Indolucky

Pelajaran dari Tante Sofi 01

176hu

Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA. Waktu itu, karena niatku yang ingin melanjutkan sekolah di Jakarta, aku dititipkan pada keluarga teman baik ayahku, seorang pensiunan perwira ABRI berpangkat Brigjen. Om Toto, begitu aku memanggilnya, adalah seorang purnawirawan ABRI yang cukup berpengaruh, kini ia mengelola perusahaan sendiri yang lumayan besar. Anak-anak mereka, Halmi dan Julia yang seusiaku kini ada di Amerika sejak mereka masih berumur 12 tahun. Sedangkan yang sulung, Sonny kuliah di Jogja. Istri Om Toto sendiri adalah seorang pengusaha sukses di bidang export garmen, aku memanggilnya Tante Sofi, wanita berwajah manis berumur 43 tahun dengan perawakan yang bongsor dan seksi khas ibu-ibu istri pejabat. Sejak tinggal di rumah megah itu aku seringkali ditugasi mengantar Tante Sofi, meski ada dua sopir pribadi tapi Tante Sofi lebih senang kalau aku yang mengemudikan mobilnya. Lebih aman, katanya sekali waktu.

Meski keluarga Om Toto kaya raya, tampaknya hubungan antara dia dan istrinya tak begitu harmonis. Aku sering mendengar pertengkaran-pertengkaran diantara mereka di dalam kamar tidur Om Toto, seringkali saat aku menonton televisi terdengar teriakan mereka dari ruang tengah. Sedikitpun aku tak mau peduli atas hal itu, toh ini bukan urusanku, lagi pula aku kan bukan anggota keluarga mereka. Biasanya mereka bertengkar malam hari saat keduanya sama-sama baru pulang kerja. Belakangan bahkan terdengar kabar kalau Om Toto punya beberapa wanita simpanan. “Ah untuk apa memikirkannya” benakku.

Suatu hari di bulan Oktober, Bi Surti, Siti (para pembantu), Mang Darja dan Om Edi (supir), pulang kampung mengambil jatah liburan mereka bersamaan saat Lebaran. Sementara Om Toto dan Sonny pergi berlibur ke Amrik sambil menjenguk kedua anaknya di sana. Tante Sofi masih sibuk menangani bisnisnya yang sedang naik daun, ia lebih sering tidak pulang, hingga di rumah itu tinggal aku sendiri. Perasaanku begitu merdeka, tak ada yang mengawasi atau melarangku untuk berbuat apa saja di rumah besar dan mewah itu. Mereka memintaku menunda jadwal pulang kampung yang sudah jauh hari kurencanakan, aku mengiyakan saja, toh mereka semua baik dan ramah padaku.

Malamnya aku duduk di depan televisi, namun tak satupun acara TV itu menarik perhatianku. Aku termenung sejenak memikirkan apa yang akan kuperbuat, sudah tiga hari tiga malam sejak keberangkatan Om Toto, Tante Sofi tak tampak pulang ke rumah. Maklumlah bisnisnya level tingkat internasional, jadi tak heran kalau mungkin saja hari ini ia ada di Hongkong, Singapore atau di mana saja. Saat sedang melamun aku melirik ke arah lemari besar di samping pesawat TV layar super lebar itu. Mataku tertuju pada rak piringan VCD yang ada di sana. Segera kubuka sambil memilih film-film bagus. Namun yang paling membuat aku menelan ludah adalah sebuah flm dengan cover depan wanita telanjang. Tak kulihat pasti judulnya namun langsung kupasang dan…, “wow!” batinku kegirangan begitu melihat adegannya yang wah. Seorang lelaki berwajah hispanik sedang menggauli dua perempuan sekaligus dengan beragam gaya.

Sesaat kemudian aku sudah larut dalam film itu. Penisku sudah sejak tadi mengeras seperti batu, malah saking kerasnya terasa sakit, aku sejenak melepas celana panjang dan celana dalam yang kukenakan dan menggantinya dengan celana pendek yang longgar tanpa CD. Aku duduk di sofa panjang depan TV dan kembali menikmati adegan demi adegan yang semakin membuatku gila. Malah tanganku sendiri meremas-remas batang kemaluanku yang semakin tegang dan keras. Tampak penis besarku sampai menyembul ke atas melewati pinggang celana pendek yang kupakai. Cairan kentalpun sudah terasa mengalir dari sana.

Tapi belum lagi lima belas menit, karena terlalu asyik aku sampai tak menyangka Tante Sofi sudah berada di luar ruang depan sambil menekan bel. Ah, aku lupa menutup pintu gerbang depan hingga Tante Sofi bisa sampai di situ tanpa sepengetahuanku, untung pintu depan terkunci. Aku masih punya kesempatan mematikan power off VCD Player itu, dan tentunya sedikit mengatur nafas yang masih tegang ini agar sedikit lega.

“Kamu belum tidur, Di?”, sapanya begitu kubuka pintu depan.
“Belum, tante”, hidungku mencium bau khas parfum Tante Sofi yang elegan.
“Udah makan?”.
“Hmm…, belum sih, tante sudah makan?”, aku mencoba balik bertanya.
“Belum juga tuh, tapi tante barusan dari rumah teman, trus di jalan baru mikirin makan, so tante pesan dua paket antaran di KFC, kamu mau?”.
“Mau dong tante, tapi mana paketnya, belum datang kan?”.
“Tuh kan, kamu pasti lagi asyik di kamar makanya nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante”.
“ooo”, jawabku bego.

Tante Sofi berlalu masuk kamar, kuperhatikan ia dari belakang. Uhh, bodinya betul-betul bikin deg-degan, atau mungkin karena saya baru saja nonton BF yah?
Ayo, kita makan..”, ajaknya kemudian, tiba-tiba ia muncul dari kamarnya sudah berganti pakaian dengan sebuah daster putih longgar tanpa lengan dan berdada rendah.

“Ya ampun Tante Sofi”, batinku berteriak tak percaya, baru kali ini aku memperhatikan wanita itu. Kulitnya putih bersih, dengan betis yang woow, berbulu menantang pastilah punya nafsu seksual yang liar, itu kata temanku yang pengalaman seksnya tinggi. Buah dadanya tampak menyembul di balik gaun itu, apalagi saat ia melangkah di sampingku, samar-samar dari sudut mataku terlihat BH-nya yang putih.
“Uh.., apa ini gara-gara film itu?”, batinku lagi. Khayalku mulai kurang ajar, memasukkan bayangan Tante Sofi ke dalam adegan film tadi.
“Hmm..”, Tak sadar mulutku mengeluarkan suara itu.
“Ada apa, Di?”, Tante Sofi memandangku dengan alis berkerut.
“Nnggg…, nggak apa-apa tante..”, Aku jadi sedikit gugup. Oh wajahnya, kenapa baru sekarang aku melihatnya begitu cantik?
“Eh.., kamu ngelamun yah, ngelamunin siapa sih? Pacar?”, tanyanya.
“Nggak ah tante”, dadaku berdesir sesaat pandangan mataku tertuju pada belahan dadanya.
“My god, gimana rasanya kalau tanganku sampai mendarat di permukaan buah dadanya, mengelus, merasakan kelembutan payudara itu, ooohh”, lamunan itu terus merayap.
“Heh, ayo…, makanmu lho, Di”.
“Ba…, bbbbbaik tante”, jelas sekali aku tampak gugup.
“Nggak biasanya kamu kayak gini, Di. Mau cerita nggak sama tante”.
My god, dia mau aku ceritakan apa yang aku lamunkan? Susumu tante, susumu!

Pelan-pelan sambil terus melamun sesekali berbicara padanya, akhirnya makananku habis juga. Aku kembali ke kamar dan langsung menghempaskan badanku ke tempat tidur. Masih belum lepas juga bayangan tubuh Tante Sofi. “Gila! Gila! Kenapa perempuan paruh baya itu membuatku gila”, pikirku tak habis habisnya. Umurnya terpaut sangat jauh denganku, aku baru 18 tahun…, dua puluh lima tahun dibawahnya. Ah, mengapa harus kupikirkan.

Aku melangkah ke meja komputer di kamarku, mencoba melupakannya. Beberapa saat aku sudah tampak mulai tenang, perhatianku kini pada e-mail yang akan kukirim pada teman-teman netter. Aku memang hobi korespondensi via internet. Tapi mendadak pintu kamarku diketuk dari luar.
“Di.., Didi.., ini Tante”, terdengar suara tante seksi eh Sofi memanggil.
“Ah..”, aku beranjak bangun dari korsi itu dan membuka pintu, “Ada apa, tante?”.
“Kamu bisa buatin tante kopi?”.
“ooo.., bisa tante”.
“Tahu selera tante toh?
“Iya tante, biasanya juga saya lihat Siti”, jawabku singkat dan langsung menuju ke dapur.
“Tante tunggu di ruang tengah ya, Di”.
“Baik, tante”.

Gelas yang kupegang itu hampir saja jatuh saat kulihat apa yang sedang disaksikan Tante Sofi di layar TV. Pelan-pelan tanganku meletakkan gelas berisi kopi itu di sebuah meja kecil di samping Tante Sofi, lalu bersiap untuk pergi meninggalkannya.
“Didi..”
“Ya…, tante”.
“Kamu kalau habis pasang film seperti ini lain kali masukin lagi ke tempatnya yah”.
“mm…, ma…, ma…, maaf tante…” aku tergagap, apalagi melihat Tante Sofi yang berbicara tanpa melihat ke arahku. Benar-benar aku merasa seperti maling yang tertangkap basah.
“Di…”, Tante Sofi memanggil, kali ini ia memandangi, aku menundukkan muka, tak kubayangkan lagi kemolekan tubuh istri Om Toto itu. Aku benar-benar takut.
“Tante nggak bermaksud marah lho, di…”, byarrr hatiku lega lagi.
“Sekarang kalau kamu mau nonton, ya sudah sama-sama aja di sini, toh sudah waktunya kamu belajar tentang ini, biar nggak kuper”, ajaknya.
“Wooow…”, kepalaku secepat kilat kembali membayangkan tubuhnya. Aku duduk di sofa sebelah tempatnya. Mataku lebih sering melirik tubuh Tante Sofi daripada film itu.
“Kamu kan sudah 18 tahun, Di. Ya nggak ada salahnya kalau nonton beginian. Lagipula tante kan nggak biasa lho nonton yang beginian sendiri..”.

Apa kalimat itu berarti undangan? Atau kupingku yang salah dengar? Oh my god Tante Sofi mengangkat sebelah tangannya dan menyandarkan lengannya di sofa itu. Dari celah gaun di bawah ketiaknya terlihat jelas bukit payudaranya yang masih berlapis BH. Ukurannya benar-benar membuatku menelan ludah. Posisi duduknya berubah, kakinya disilangkan hingga daster itu sedikit tersingkap. Wooow, betis dengan bulu-bulu halus itu. Hmm, Wanita 40-an itu benar-benar menantang, wajah dan tubuhnya mirip sekali dengan pengusaha Dewi Motik, hanya Tante Sofi kelihatan sedikit lebih muda, bibirnya lebih sensual dan hidungnya lebih mancung. Aku tak mengerti kenapa perempuan paruhbaya ini begitu tampak mempesona di mataku. Tapi mungkinkah…? Tidak, dia adalah istri Om Toto, orang yang belakangan ini sangat memperhatikanku. Aku di sini untuk belajar…, atas biaya mereka.., ah persetan!

Tante Sofi mendadak mematikan VCD Player dan memindahkannya ke sebuah TV swasta.
“Lho… kok?”.
“Ah tante bosan ngeliatin itu terus, Di…”.
“Tapi kan..”.
“Sudah kalau mau kamu pasang aja sendiri di kamar..”, wajahnya masih biasa saja.
“Eh, ngomong-ngomong, kamu sudah hampir setahun di sini yah?”.
“Iya tante…”.
“Sudah punya pacar?”, ia beranjak meminum kopi yang kubuatkan untuknya.
“Belum”, mataku melirik ke arah belahan daster itu, tampaknya ada celah yang cukup untuk melihat payudara besarnya. Tak sadar penisku mulai berdiri.
“Kamu nggak nyari gitu?”, ia mulai melirik sesekali ke arahku sambil tersenyum.
“Alamaak, senyumnya.., oh singkapan daster bagian bawah itu, uh Tante Sofi.., pahamu”, teriak batinku saat tangannya tanpa sengaja menyingkap belahan gaun di bagian bawah itu. Sengaja atau tidak sih?

“Eeh Di.kamu ngeliatin apaan sih?”.
Blarrr…, mungkin ia tahu kalau aku sedang berkonsentrasi memandang satu persatu bagian tubuhnya, “Nngggak kok tante nggak ngeliat apa-apa”.
“Lho mata kamu kayaknya mandangin tante terus? Apa ada yang salah sama tante, Di?”, ya ampun dia tahu kalau aku sedang asyik memandanginya.
“Eh…, mm…, anu tante…, aa…, aanu…, tante…,tante”, kerongkonganku seperti tercekat.
“Anu apa…, ah kamu ini ada-ada saja, kenapa..”, matanya semakin terarah pada selangkanganku, bangsat aku lupa pakai celana dalam. Pantas Tante Sofi tahu kalau penisku tegang.
“Ta…, ta…, tante cantik sekali..”, aku tak dapat lagi mengontrol kata-kataku. Dan astaga, bukannya marah, Tante Sofi malah mendekati aku.
“Apa…, tante nggak salah dengar?”, katanya setengah berbisik.
“Bener kok tante..”.
“Tante yang seumur ini kamu bilang cantik, ah bisa aja. Atau kamu mau sesuatu dari tante?” ia memegang pundakku, terasa begitu hangat dan duh gusti buah dada yang sejak tadi kuperhatihan itu kini hanya beberapa sentimeter saja dari wajahku. Apa aku akan dapat menyentuhnya, come on man! Dia istri Om Toto batinku berkata.

Tangannya masih berada di pundakku sebelah kiri, aku masih tak bergeming. Tertunduk malu tanpa bisa mengendalikan pikiranku yang berkecamuk. Harum semerbak parfumnya semakin menggoda nafsuku untuk berbuat sesuatu. Kuberanikan mataku melirik lebih jelas ke arah belahan kain daster berbunga itu. Wow…, sepintas kulihat bukit di selangkangannya yang ahh, kembali aku menelan ludah.

“Kamu belum jawab pertanyaan tante lho, Di. Atau kamu mau tante jawab sendiri pertanyaan ini?”.
“Nggak kok tante, sss.., sss…, saya jujur kalau tante memang cantik, eh.., mm…, menarik”.
“Kamu belum pernah kenal cewek yah”.
“Belum, tante”.
“Kalau tante kasih pelajaran gimana?”.
Ini dia yang aku tunggu, ah persetan dia istri Om Toto. Anggap saja ini pembalasan Tante Sofi padanya. Dan juga…, oh aku ingin segera merasakan tubuh wanita.
“Maksud tante…, apa?”, lanjutku bertanya, pandangan kami bertemu sejenak namun aku segera mengalihkan.
“Kamu kan belum pernah pacaran nih, gimana kalau kamu tante ajarin caranya nikmati wanita…”.
“Ta…, tapi tante”, aku masih ragu.
“Kamu takut sama Om Toto? Tenang…, yang ada di rumah ini cuman kita, lho”.
“This is excellent!”, teriakku dalam hati. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Batinku terus berteriak tapi badanku seperti tak dapat kugerakkan.

Beberapa saat kami berdua terdiam.
“Coba sini tangan kamu”, aku memberikan tanganku padanya, my goodness tangan lembut itu menyentuh telapak tanganku yang kasarnya minta ampun.
“Rupanya kamu memang belum pernah nyentuh perempuan, Di. Tante tahu kamu baru beranjak remaja dan tante ngerti tentang itu”, Berkata begitu sambil mengelus punggung tanganku, aku merinding dibuatnya, sementara di bawah, penisku yang sejak tadi sudah tegang itu mulai mengeluarkan cairan hingga menampakkan titik basah tepat di permukaan celana pendek itu.
“Tante ngerti kamu terangsang sama film itu. Tapi tante perhatiin belakangan ini kamu sering diam-diam memandangi tubuh tante, benar kan?”, ia seperti menyergapku dalam sebuah perangkap, tangannya terus mengelus punggung telapak tanganku. Aku benar-benar merasa seperti maling yang tertangkap basah, tak sepatah kata lagi yang bisa kuucapkan.
“Kamu kepingin pegang dada tante kan?”.

Daarrr! Dadaku seperti pecah…, mukaku mulai memerah. Aku sampai lupa di bawah sana adik kecilku mulai melembek turun. Dengan segala sisa tenaga aku beranikan diri membalas pandangannya, memaksa diriku mengikuti senyum Tante Sofi.Dan…, astaga…, Tante Sofi menuntun telapak tanganku ke arah payudaranya yang menggelembung besar itu.
“Ta…, ta…, tante…, ooohh”, suara itu keluar begitu saja, dan Tante Sofi hanya melihat tingkahku sambil tersenyum. Adikku bangun lagi dan langsung seperti ingin meloncat keluar dari celana dalamku. Istri Om Toto itu melotot ke arah selangkanganku.
“Waaww…, besar sekali punya kamu Di?”, serunya lalu secepat kilat tangannya menggenggam kemaluanku kemudian mengelus-elusnya. Secara reflek tanganku yang tadinya malu-malu dan terlebih dulu berada di permukaan buah dadanya bergerak meremas dengan sangat kuat sampai menimbulkan desah dari mulutnya.
“aahh…, mm remas sayang ooohh”.

Masih tak percaya akan semua itu, aku membalikkan badan ke arahnya dan mulai menggerakkan tangan kiriku. Aku semakin berani, kupandangi wajah istri Om Toto itu dengan seksama.
“Teruskan, Di…, buka baju tante”, permpuan itu mengangguk pelan. Matanya berbinar saat melihat kemaluanku tersembul dari celah celana pendek itu. Kancing dasternya kulepas satu persatu, bagian dadanya terbuka lebar. Masih dengan tangan gemetar aku meraih kedua buah dada yang berlapis BH putih itu. Perlahan-lahan aku mulai meremasnya dengan lembut, kedua telapak tanganku kususupkan melewati BH-nya.
“mm…, tante..”, aku menggumam merasakan kelembutan buah dada besar Tante Sofi yang selama sebulan terakhir ini hanya jadi impianku saja. Jari jemariku terasa begitu nyaman, membelai lembut daging kenyal itu, aku memilin puting susunya yang begitu lembutnya.

Bersambung ke bagian 02

39 Comments on "Pelajaran dari Tante Sofi 01"

  1. Alessia Cestaro | 18/11/2009 at 14:03 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 1 Cerita Dewasa Sedarah. nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante oo jawabku bego Tante Sofi berlalu masuk pelajaran dari Tante Sofi .

  2. Nadya Almira | 18/11/2009 at 17:21 | Balas

    Cerita dewasa tante sofi ekshibisionis. cerita dewasa Pelajaran Dari Tante Sofi cerita sex ngentot Pelajaran Dari Tante Sofiberikut adalah cerita dewasa Pelajaran Dari Tante Sofi yang teamcamo.

  3. Kelly Tandiono | 19/11/2009 at 00:54 | Balas

    Cerita XXX Sex Dewasa Hot 17 Tahun. Pelajaran dari Tante Sofi Oleh cerita Pada 01 April 2015 1311 Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA Waktu itu .

  4. Djudjuk Djuariah | 19/11/2009 at 03:43 | Balas

    Pelajaran sex dari tante berjilbab. Cerita sex pelajaran sex dari ibu Pelajaran Sex Dari Bu Sony Cerita panas Pelajaran dari Tante Sofi 03 19 Responses to Pelajaran dari Tante Sofi 01 Dunia .

  5. Tya Ariestya | 19/11/2009 at 07:14 | Balas

    Indo Hot Pelajaran dari Tante Sofi. aku memanggilnya Tante Sofi Continue to Pelajaran dari Tante Sofi II Taglines Cerita Panas Cerita Dewasa Tante Girang ads freezy.

  6. Marcella Daryanani | 19/11/2009 at 14:20 | Balas

    Setengah Baya Tante Sofi Archive DuniaSex Episode 2. Pelajaran dari Tante Sofi Bagian Pertama Aku mengenal sex pada usia 18tahun selagi masih SMA Tante Sofi masih sibuk menangani bisnisnya yang sedang naik daun .

  7. Stefhanie Zamora Husen | 19/11/2009 at 15:28 | Balas

    Tanteku yang Menggairahkan 01 Baru Bangun Tidur. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku First Experience RESEP STEAK ENAK PALING .

  8. Adelia Lontoh | 19/11/2009 at 22:00 | Balas

    Cerita Sex Sedarah Cerita XXX Sex Dewasa Hot 17 Tahun. Pelajaran dari Tante Sofi oleh cerita pada 01 April 2015 1311 Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA Waktu itu .

  9. Ferina Widodo | 20/11/2009 at 06:57 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 1 Cerita Dewasa. pelajaran dari Tante Sofi makanya nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante oo jawabku bego Tante Sofi berlalu masuk .

  10. Lia Ananta | 20/11/2009 at 13:09 | Balas

    Pelajaran dari Tante Kis. Pelajaran dari Tante Kis Aku keluar dari kamar rupanya Tante Kis sedang nonton TV sendirian Tante Sofi Ibu Sahabatku.

  11. Yayuk Suseno | 20/11/2009 at 19:38 | Balas

    Pojokan Dewasa Pengalaman dengan Tante Murni 01. Pengalaman dengan Tante Murni 01 Aku sendiri anak tertua dari tiga bersaudara Bercumbu dengan Tante Linda Pelajaran dari Tante Sofi.

  12. Dhanny Dahlan | 20/11/2009 at 20:14 | Balas

    Hadiah Facebook Mania. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku First Experience RESEP STEAK ENAK PALING SEDERHANA.

  13. Raslina Rasidin | 21/11/2009 at 01:29 | Balas

    Tergilagila Pada Mertua 01 Baru Bangun Tidur. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku First Experience RESEP STEAK ENAK PALING .

  14. Ira Riswana | 21/11/2009 at 02:47 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi 01 nafsu. Maret 13 2007 at 1204 pm tante kalao tante butuh kenikmatan call aku yah tapi aku mo tampat yang romantis ok hubke email in fo menarik menyusul.

  15. Vicky Burky | 21/11/2009 at 03:12 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi Cerita Desahan. Cerita Desahan cerita dewasa Pelajaran Dari Tante Sofi cerita sex ngentot Pelajaran Dari Tante Sofiberikut adalah cerita dewasa Pelajaran.

  16. Garneta Haruni | 21/11/2009 at 03:26 | Balas

    JURAGAN CERITA SEX. aku memanggilnya Tante Sofi datang sedikit lebih awal dari tantebr yahbr Belum tantebr Kalau tante kasih pelajaran gimanabr .

  17. Maudy Koesnaedi | 21/11/2009 at 04:30 | Balas

    The title of your home page. Pelajaran Dari Tante Sofi I nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante oo jawabku bego Tante Sofi berlalu .

  18. Astri Ivo | 21/11/2009 at 04:43 | Balas

    kisah cerita Aku Istri dan Temanku 01. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku First Experience 2012 36.

  19. Vonny Cornelia | 21/11/2009 at 06:43 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi 01 Apa Saja Boyeh. Home Sedarah Pelajaran dari Tante Sofi 01 Pelajaran dari Tante Sofi 01 Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA Waktu itu .

  20. Kenes Andari | 21/11/2009 at 07:52 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi Cerita Desahan Top News . Pelajaran dari tante sofi cerita desahan Cerita duniasex Sambungan bagian 01 kamar luas terdapat sebuah tempat tidur besar .

  21. Kaditha Ayu | 21/11/2009 at 17:48 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi 02Html streaming online Video . Pelajaran Dari Tante Sofi 02Html Please note that we do not upload or host any video and image files on our server All videos and image in our website are .

  22. Yuanita Christiani | 21/11/2009 at 23:30 | Balas

    Gairah Nakal Seorang Perawan Tua 01 Apa Saja Boyeh. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Pelajaran dari Tante Sofi 02 Pelajaran dari Tante Sofi 03 Tukang Lulur Istriku First Experience RESEP STEAK ENAK PALING .

  23. Lenna Tan | 22/11/2009 at 05:05 | Balas

    Komentar di Pelajaran dari Tante Sofi. Komentar di Pelajaran dari Tante Sofi .

  24. Mulan Jameela | 22/11/2009 at 10:29 | Balas

    kisah cerita Pelajaran dari Tante Sofi 02. Aku yang sudah terbawa nafsu berat itu menurut saja lidahku merambat cepat ke arah pahanya Tante Sofi membukanya lebar dan semerbak aroma selangkangannya .

  25. Ayu Diana | 22/11/2009 at 15:21 | Balas

    Tante Sofi Cerita Tante Manja NewsBolaCom. Syahwat Pelajaran dari Tante Sofi 25 Mar 2009 Tante Sofi masih sibuk menangani bisnisnya yang sedang naik Mau cerita nggak sama tante FREE PORN VIDEOS .

  26. Ratna Ruthinah | 22/11/2009 at 17:27 | Balas

    ARENALIGACOM Daftar Cerita Sedarah 01. Pelajaran dari Tante Sofi 3 90 Penyesalan tiada akhir 1 91 Penyesalan tiada 01 3 in 1 02 2 abang tukang bangunan 03 3 days lover 1 04 3 days .

  27. Helmalia Putri | 22/11/2009 at 17:54 | Balas

    VILA CINTA Pelajaran Dari Tante Sofi. Pelajaran Dari Tante Sofi Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA tangan kananku meraih buah dada Tante Sofi dari celah gaun di bawah ketiaknya.

  28. Helmalia Putri | 22/11/2009 at 21:23 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 3 Cerita Dewasa Sedarah. 0 Response to pelajaran dari Tante Sofi 3 Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan Poskan Komentar Atom Cerita Populer Daftar isi.

  29. Imey Liem | 23/11/2009 at 01:12 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi 3 maoxiandao. Pelajaran Dari Tante Sofi 3 Doa tanah suci Kumpulan foto memek tante girang gudang unik Kumpulan foto memek tante girang foto hot hallo sobat blogger .

  30. Marissa Haque | 23/11/2009 at 09:20 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 2 Cerita Dewasa. pelajaran dari Tante Sofi 2 Akupun semakin berani BHnya kutarik ke atas dan woowww kedua buah dada itu membuat mataku benarbenar jelalatan.

  31. Dina Lorenza | 23/11/2009 at 17:05 | Balas

    PELAJARAN DARI TANTE SOFI 1 JURAGAN CERITA SEX. PELAJARAN DARI TANTE SOFI 1 Posted by Juragan Film dan Software at 2305 Read our previous post Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA.

  32. Maya Hasan | 23/11/2009 at 18:02 | Balas

    pelajaran dari Tante Sofi 3 Cerita Dewasa. Home Sedarah pelajaran dari Tante Sofi 3 pelajaran dari Tante Sofi 3 tangan kananku meraih buah dada Tante Sofi dari celah gaun di bawah ketiaknya.

  33. Kinaryosih | 23/11/2009 at 19:40 | Balas

    cewek blue Daftar Cerita Sedarah 01. 89 Pelajaran dari Tante Sofi 3 90 Penyesalan tiada akhir 1 91 Penyesalan tiada akhir 2 92 01 Tidak ada perempuan anjing dan ayam pun jadi 02.

  34. Angelica Faustina | 23/11/2009 at 21:39 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi Part I Cerita Dan Komik . Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA Waktu itu karena niatku yang ingin melanjutkan sekolah di Jakarta aku dititipkan pada keluarga teman baik .

  35. Nicky Astria | 24/11/2009 at 12:00 | Balas

    Pelajaran Dari Tante Sofi 01Html HD free online streaming . Watch Pelajaran Dari Tante Sofi 01Html HD free online streaming Play or download Pelajaran Dari Tante Sofi 01Html for free free downloadfree onlinefree online .

  36. Uci Bing Slamet | 24/11/2009 at 13:36 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi Part III Cerita Dan Komik . Beberapa menit setelah itu kami berdua terkapar lemas Tante Sofi memelukku erat sesekali ia mencium mesra Tanganku tampaknya masih senang membelai lembut buah dada .

  37. Amyra Jessica | 24/11/2009 at 21:59 | Balas

    Pelajaran dari Tante Sofi 02 nafsu. Pelajaran dari Tante Sofi 01 Pelajaran dari Tante Sofi 03 .

  38. Imelda Therinne | 24/11/2009 at 23:01 | Balas

    Cerita sex tante melayu. Cerita Awek pelajaran dari Tante Sofi 2 Joined 05012015 1919 Top In order to reply you must be signed in 161 posts Page 9 of 9 1 .

  39. Maya Wulan | 25/11/2009 at 00:03 | Balas

    Indo Hot Pelajaran dari Tante Sofi Part II. Belum lagi kalimat Tante Sofi habis aku sudah mengarahkan mulutku ke puncak bukit kembarnya dan crupp Continue to Pelajaran dari Tante Sofi III.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*