante Sofi mengangkat gagang telfon yang berada di samping tempat tidur. Ia terduduk, masih tanpa busana, pemandangan asyik untukku yang ada tepat di belakangnya.
“Celaka, jangan-jangan…, Om Toto tahu.., Ah nggak munkin mereka sudah sampai di LA..”, batinku merasa khawatir.

“Halooo…, eh Son?”, aku tambah khawatir.
“Udah nyampe kalian..?”.
“ooo…, mereka sudah di…”, hatiku agak lega mendengarnya.
“Lia sama adik kamu gimana?”, ternyata Sonny menelfon dari Amerika. Hanya memberitahu mamanya kalau mereka sudah sampai. Tampak sekali hubungan Om Toto dan istrinya sedang renggang, tak kudengar mereka berbicara. Hanya Sonny dan Julia.
“Kamu nanti kalau balik ke sini bawa oleh-oleh lho?”, tanganku iseng meraba punggungnya yang halus mulus. Tante Sofi melirik nakal sambil terus berbicara. “Apa aja yang penting ada buat Mama…, eh!” ia merasa geli saat aku mencium pinggangnya, aku memeluknya dari arah belakang, tanganku meraba permukaan buah dada itu dan sedikit memijit.
“Ah nggak…, ada nyamuk di kaki Mama…, hmm, trus pacar kamu gimana, kirain jadi ngajak doi ke situ”, kepalaku kini bersandar di atas pahanya, mataku lagi-lagi melirik buah dada itu, tangankupun, “ahh…, aduh nyamuknya banyak sekarang yah, ooo Mama kan belum tutup jendela…, hmm..” mata Tante Sofi terpejam begitu tanganku menyentuh permukaan buah dadanya, merayap perlahan menyusuri kelembutan bukit indah itu menuju puncak dan, ” mm a..” aku memintir putingnya yang coklat kemerahan itu. “Mama lagi baca ini lho artikel masakan khas Amerika latin kayaknya nikmat ya?” telapak tanganku mulai lagi, meremasnya satu persatu, “Hmm”, Tante Sofi rupanya pintar juga membuat alasan pada anaknya. Sambil terus berbicara di telepon dengan sebelah tangannya ia meraih penisku yang mulai tegang lagi. Aku hampir saja lupa kalau ia sedang on line, hampir saja aku mendesah. Untung Tante Sofi cepat menyumbat mulutku dengan tangannya. Nyaris saja.

“Eh, kakakmu gimana prestasinya”, jari telunjuk Tante Sofi mengurut tepat di leher bawah kepala penisku, semakin tegang saja, shitt…, aku nggak bisa bersuara. Aku tak tahan dan beranjak turun dari tempat tidur itu dan langsung berjongkok tepat di depan pahanya di pinggiran spring bed, menguak sepasang paha montok dan putih itu ke arah berlawanan.
“mmhh…, aahh…, oh nggak, Mama cuma sedikit kedinginan…, uuuhh” lidahku langsung mendarat di permukaan segitiga terlarang itu.
“ssshh yaa…,enakkk..”, Tante Sofi sedikit keceplosan.
“Ini…, nih, Mama tadi dibawain fried chicken sama tante Maurin” ia beralasan lagi.

Lidahku kian mengganas, kelentit sebesar biji kacang itu sengaja kusentuh.
“mm fuuuhh…, Mama ngantuk nih…, mau bobo dulu, capek dari kerja tadi, yah?
“Udahan dulu ya sayang…, besok Mama yang telfon kalian…, daah”, diletakkannya gagang telepon itu lalu Tante Sofi mematikan sistem sambungannya.
“Lho kok dimatiin teleponnya tante?”.
“Tante nggak mau diganggu siapapun malam ini, malam ini tante punya kamu, sayang. Tante akan layani kamu sampai kita berdua nggak kuat lagi. Kamu boleh lakukan apa saja. Puaskan diri kamu sayang aahh”, aku tak mempedulikan kata-katanya, lidahku sibuk di daerah selangkangannya.

Malam itu benar-benar surga bagi kami, permainan demi permainan dengan segala macam gaya kami lakukan. Di karpet, di bathtub, bahkan di ruang tengah dan di meja kerja Om Toto sampai sekitar pukul tiga dini hari. Kami sama-sama bernafsu, aku tak ingat lagi berapa kali kami melakukannya. Seingatku disetiap akhir permainan, kami selalu berteriak panjang. Benar-benar malam yang penuh kenikmatan.

Aku terbangun sekitar jam 11 siang, badanku masih terasa sedikit pegal. Tante Sofi sudah tidak ada di sampingku.
“Tante..?” pangilku setengah berteriak, tak ada jawaban dari istri Om Toto yang semalam suntuk kutiduri itu. Aku beranjak dari tempat tidur dan memasang celana pendek, sprei dan bantal-bantal di atas tempat tidur itu berantakan, di banyak tempat ada bercak-bercak bekas cairan kelamin kami berdua. Aku keluar kamar dan menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan Tante Sofi, ternyata ia harus ke tempat kerjanya karena ada kontrak yang harus dikerjakan.
“Hmm…, padahal kalau main baru bangun tidur pastilah nikmat sekali”, pikiranku ngeres lagi.

Aku kembali ke kamar Tante Sofi yang berantakan oleh kami semalam, lalu dengan cekatan aku melepas semua sprei dan selimut penuh bercak itu. Kumasukkan ke mesin cuci. Tiga puluh menit kemudian kamar dan ruang kerja Om Toto kubuat rapi kembali. Siap untuk kami pakai main lagi.
“Fuck..! Aku lupa sekolah…, ampuuun gimana nih”, Sejenak aku berpikir dan segera kutelepon Tante Sofi di kantornya.
“Halo PT. Chandra Asri International, Selamat pagi”, suara operator.
“Ya Pagi.., Bu Sofi ada?”.
“Dari siap, pak?”.
“Bilang dari Sonny, anaknya..”.
“Oh Mas sonny”.
“Huh dasar sok akrab”, umpatku dalam hati.

“Halo Son, sorry Mama nggak nelpon kamu pagi ini…, Mama telat bangunnya” aku diam saja.
“Halo…, halo…, Son.., Sonny”.
“Saya, Tante. Didi bukan Mas Sonny…”.
“Eh kamu sayang…, gimana? mau lagi? Sabar ya, tungguin tante..”.
“Bukan begitu tante.., tapi saya jadi telat bangun…, nggak bisa masuk sekolah”.
“Oooh gampang.., ntar tante yang telepon Pak Yogi, kepala sekolah kamu itu…, tante bilang kamu sakit yah?”.
“Nggak ah tante, ntar jadi sakit beneran..”.
“Tapi emang benar kan kamu sakit…, sakit.., sakit anu! Nah lo!”.
“aah, tante…, tapi bener nih tante tolong sekolah saya di telepon yah?”.
“Iya…, iya.., eh Di.., kamu kepingin lagi nggak..”.
“Tante genit”.
“Nggak mau? Awas lho Tante cari orang lain..”.
“Ah Tante, ya mau dong…, semalam nikmat yah, tante..”.
“Kamu hebat!”.
“Tante juga…., nanti pulang jam berapa?”.
“Tunggu aja…, sudah makan kamu?”.
“Belum, tante sudah?”.
“Sudah…, mm, kalau gitu kamu tunggu aja di rumah, tante pesan catering untuk kamu…, biar nanti kamu kuat lagi”.
“Tante bisa aja…, makasih tante..”.
“Sama-sama, sayang…, sampai nanti ya, daahh”.
“Daah, tante”.

Tak sampai sepuluh menit seorang delivery service datang membawa makanan.
“Ini dari, Bu Sofi, Mas talong ditandatangan. Payment-nya sudah sama Bu Sofi”.
“Makasih, mang..”.
“Sama-sama, permisi..”.

Aku langsung membawanya ke dalam dan menyantapnya di depan pesawat TV, sambil melanjutkan nonton film porno, untuk menambah pengalaman. Makanan kiriman Tante Sofi memang semua berprotein tinggi. Aku tahu benar maksudnya. Belum lagi minuman energi yang juga dipesannya untukku. Rupanya istri Om Toto itu benar-benar menikmati permainan seks kami semalam, eh aku juga lho…, kan baru pertama. Sambil terus makan dan menyaksikan film itu aku membayangkan tubuh dan wajah Tante Sofi bermain bersamaku. Penisku terasa pegal-pegal dibuatnya. Huh…,aku mematikan TV dan menuju kamarku.
“Lebih baik tidur dan menyiapkan tenaga…”, aku bergumam sendiri dalam kamar.Sambil membaca buku pelajaran favorit, aku mencoba melupakan pikiran-pikiran tadi. Lama-kelamaan akupun tertidur. Jam menunjukkan pukul 12.45.

Sore harinya aku terbangun oleh kecupan bibir Tante Sofi yang ternyata sudah ada di sampingku.
“Huuuaah…, jam berapa sekarang tante?”.
“Hmm.., jam lima, tante dari tadi juga sudah tidur di sini, sayang kamu tidur terlalu lelap. Tante sempat tidur kurang lebih dua jam sejak tante pulang tadi, gimana, kamu sudah pulih..”.
“Sudah dong tante, empat jam lebih tidur masa sih nggak seger..”, kami saling berciuman mesra, “crup…, crup”, lidah kami bermain di mulutnya.
“Eh…, tante mau jajan dulu ah…, sambil minum teh, yuuk di taman. Tadi tante pesan di Dunkin…, ada donat kesukaan kamu”, ia bangun dan ngeloyor keluar kamar.
“Uh.., Tante Sofi..”, gumamku pelan melihat bahenolnya tubuh kini terbungkus terusan sutra transparan tanpa lengan. Bayangan CD dan BH-nya tampak jelas.

Aku masih senang bermalas-malasan di tempat tidur itu, pikiranku rasanya tak pernah bisa lepas dari bayangan tubuhnya. Beberapa saat saja penisku sudah tampak tegang dan berdiri, dasar pemula! Sejak sering tegang melihat tubuh Tante Sofi sebulan belakangan ini, aku memang jarang memakai celana dalam ketika di rumah agar penisku bisa lebih leluasa kalau berdiri seperti ini.
“Hmm, tante Sofi…, aahh” desahku sambil menggenggam sendiri penisku, aneh…, aku membayangkan orang yang sudah jelas bisa kutiduri saat itu juga, tak tahulah…, rasanya aku gila!

Tanganku mengocok-ngocok sendiri hingga kini penis besar dan panjang itu benar-benar tegak dan tampak perkasa sekali. Aku terus membayangkan bagaimana semalam kepala penis ini menembus dan melesak keluar masuk vagina Tante Sofi. Kutengok ke sana ke mari.
“Tante..”, panggilku.
“Di dapur, sayang”, sahutnya setengah berteriak, aku bergegas ke situ, kulihat ia sedang menghangatkan donat di microwave. Dan…, uuuhh, tubuh yang semalam kunikmati itu, dari arah belakang…, bayangan BH dan celana dalam putih di balik gaun sutranya yang tipis membuatku berkali-kali menelan ludah.
“uuuhh tante…, sayang”, tak sanggup lagi rasanya aku menahan birahiku, kupeluk ia dari belakang, sendok yang ada di tangannya terjatuh, penisku yang sudah tegang kutempelkan erat di belahan pantatnya.

“Aduuuhh…, Didi nakal kamu ah..” ia melirikku dengan pandangan menggoda. Aku semakin berani, tangan kananku meraih buah dada Tante Sofi dari celah gaun di bawah ketiaknya. Lalu tangan kiriku merayap dari arah bawah, paha yang halus putih mulus itu terus ke arah gundukan kemaluannya yang masih berlapis celana dalam. Telunjuk dan jari tengahku langsung menekan, mengusap-usap dan mencubit kecil bibir kemaluannya.

“Ehhmm…, nnggg…, aahh…, nakaal, Didi”.
“Tante…, tante, saya nggak tahan ngeliat tante…, saya bayangin tubuh tante terus dari tadi pagi” Tangan kiriku menarik ujung celana dalam itu turun, ia mengangkat kakinya satu persatu dan terlepaslah celana dalamnya yang putih. Kutarik cup BH-nya ke atas hingga tangan kananku kini bebas mengelus dan meremas buah dadanya. Dengan gerak cepat kulorotkan pula celana dalam yang kupakai lalu bergegas tangan kiriku menyingkap gaun sutranya ke atas. Kudorong tubuh Tante Sofi sampai ia menunduk dan terlihaylah dengan jelas celah vaginanya yang masih tampak tertutup rapat. Aku berjongkok tepat di belakangnya.

“Idiiihh, Didi. Tante mau diapain nih..”, katanya genit. Lidahku menjulur ke arah vaginanya. Aroma daerah kemaluan itu merebak ke hidungku, semakin membuatku tak sabar dan…, “huuuhh…, srup.., srup.., srup”, sekali terkam bibir vagina sebelah bawah itu sudah tersedot habis dalam mulutku.
“aahh.., Didi…, enaakkk..”, jerit perempuan setengah baya itu, tangannya berpegang di pinggiran meja dapur.
“aawwww…, geliii”, kugigit pantatnya. Uuh, bongkahan pantat inilah yang paling mengundang birahiku saat melihatnya untuk pertama kali. Mulus dan putih, besar menggelembung dan montok.

Lima menit kemudian aku berdiri lagi setelah puas membasahi bibir vaginanya dengan lidahku. Kedua tanganku menahan gerakan pinggulnya dari belakang, gaun itu masih tersingkap ke atas, tertahan jari-jari tanganku yang mencengkeram pinggulnya. Dan hmm, kuhunjamkan penis besar dan tegang itu tepat dari arah belakang, “Sreeep…, Bleeesss”, langsung menggenjot keluar masuk vagina Tante Sofi.
“aahh…, Didi…, enaak…, huuuhh tante senang yang ini ooohh..”
“Enak kan tante…, hmm…, ooohh…, agak tegak tante biar susunya…, yaakkk oooh enaakk”.
“Yaahh…, tusuk yang keras…, hmm…, tante nggak pernah gini sebelumnya…, ooohh enaakk pintarnya kamu sayaang…, ooohh enaak…, terus…, terus yah tarik dorong keeeraass…, aahh…, kamu yang pertama giniin tante, Di…, ooohh…, ssshh..”, hanya sekitar tiga menit ia bertahan dan, “Hooohh…, tante…, mauuu…, keluar…, sekarang…, ooh hh…, sekarang Di, aahh…”. Vaginanya menjepit keras, badannya tegang dengan kepala yang bergoyang keras ke kiri dan ke kanan.

Aku tak mempedulikannya, memang sejenak kuberi ia waktu menarik nafas panjang. Aku membiarkan penisku yang masih tegang itu menancap di dalam. Ia masih menungging kelelahan.
“Balik tante..”, Pintaku sambil melepaskan gigitan di kemaluannya.”Apalagi, sayang…, ya ampun tante nggak kuat.., aahh”.
Aku meraih sebuah kursi.ia mengira aku akan menyuruhnya duduk, “Eiih bukan tante, sekarang tante nyender di dinding, Kaki kiri tante naik di kursi ini..”.
“Ampuuun, Didi…, tante mau diapain sayang..”, ia menurut saja.
Wooow! Kudapatkan posisi itu, selangkangan itu siap dimasuki dari depan sambil berdiri, posisi ini yang membuatku bernafsu.

“Sekarang tante…, yaahh..”, aku menusukkan penisku dari arah depannya, penisku masuk dengan lancar. Tanganku meremas kedua susunya sedangkan mulut kami saling mengecup.
“mmhh…, hhmm..”, ia berusaha menahan kenikmatan itu namun mulutnya tertutup erat oleh bibirku.
Hmm, di samping kanan kami ada cermin seukuran tubuh. Tampak pantatku menghantam keras ke arah selangkangannya. Penisku terlihat jelas keluar masuk vaginanya. Payudaranya yang tergencet dada dan tanganku semakin membuatku bernafsu.
“Cek.., cek.., cek”, gemercik suara kemaluan kami yang bermain di bawah sana. Kulepaskan kecupanku setelah tampak tanda-tanda ia menikmatinya.
“uuuhh hebaat…,, kamu sayang…, aduuuh mati tante…, aahh enaak mati aku Di, ooohh…, ayo keluarin sayang…, aahh tante capeeekkk…, sudah mau sampai lagi niiih aahh..” wajahnya tampak tegang lagi, pipinya seperti biasa, merah, sebagai tanda ia segera akan orgasme lagi.

Kupaksakan diriku meraih klimaks itu bersamaan dengannya. Aku agaknya berhasil, perlahan tapi pasti kami kemudian saling mendekap erat sambil saling berteriak keras.
“aahh…, tante keluaar..”.
“Saya juga tante huuhh…, nikmat.., nikmat…, ooohh…, Tante Sofi…, aahh”, dan penisku, “Crat.., crat.., crat.., seeer”, menyemprotkan cairannya sekitar lima enam kali di dalam liang vagina Tante Sofi yang juga tampak menikmati orgasmenya untuk kedua kali.

“Huuuhh…, capeeekk…, sayang” ia melepaskan pelukannya dan penisku yang masih menancap itu. Hmm, kulihat ada cairan yang mengalir di pahanya bagian dalam, ada yang menetes di lantai.
“Mau di lap tante?”, aku menawarkan tissue.
“Nggak sayang…, tante senang, kok. Tante bahagia…, yang mengalir itu sperma kamu dan cairan kelamin tante sendiri. Tante ingin menikmatinya..”, ia berkata begitu sambil memberiku sebuah ciuman.
“Hmm.., Tante Sofi..”, Kuperbaiki letak BH dan rambutnya yang acak-acakan, kemudian ia kembali menyiapkan jajanan yang sempat terhenti oleh ulah nakalku.

Aku kembali ke kamar dan keluar lagi setelah mengenakan baju kaos. Tante Sofi telah menunggu di taman belakang rumahnya yang sangat luas, kira-kira sekitar 25 acre. Kami duduk santai berdua sambil bercanda menikmati suasana di pinggiran sebuah danau buatan. Sesekali kami berciuman mesra seperti pengantin baru yang lagi haus kemesraan. Jadilah dua minggu kepergian keluarga Om Toto itu surga dunia bagiku dan Tante Sofi. Kami melakukannya setiap hari, rata-rata empat sampai lima kali sehari!

Menjelang sore, Tante Sofi mengajakku mandi bersama. Bisa ditebak, kami melakukannya lagi di bathtub kamar mandi mewah itu. Saling menyabuni dan…, hmm, bayangin sendiri deh. Itulah pengalaman pribadiku saat pertama mengenal seks bersama guru seks-ku yang sangat cantik, Tante Sofi.

TAMAT

45 Comments on "Pelajaran dari Tante Sofi 03"

  1. Bella Saphira | 18/11/2009 at 08:57 | Balas

    Komentar di Pelajaran dari Tante Sofi. Komentar di Pelajaran dari Tante Sofi .

  2. Ayushita | 18/11/2009 at 10:52 | Balas

    PELAJARAN DARI TANTE SOFI 1 JURAGAN CERITA SEX. PELAJARAN DARI TANTE SOFI 1 Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA Waktu itu karena niatku yang ingin melanjutkan sekolah di Jakarta aku .

  3. Anita Carolina Mohade | 18/11/2009 at 10:56 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 3 Cerita Dewasa Sedarah. 0 Response to pelajaran dari Tante Sofi 3 Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan Poskan Komentar Atom Cerita Populer Daftar isi.

  4. Jenny Cortez | 18/11/2009 at 14:01 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 1 Cerita Dewasa Sedarah. nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante oo jawabku bego Tante Sofi berlalu masuk pelajaran dari Tante Sofi .

  5. Ratna Ruthinah | 18/11/2009 at 14:36 | Balas

    Keponakanku 03Baru Bangun Tidur. Keponakanku 03Baru Bangun TidurKeponakanku 03 Home About Contact Baru Bangun Tidur Home Sedarah Sambungan dari bagian 02 .

  6. Adelia Rasya | 18/11/2009 at 15:51 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi 3 maoxiandao. Pelajaran Dari Tante Sofi 3 Doa tanah suci Kumpulan foto memek tante girang gudang unik Kumpulan foto memek tante girang foto hot hallo sobat blogger .

  7. Rini Bono | 18/11/2009 at 17:58 | Balas

    Hadiah Facebook Mania. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku First Experience RESEP STEAK ENAK PALING SEDERHANA.

  8. Dhea Seto | 19/11/2009 at 00:24 | Balas

    Tante Viola Paha Mulus. Paha mulus tante Tante mulus Pelajaran dari tante sofi wwwceritapanascomsedarahpelajarandaritantesofi03htmlMirip Anda memberi ini 1 secara publik.

  9. Sophie Navita | 19/11/2009 at 00:51 | Balas

    Indo Hot Pelajaran dari Tante Sofi. aku memanggilnya Tante Sofi Continue to Pelajaran dari Tante Sofi II Taglines Cerita Panas Cerita Dewasa Tante Girang ads freezy.

  10. kisah cerita Pelajaran dari Tante Sofi 02. Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku First Experience 2012 36.

  11. Nana Mirdad | 19/11/2009 at 10:46 | Balas

    Indo Hot Pelajaran dari Tante Sofi Part II. Belum lagi kalimat Tante Sofi habis aku sudah mengarahkan mulutku ke puncak bukit kembarnya dan crupp Continue to Pelajaran dari Tante Sofi III.

  12. Indah Pelapory | 19/11/2009 at 18:18 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi 01Html HD free online streaming . Pelajaran Dari Tante Sofi 01Html Please note that we do not upload or host any video and image files on our server All videos and image in our website are .

  13. Cantika Felder | 19/11/2009 at 20:36 | Balas

    Cerita sex terbaru tante ngentot facebook. Quote by jllo May 8th 2015 303 am Cerita Awek pelajaran dari Tante Sofi cerita melayu boleh pantat ngentot selingkuh awek hot .

  14. Pipik Dian Irawati | 19/11/2009 at 21:23 | Balas

    Pelajaran sex dari tante berjilbab. Pelajaran sex dari tante berjilbab Cerita sex pelajaran sex dari ibu Pelajaran Sex Dari Bu Sony Cerita panas Pelajaran dari Tante Sofi 03 November 24 2006 com More .

  15. Nella Anne | 20/11/2009 at 03:33 | Balas

    Terima kasih tante atas pelajaran sex nya. Lalu si tante mengeluarkan brownies dari laci meja nya sambil berkata Nah terima kasih Cerita sex pelajaran sex dari tante 2011 Di .

  16. Astrid Tiar | 20/11/2009 at 04:53 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 1 Cerita Dewasa. pelajaran dari Tante Sofi makanya nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante oo jawabku bego Tante Sofi berlalu masuk .

  17. Lula Kamal | 20/11/2009 at 05:10 | Balas

    Cerita dewasa tante sofi ekshibisionis. cerita dewasa Pelajaran Dari Tante Sofi cerita sex ngentot Pelajaran Dari Tante Sofiberikut adalah cerita dewasa Pelajaran Dari Tante Sofi yang teamcamo.

  18. Wieke Widowati | 20/11/2009 at 08:45 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi 01 nafsu. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Istri Om Toto sendiri adalah seorang pengusaha sukses di bidang export garmen aku memanggilnya Tante Sofi .

  19. Pipik Dian Irawati | 20/11/2009 at 10:54 | Balas

    kisah cerita Keponakanku 03. Keponakanku 03 Sambungan dari bagian 02 .

  20. Gracia Indri | 20/11/2009 at 13:10 | Balas

    Comments on JURAGAN CERITA SEX PELAJARAN DARI TANTE SOFI 1. com tagbloggercom1999blog3111636604347990751post4962190412133405179 20150416T1947036580700 20150416T1947036580700 .

  21. Sarah Shafitri | 20/11/2009 at 17:52 | Balas

    Cerita Awek Facebook. Cerita Awek 9824 likes 37 Oil Super Ini Minyak Ajaib Yang Berbahan Minyak Ular Cobra Pilihan Dari Cerita Awek pelajaran dari Tante Sofi .

  22. Maria Umboh | 20/11/2009 at 17:54 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi Cerita Desahan Nail Polish. Pelajaran dari tante sofi cerita desahan Cerita hot Cerita dewasa pada waktu itu aku pulang dari kampus sekitar pukul 2000 karena ada kuliah malam sesampainya di .

  23. Ruth Pelupessy | 20/11/2009 at 18:23 | Balas

    Cerita XXX Sex Dewasa Hot 17 Tahun. Oleh cerita Pada 03 April 2015 1111 Mertuaku adalah seorang janda dengan kulit yang putih Pelajaran dari Tante Sofi Pelajaran cinta buat adikku Malang indah.

  24. Rahayu Saraswati | 20/11/2009 at 19:11 | Balas

    Posts Atom Cerita Awek. a hrefhttplh4googleusercontentcomHZiHoHa7eisUqr0nflkZ7IAAAAAAAACkMkZQW6bzd6opelajarandariTanteSofi2jpgimg style 03000010800 .

  25. Ratnakanya Annisa Pinandita | 20/11/2009 at 22:16 | Balas

    VILA CINTA Pelajaran Dari Tante Sofi. Pelajaran Dari Tante Sofi Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA tangan kananku meraih buah dada Tante Sofi dari celah gaun di bawah ketiaknya.

  26. Intan RJ | 21/11/2009 at 09:16 | Balas

    Cerita dewasa pelajaran sex. Cerita sex pelajaran sex dari tante Tinggallah isterinya Milah dengan Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tante tahu semua Cerita sex pelajaran sex dari tante Cerita Sex .

  27. Nurnaningsih | 21/11/2009 at 13:22 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Cerita Dewasa. Pelajaran Dari Tante Posted on Sabtu 17 Maret 2012 No Comments Aku Sony berumur 23 tahun 1003 1010 8 0926 1003 3 .

  28. Neno Warisman | 21/11/2009 at 13:48 | Balas

    Kencan dengan Anak Kost 03 Tarzan Masuk Kota. Kencan dengan Anak Kost 03 Tarzan Masuk KotaKencan dengan Anak Kost 03 Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku.

  29. Sinyorita Esperanza | 21/11/2009 at 16:29 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi Cerita Desahan. Cerita Desahan cerita dewasa Pelajaran Dari Tante Sofi cerita sex ngentot Pelajaran Dari Tante Sofiberikut adalah cerita dewasa Pelajaran.

  30. Adhitya Putri | 21/11/2009 at 18:54 | Balas

    Cerita sex pelajaran sex dari ibu. Cerita sek pelajaran dari ibu n bapak Adik Cerita sex pelajaran sex dari ibu Pelajaran Sex Dari Bu Sony Cerita panas Pelajaran dari Tante Sofi 03 November .

  31. Mila Karmila | 22/11/2009 at 04:27 | Balas

    The title of your home page. Pelajaran Dari Tante Sofi I Istri Om Toto sendiri adalah seorang pengusaha sukses di bidang export garmen aku memanggilnya Tante Sofi .

  32. Desy Ratnasari | 23/11/2009 at 00:31 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi 03 nafsu. Beberapa menit setelah itu kami berdua terkapar lemas Tante Sofi memelukku erat sesekali ia mencium mesra Tanganku tampaknya masih senang membelai lembut buah dada .

  33. Cahya Kamila | 23/11/2009 at 02:22 | Balas

    Cerita sek pelajaran sek dari tamte sofi 2015. Cerita sek pelajaran sek dari tamte sofi 2015 We help firms find field service premiera albumu ju 16 Feb 03 campur sari hoot ngentot tante n a .

  34. Yati Pesek | 23/11/2009 at 05:31 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 2 Cerita Dewasa. pelajaran dari Tante Sofi 2 Akupun semakin berani BHnya kutarik ke atas dan woowww kedua buah dada itu membuat mataku benarbenar jelalatan.

  35. Enny Beatrice | 23/11/2009 at 10:25 | Balas

    Antara Teori dan Praktek 03Tarzan Masuk Kota. Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku First Experience RESEP STEAK ENAK PALING SEDERHANA.

  36. Artta Ivano | 23/11/2009 at 10:51 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi 02Html streaming online Video . Pelajaran Dari Tante Sofi 02Html Please note that we do not upload or host any video and image files on our server All videos and image in our website are .

  37. Imelda Lubis | 23/11/2009 at 14:41 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi Cerita Desahan Top News . Pelajaran Dari Tante Sofi Cerita DesahanRecent Posts Last update Mon 25 May 2015 230300 GMT Read More Cerita Sedarah Kisah Antara Aku Tante Nisa dan Ibuku.

  38. Natassa Lengkong | 23/11/2009 at 17:30 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 3 Cerita Dewasa. pelajaran dari Tante Sofi 3 Monday 8 December 2008 0 comments Aku semakin berani tangan kananku meraih buah dada Tante Sofi dari celah gaun di bawah ketiaknya.

  39. Zora Vidyanata | 23/11/2009 at 23:16 | Balas

    Setengah Baya Tante Sofi Archive DuniaSex Episode 2. Pelajaran dari Tante Sofi Bagian Pertama Aku mengenal sex pada usia 18tahun selagi 0322 AM Pelajaran dari Tante Tante Sofi masih sibuk menangani bisnisnya .

  40. Chant Felicia | 24/11/2009 at 01:06 | Balas

    Tante Sofi Cerita Tante Manja NewsBolaCom. Syahwat Pelajaran dari Tante Sofi 25 Mar 2009 Tante Sofi masih sibuk menangani bisnisnya yang sedang naik Mau cerita nggak sama tante FREE PORN VIDEOS .

  41. Salshabilla Adriani | 24/11/2009 at 04:23 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi Part II Cerita Dan Komik . Belum lagi kalimat Tante Sofi habis aku sudah mengarahkan mulutku ke puncak bukit kembarnya dan Ccrupp Pelajaran dari Tante Sofi .

  42. Ariel Tatum | 24/11/2009 at 08:20 | Balas

    Pelajaran seks dari tante. mom with beta sad storey in hindi world war ki chudai stories kamar mandi kos Pelajaran seks dari tante Sampai sekarang aku masih hidup membujang .

  43. Indah Yofana | 24/11/2009 at 12:21 | Balas

    Wwwpelajaran sex dr tante nora. tante Pelajaran Pertama dari Tanteku Tante Kis kali ini bersikap pasif mungkin masih kelelahan 2015 303 am aku memanggilnya Tante Sofi Belum tante .

  44. Rheina Ipeh | 24/11/2009 at 18:57 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi 01 Apa Saja Boyeh. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Apa Saja BoyehPelajaran dari Tante Sofi 01 Antara Teori dan Praktek 03 Catatan 12 Mei 1998 Mp3 Fans Gelinjang Teman .

  45. Jennifer Arnelita | 24/11/2009 at 23:33 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi Part I Cerita Dan Komik . Istri Om Toto sendiri adalah seorang pengusaha sukses di bidang export garmen aku memanggilnya Tante Sofi Nafsu Binal Mbak Wulan Pelajaran dari Tante Sofi .

Leave a comment

Your email address will not be published.


*