Indolucky

The Story of Ira 02

176hu

Sambungan dari bagian 01

Dari cerita Ira tersebut aku dapat menangkap bahwa pengalaman pertamanya dalam making love dapat membuat Ira mecapai orgasme berganda (multiple orgasmic), meskipun pada awalnya, dan ini wajar bagi seorang gadis perawan, memiliki rasa was-was dan takut di dalam melakukannya.

Dengan keyakinanku itu tanpa sadar secara halus kuremas-remas buah dadanya, dan Ira membuka matanya sambil tersenyum manis sekali dan sangat menggairahkan. Kujilat putingnya, mulai dari yang sebelah kiri sampai yang kanan, dan mulai dari pangkal sampai ke bukitnya. Berulang kali kulakukan itu, sampai terdengar keluhan rasa nikmat keluar dari mulut Ira. Kutelusuri tubuh putih telanjang ini mulai dari leher sampai pada bibir vagina Ira. Ira mulai meronta kembali. Kakinya dia angkat sendiri membentuk huruf ‘V’, sehingga tonjolan clit-nya sangat jelas menantang untuk dihisap. Aku mengerti keinginannya, lidahku mulai menari-nari menggeluti clit Ira. Ira mengerang sambil berkata “Masss… I like the way you suck my clit… keep on sucking.”

Kuhentikan permainan lidahku pada clit Ira, karena aku ingin sekali mencium bibirnya yang sangat sensual itu. Lama kita berdua berciuman. Birahi Ira sudah mulai meninggi, terasa dari gigitan-gigitannya pada bibirku.

Dalam benakku sekilas terlintas bahwa ini adalah saatnya untuk memulai mencoba memainkan ulang ‘rekaman’ tersebut.
“Ira…, Mas mau ngentot Ira lagi tapi Ira harus membayangkan bahwa Mas Herman ini adalah Mas Dodi..”, kataku. Ira menggelengkan kepalanya sambil berkata,
“Mas nanti tersinggung dan merasa cemburu kalau Ira membayangkan Mas Dodi.”
“Ini permintaan Mas…. dan Ira harus lepas bebas berteriak seolah-olah Ira sedang diperawanin seperti waktu itu”, kataku. Ira tetap menolak. Dengan tolakannya yang kedua ini maka aku secara ganas meremas dan menciumi buah dadanya sampai Ira mengerang keras, habis kulumat dan kujilati secara agak kasar buah dada Ira.
“Masss Herman, ini seperti yang pernah Mas Dodi lakukan kepada Ira”, teriak Ira tanpa sadar.
“Ira….. jangan panggil Mas dengan nama Herman, teriakan saja nama Mas Dodi”, pintaku. Makin buas aku melumat buah dadanya dan seiring dengan kebuasanku itu teriakan Ira semakin lepas, “Masss…. buas sekali…. tetapi Ira sukaa…” Sengaja remasanku di buah dadanya aku kencangkan, sambil aku berkata kepada Ira, “Panggil aku Mas Dodi…. ayo Ira, panggil aku Mas Dodi!” Akhirnya Ira mulai berani berteriak “Mas Dodi… Mas Dodi…. aduh Mas Dodi…. nikmat sekali… Masss…” Diriku makin terangsang dengan teriakan Ira menyebutkan nama Mas Dodi, serasa aku sedang mencoba untuk mengoyak gadis perawan yang masih berumur 17 tahun. Ira sudah tidak sungkan lagi untuk mengerang, menjerit dan meneriakan nama Mas Dodi, dan aku sendiri semakin brutal saja menghisap dan menjilat clit-nya. Pada saat penisku sudah demikian tegang dan rontaan Ira semakin dahsyat, secara keras kutancapkan penisku ke vagina Ira persis seperti cerita Ira kepadaku. “Mas Dodiiii…. sakit, vagina Ira sakit…” teriaknya. Tapi aku tidak peduli, kugoyang persis seperti cerita Ira kepadaku bagaimana Mas Dodi menyetubuhi dia untuk pertama kalinya. Luar biasa sekali reaksinya, Ira meronta liar, mengerang dan menjerit serta mencakar punggungku sambil tidak berhenti memanggil nama Mas Dodi. Dengan erangan yang keras sambil berteriak, “Mas Dodi…. Ira keluar…. Ira keluar Masss… Ira ngecrettt…. ahh… Mas Dodi nikmat sekali entotannya…. Ira nggak kuat… Ira ngecret puas banget”, rontaan dan erangan Ira hanya bertahan 20 menit saja. Kucabut penisku dari vaginanya dan kumasukkan ke dalam mulutnya, Ira mengulum dan menjilati penisku dengan penuh gairah. “Ini penis Mas Dodi, Ira harus hisap penis Mas Dodi dengan cara yang halus sekali ya”, kataku. Ira mengedipkan matanya sambil terus mengulum penisku. “Mas Dodi sekarang pengen di entot Ira”, kataku. Dengan bersemangat Ira menjawab, “Mas Dodi, ini gaya Ira yang Mas paling suka kan”, sambil badannya membelakangiku, dan sebelah kakinya dia angkat, maka penisku masuk ke vaginanya dari samping. Posisi senggama semacam ini memang nikmat sekali, penis masuk dalam sekali dan tangan kananku dengan leluasa dapat memainkan clit Ira. Bagian kuduk Ira kuciumi, tanpa menghentikan tangan kananku memaikan clit-nya yang sekali-kali kupindahkan untuk meremas buah dadanya. Ira kembali “liar” meronta dalam kenikmatan, sambil tidak berhenti mengucapkan kata ‘Mas Dodi’ berulang-kali. “Mas Dodi sekarang kok kuat sekali, dari tadi Mas Dodi belum keluar”, ucapnya. “Mas Dodi baru akan keluar kalau Ira sudah benar-benar puas”, kataku. Ternyata dengan Ira menghadap ke cermin yang ada di tembok justru semakin merangsang dirinya. “Mas Dodi, lihat tuh di kaca, Ira lagi digoyang sama Mas Dodi”, ucapnya. “Ira kan yang minta digoyang”, kataku. Dan Ira menjawab, “Ira sama sekali tidak merasa menyesal diperawanin oleh Mas Dodi, karena sekarang Ira bisa merasakan bahwa bersenggama itu nikmat sekali.” Gerakanku dalam menyetubuhi Ira semakin kupercepat, dan erangan Ira mulai keras kembali tanpa rasa sungkan. Posisi Ira sekarang berada di atas badanku, goyangannya luar biasa sekali. Sambil sekali-kali melihat ke kaca, Ira memainkan sendiri buah dadanya. “Terus Ir…. mainkan payudara kamu…. Mas Dodi senang melihatnya”, ujarku. Ira semakin liar, “Mas Dodi lihat tuh penis Mas Dodi keluar masuk di vagina Ira”, ucap Ira sambil menundukan kepalanya memperhatikan penisku keluar masuk vaginanya.

Dalam gairah birahi yang begitu tinggi semua ‘rekaman’ di-playback tanpa disadarinya, dan aku benar-benar mengikuti setiap adegan yang diinginkan oleh Ira. “Mas Dodi seneng kan lihat clit Ira?”, sambil tangan kirinya menarik bibir vaginanya sehingga tonjolan clit Ira tampak dengan jelasnya. Tangannya yang sebelah kanan mulai memilin dan memainkan clit-nya sendiri, hasilnya, Ira meronta liar dan gerakan senggamanya semakin bertambah cepat.

Ira benar-benar hebat dalam bersenggama, kuat dan sangat bergairah sekali. Wanita semacam Ira ini tidak mungkin dapat dipuaskan oleh laki-laki yang cepat ‘keluar’.
“Ir, kamu nungging, biar Mas Dodi entot kamu dari belakang”, pintaku. Dalam posisi menungging kugoyang vagina Ira secara ganas, dan dia menjerit-jerit kenikmatan, yang akhirnya,
“Mas Dodiii… Ira keluar lagi… aacchh…. ucchh…. Ira ngecret lagi mass”, gerakan liarnya berhenti sambil merintih merasakan rasa nikmat yang baru saja diperolehnya.
“Mas Herman luar biasa sekali, dan Ira merasa sangat puas dengan entotannya, tapi Ira kasihan sama Mas Herman, karena Ira selalu teriak-teriak nama Mas Dodi”, Ira berkata sambil memeluk diriku.
“Ir, Mas Herman sama sekali tidak merasa cemburu atau tidak enak dengan sikap Ira tersebut, justru Mas merasa puas sekali dapat memuaskan Ira”, jawabku.
“Ira senang dengan cara Mas Herman menyetubuhi Ira, pokoknya Ira mau sering di entot Mas Herman, Ira juga ingin memuaskan Mas Herman dengan cara apa saja asal Mas Herman puas. Sekarang giliran Mas Herman untuk ‘keluar’, Ira masih tahan ‘kok Mas”, ujar Ira. Aku menjawab,
“Kalau Ira senang dengan entotan Mas Herman, Ira harus selalu mau ya kalau Mas Herman mau ngentot Ira”,
“Tentu Mas, Ira janji”, jawabnya.

Aku memang belum keluar, dan dalam soal bersetubuh, hampir semua perempuan yang sudah kutiduri selalu bilang bahwa aku kuat sekali. Memang, meskipun penisku tidak terlalu besar tetapi daya tahanku kalau lagi bersenggama kuat sekali. Tidak ada wanita yang tidak pernah puas kalau main samaku, termasuk istriku sendiri.
“Ir, pegangin dong penis Mas Herman”, pintaku. “Ira isep lagi ya Mas?” pintanya.
Jilatan dan isapan Ira pada penisku memang halus sekali, dia mampu mengisap penisku tanpa menyentuhkan giginya sama sekali di penisku. Luar biasa nikmatnya. penisku sudah tegang kembali, Ira begitu menikmatinya menghisap dan menjilat penisku.
“Mas, penis Mas ini pasti sudah masuk ke banyak vagina kan?” tanyanya.
“Ira harus tahu bahwa Mas bukan laki-laki yang munafik dan Mas tidak suka dengan orang yang munafik. Memang Mas sering ngentot, tapi satu kalipun Mas belum pernah ngentot dengan perempuan yang dasarnya dia mau di-entot karena uang. Mas senang ngentot dengan dasar rasa suka sama suka dan saling membutuhkan, sehingga kedua belah pihak dapat saling memuaskan sehingga terasa benar bahwa ngentot itu adalah sesuatu yang indah dan nikmat untuk dilakukan”, jawabku. Dengan jilatan dan isapan Ira penisku sudah semakin menegang. Kuraba-raba buah pantat Ira dan perlahan-lahan kujilati. Ira menggelinjang kegelian. Buah pantat Ira putih dan montok, kujilati terus disekitar buah pantatnya dan kadang-kadang lidahku menyusup kebelahan pantatnya. Ira mulai bergairah dan mulai merintih perlahan, “Mas geli…. tapi Ira suka…” Semakin berani lidahku menjilati belahan pantatnya, dan Ira semakin meronta merasakan kenikmatan yang diberikan oleh ujung lidahku. “‘Ir, kamu nungging biar Mas Herman jilat pantat kamu dengan lebih leluasa”, pintaku. Dengan posisi seperti itu lidahku bermain semakin leluasa di sekitar anusnya.

Ira sambil menghadap ke kaca mencoba untuk menahan rangsangan yang kuberikan, tapi akhirnya dia tidak tahan dan berteriak kecil, “Mas… nikmat sekali, Ira baru merasakannya sekarang, dulu Mas Dodi tidak pernah menjilati pantat dan sekitar anus Ira.” Kujilat jariku agar cukup basah, dan secara perlahan-lahan kumasukkan ke anus Ira. Ira mengerang “Massss… pedih… pelan-pelan, Mas…. tapi jangan dicabut.” Kumainkan jariku di permukaan anusnya dengan halus sekali dan secara perlahan-lahan kutekan terus jari telunjukku ke dalam anus Ira. “Enak Mas…. tapi masih pedih…. accchh…. rasanya Ira seperti diperawanin lagi…. uccchh…. enaakkk”, Ira mengerang nikmat tanpa henti. “Ir, sekarang Mas Herman perawanin anus Ira ya?” pintaku. Ira hanya mengangguk ragu, tapi aku tidak menunggu jawabannya lebih lanjut. Kubasahi penisku dengan air ludahku, dan secara perlahan kucoba memasukkannya ke anus Ira. Baru ujung penisku saja Ira sudah menjerit kesakitan, “Mas saakkiittt banget…. do it slowly, please….”, aku hanya berkata, ” Ira, coba kamu isep dulu penis Mas Herman, biar licin”, pintaku. Kucoba secara perlahan-lahan memasukkan penisku lagi, Ira mengerang, tapi aku tambah bergairah sekali, kutekan lebih dalam lagi dan Ira terus mengerang, semakin Ira mengerang semakin dalam penisku masuk di anusnya. “Ir, penis Mas sudah hampir setengah masuk ke anus Ira, gimana kamu nikmat?” kataku. Ira tidak menjawab, tapi di luar dugaanku justru dia sendiri yang menekankan pantatnya ke penisku sehingga sambil Ira menjerit keras penisku masuk semuanya ke dalam anus Ira. “Mas giillaa ternyata rasanya nikmat setelah penis Mas masuk semuanya”, teriaknya. Aku tancap penisku dianusnya untuk beberapa saat, karena kalau langsung digerak-gerakan pasti Ira masih akan merasa kepedihan. Diluar dugaanku, tiba-tiba Ira mulai menggoyang-goyangkan pantatnya sambil berteriak-teriak, “Mas Herman enakkk banget… aduhh pedih… aduhh nikmat…. accchh nikmat.” Ira menjadi liar sekali setelah jariku juga masuk di vagina-nya. “Achh rasanya kaya di-entot dua penis sekaligus… Mas…. Ira baru kali ini merasakan ngentot seperti ini”, Ira tidak berhentinya mengerang dan berteriak merasakan kenikmatan yang kuberikan. Karena gerakan Ira semakin ‘liar’ maka akupun mulai berani memainkan anus Ira, setiap aku menggerakkan penisku Ira menjerit, “Mas saakittt, ennaakk, pedihh.” Aku tidak tahan lagi, dan dengan sekali gerakan kutancapkan dalam-dalam penisku di anus Ira, Ira menjerit keras sambil berteriak “Ira ngecret lagi Mas… ampun… enakkkk banget…. Ira puas banget…. uhh enaakkkk sekali”, bersamaan dengan teriakan Ira tersebut air mani ku keluar menyembur membasahi bagian dalam anus Ira. Lelah… tetapi nikmat sekali.

Berdua merebahkan diri sambil saling menatap kaca yang terpasang di atas langit-langit kamar. Ira menggengam tanganku erat sekali. ” Mas Herman terima kasih, Mas begitu baik mau membantu Ira sehingga Ira sekarang menemukan laki-laki yang mengerti kemauan Ira kalau lagi disetubuhi. Sehingga dalam satu hari Ira bisa orgasme sampai tiga kali. Mas Herman benar-benar luar biasa”, ujarnya. “Tapi bagaimana mungkin Ira bisa sebebas dan seliar tadi kalau ngentot sama suami Ira?” tanyanya. “Ira, masalah Ira ini sebenarnya dapat dipecahkan dengan membuka jalur komunikasi dengan suami kamu khususnya mengenai masalah seks kalian berdua, yang dapat kamu mulai lakukan setiap kali kalian selesai making love, karena kalau Ira atau suami Ira tidak memiliki kemampuan atau keberanian untuk memulainya maka masalah kamu ini bisa menjadi kendala keharmonisan hubungan kalian”, kataku. “Memang Mas tahu bahwa tidak banyak pasangan suami istri yang mengetahui bagaimana cara meminta apa yang kita inginkan, memberi kritikan dengan bungkus kasih sayang, mendengarkan pasangan dengan penuh pengertian atau memberi dengan tanpa syarat”, lanjutku. “Kalau Ira memahami apa yang Mas maksud, dan selama ini suami Ira tidak pernah memperlihatkan adanya tanda-tanda bahwa dia mengerti apa sebenarnya yang diinginkan Ira selama making love, maka Ira harus berani untuk membuka jalur komunikasi ini dengan cara seperti yang Mas katakan tadi di atas. Ungkapkan secara bertahap, dan lakukan komunikasi tersebut dengan bungkus kasih sayang. Tentu hasilnya tidak akan tiba-tiba, tetapi setelah jalur komunikasi itu terbuka, Mas yakin, bahwa masalah keberhasilannya hanya soal waktu saja”, lanjutku.

Tampaknya Ira mengerti apa yang kumaksudkan. “Tapi seperti kata Mas sendiri untuk menuju keberhasilannya kan akan memakan waktu, nah selama suami Ira belum dapat membuat Ira orgasme, terus Ira gimana?” tanyanya. “Don’t worry honey, I’ll always ready to make you satisfy… anytime you need it”, selorohku dijawabnya dengan diciumnya bibirku dengan mesra sekali.

Pada satu waktu Ira bertanya kepadaku, “Mas mungkin Ira dalam soal seks nggak normal ya?” Aku bukannya menjawab pertanyaan Ira tersebut, malah aku balik bertanya kepada Ira, “Ir, kamu tahu nggak batasan yang disebut tidak normal di dalam soal hubungan seks?” Ira menjawab “nggak tahu.” Aku menjelaskan pada Ira bahwa segala cara, gaya dan frekuensi di dalam melakukan hubungan seks akan selalu disebut normal apabila dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak, dengan tujuan untuk saling memuaskan pasangannya. Kalau pasangan kita melakukan cara-cara yang tidak kita sukai tetapi dia terus memaksakan keinginannya untuk mencapai kepuasannya sendiri, maka pasangan kita tersebut dapat dikatakan memiliki penyimpangan seksual (sexual deviation atau abnormal).

Pada akhir-akhir ini, setiap kali aku bersenggama Ira, jari-jari tanganku, khususnya jari telunjuk, sering dijilatinya dan di masukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati dan dihisapnya. Semakin liar gerakanku dalam menyetubuhi Ira, semakin bernafsu Ira menjilati dan menghisap jari telunjukku. “Ir, kamu sekarang ini selama ngentot sering sekali menghisap jari telunjuk Mas, dan kelihatannya Ira makin sangat terangsang kalau selama ngentot Ira dapat menghisap jari telunjuk Mas. Pasti kamu sangat menikmatinya kan?” tanyaku. Ira menjawab, “Ira makin terangsang kalau Ira dapat menghisap jari telunjuk Mas karena jari-jari Mas sekali-kali menyentuh langit-langit mulut Ira, rasanya geli dan sangat merangsang sekali.” Dari jawabannya tersebut aku mulai menduga-duga jangan-jangan pikiran Ira selama senggama pada akhir-akhir ini telah diisi dengan fantasi seksualnya yang baru. Aku memiliki keyakinan bahwa jari telujukku itu pasti dibayangkan oleh Ira sebagai penis kedua yang dapat dinikmatinya bersama-sama dengan penisku. Keyakinan itu timbul dari expresi Ira selama menghisap jari telunjukku. Ira begitu menikmatinya.

“Ir, kalau Ira mau bagaimana kalau kita coba untuk melakukan “threesome” dengan menambah satu orang laki-laki lagi dalam acara ngentot kita”, tanyaku. Ira tersentak kaget dengan tawaranku, dan sejenak dia hanya terdiam saja. Aku mencoba untuk menjelaskan pada Ira bahwa tawaran ini tentunya hanya sebuah tawaran yang dapat ia tolak, kalau memang Ira tidak menginginkannya. Tapi sewaktu aku menyinggung kepada kebiasaannya pada akhir-akhir ini Ira senang menjilati dan menghisap jari telunjukku selama senggama, Ira menimpalinya dengan mengatakan “Mas memang benar, karena pada akhir-akhir ini Ira sering berfantasi bagaimana rasanya tubuh Ira ini dijamah dan dicumbu oleh dua orang laki-laki dan Ira dapat bermain dengan dua penis sekaligus dalam satu tempat tidur. Meskipun Ira takut untuk mencobanya, tapi keinginan untuk mencoba hal itu selalu muncul setiap Ira main, baik itu dengan Mas maupun dengan suami Ira, tapi Ira masih ragu-ragu dan takut.”

Aku mencoba lagi untuk meyakinkan Ira, “Memiliki perasaan ragu-ragu dan takut untuk mencoba sesuatu yang baru adalah sangat wajar sekali, tetapi yang paling penting disini adalah keputusan dari Ira sendiri, apakah Ira mau mencobanya atau tidak?” ungkapku. “Ira mau Mas, tapi takut makin bertambah orang yang tahu bahwa Ira sebagai seorang istri ternyata tidak setia pada suaminya sendiri, dimana sekarang ini kan hanya Mas yang tahu”, ujarnya. “Yang penting adalah keputusan Ira bahwa Ira mau mencobanya, soal Ira takut bertambahnya orang yang mengetahui selingkuhnya Ira akan menjadi tanggung jawab Mas. Mas sendiri kan harus dapat menjaga kerahasiahan diri Mas sendiri, jadi Ira tidak usah khawatir”, kataku.

Bagiku sendiri melakukan “threesome” sudah sering kulakukan bersama-sama dengan sahabatku yang bernama Iwan, masih bujangan meskipun sudah berumur 32 tahun. Iwan ini adalah “lady killer” yang berpostur tinggi, tegap serta ganteng dan penisnya untuk ukuran orang Indonesia termasuk gede. Selain postur tubuhnya kelebihan lain dari Iwan ini adalah supel dan mudah akrab dengan orang-orang yang baru dikenalnya serta dapat dipercaya. Aku hubungi dia, dan dia setuju dan menunggu untuk dihubungi olehku kembali.

Bersambung ke bagian 03

25 Comments on "The Story of Ira 02"

  1. Gesya Shandy | 18/11/2009 at 05:26 | Balas

    STORY OF GOSPEL HYMNS by Ira Sankey 1907. booklist story of gospel hymns by ira sankey 1907 02 dh dare to be a daniel i love to tell the story.

  2. Garneta Haruni | 18/11/2009 at 19:32 | Balas

    Understanding taxes on IRA withdrawals MarketWatch. When you take withdrawals from your traditional IRA 02 AM ET These are the best Then each withdrawal from any account includes some amount of basis.

  3. Fikha Effendi | 19/11/2009 at 09:03 | Balas

    The Story Of Ira 02Html HD free online streaming Video . Watch The Story Of Ira 02Html HD free online streaming Play or download The Story Of Ira 02Html for free free downloadfree onlinefree online streamingHD free .

  4. Chelsy Liven | 19/11/2009 at 13:14 | Balas

    A Secret History Of The IRA CBS News. A Secret History of the IRA written by one of Irelands most respected reporters This story has been peddled for ages now Adams said 02 Montana man .

  5. Ingka Noverita | 19/11/2009 at 13:29 | Balas

    THE LOST REVOLUTION THE STORY OF THE OFFICIAL IRA AND THE . The Lost Revolution The Story of the Official IRA and the Workers Party on 02 Sep 2009 at 258 pm 5 Adrian Grant Im looking forward to reading this.

  6. Diah Cempaka Sari | 19/11/2009 at 20:07 | Balas

    Taxes on Roth IRA withdrawals MarketWatch. If you own a Roth IRA 02 AM ET US adds 223000 Any Roth withdrawal taken before 59 is a nonqualified withdrawal As such .

  7. Dinna Olivia | 20/11/2009 at 04:34 | Balas

    LETTER Beware double taxation of IRAs and 403b plan. Share This Story Let friends in your Facebook Email Twitter Google LinkedIn Pinterest LETTER Beware double taxation of IRAs and 403b plan 02 pm EDT .

  8. Indah Permatasari | 20/11/2009 at 09:44 | Balas

    Satan Is Real the Story of the Louvin Brothers The New . By Charlie Louvins own account people who saw the Louvin Brothers perform were mystified by the experience Ira Louvin was a full head taller than his .

  9. Arzetti Bilbina | 20/11/2009 at 15:01 | Balas

    More on Early IRA Withdrawals Fox News. Dear Readers I received a number of letters in response to my column concerning the consequences of taking early withdrawals from your IRA There are .

  10. Manohara Odelia Pinot | 20/11/2009 at 20:54 | Balas

    The Irish Civil War A brief overview The Irish Story. The Irish Story Civil War archive The organised respectively in Sinn Fein and the Irish Republican Army between 1918 and 1921 02 am The IRA Officer .

  11. Marcella Lumowa | 21/11/2009 at 11:14 | Balas

    The Volunteer A Former IRA Mans True Story Shane Paul O . The Volunteer A Former IRA Mans True Story Shane Paul ODoherty on Amazoncom FREE shipping on qualifying offers This is the best account of the life of an .

  12. Niniek Arum | 21/11/2009 at 13:07 | Balas

    Charitable Giving from an IRA or 401k A Story PGI . Learn some basics on charitable giving through an IRA or 401k and a charitys blow off of a financial gift.

  13. Alexa Key | 21/11/2009 at 14:30 | Balas

    IRAs New rules old strategies USA TODAY. Share This Story Let friends in your Roger Wohlner AdviceIQ 402 pm EDT March 22 2015 Here is where one of the new IRA rules affects you.

  14. Shireen Sungkar | 22/11/2009 at 04:28 | Balas

    Ellis the Case of a Misdirected IRA. Employee Benefits Pensions A simple internet search regarding how to use IRA funds as startup capital will generate many links to articles in the financial press .

  15. Jihan Fahira | 22/11/2009 at 04:37 | Balas

    The Ballad of Ira Hayes Doug Bradley The Huffington Post. Saudi Prince Says He Will Donate 32 Billion To Charity 20150702 11 Previous Story Next I was singing The Ballad of Ira Hayes which is about .

  16. Bella Saphira | 22/11/2009 at 05:24 | Balas

    New IRS rules for IRA rollovers KARE. New IRS rules for IRA rollovers New for 2015 IRS rules concerning Individual Retirement Account IRA rollovers could bite you if you arent careful.

  17. Kamidia Radisti | 23/11/2009 at 08:30 | Balas

    Story of Ira and Inez YouTube. Provided to YouTube by The Orchard Enterprises Story of Ira and Inez Bob Muppets 2010 Sesame Workshop Released on 20101102 Music Publisher .

  18. Novi Aulia | 23/11/2009 at 09:08 | Balas

    ID theft IRA risks stock scams among caveats for 2015. New financial issues in 2015 range from stock scams and data breaches to a tricky IRA law.

  19. Febby Lawrence | 23/11/2009 at 12:55 | Balas

    Amazoncom Hank Greenberg The Story of My Life . Amazoncom Hank Greenberg The Story of My Life 9781566638371 Hank Greenberg Ira Berkow Books Amazon Try Prime Books Go 002 Unknown Binding.

  20. Rheina Ipeh | 23/11/2009 at 23:50 | Balas

    5 IRA Beneficiary Form Mistakes To Avoid Bankratecom. Retirement 5 IRA beneficiary form mistakes to avoid One of the easiest and most helpful estate planning tools to use is also the easiest to mess up.

  21. Sheila Dara Aisha | 24/11/2009 at 00:58 | Balas

    The Top 5 IRA Rulings Of 2005 Fox News. To the millions of Americans who own IRAs 2005 may seem like most other years But to accountants estate attorneys and others who live breath eat and .

  22. Ita Mustafa | 24/11/2009 at 04:09 | Balas

    AdviceIQ Deducting IRA savings and taxes USA TODAY. AdviceIQ Deducting IRA savings and taxes Your pay not only determines the size of your nest egg when you retire but also restricts how much you save .

  23. Artta Ivano | 24/11/2009 at 04:45 | Balas

    The IRA and the Emergency An interview with Brian Hanley . In this exciting new history John Dorney editor of The Irish Story explores the key years between 1912 and 1924 that saw huge change and violent upheaval in Ireland.

  24. Rahma Azhari | 24/11/2009 at 06:41 | Balas

    Traditional IRA or Roth Whats best for this twentysomething. My dad wants me to do a Roth IRA httpwwwhometownlifecomstorynewslocal20150222traditionalirarothbesttwentysomething23749163 TOP VIDEOS.

  25. Ananda Lontoh | 25/11/2009 at 00:26 | Balas

    Ira Glass This American Life. Ira tells the story of Lisa Mahone Host Ira Glass tells the story of man in Florida named Lanail Hudson who it turned out wasn What I Did For Love 02102012.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*